
"Naura yang ingin ku katakan adalah kamu tidak perlu menerima cintaku jika hanya sebatas kasihan, sebelum terlanjur kita jauh melangkah aku memilih pergi dari pada hubungan kita ini tidak ada akhirnya." Lirih Sam dengan sorot mata penuh arti.
Naura mengerti apa yang dimaksud Sam. "Bukankah kamu tidak akan pernah melepaskan ku?."
"Jika pria lain yang mengisi hatimu aku bisa apa selain pergi, bukan?." Timpalnya. "Aku tak mau gagal lagi menjalin hubungan, dari lubuk hatiku aku memang sangat mencintai dan menginginkanmu bila perlu ku ikat saja. Tapi jika kamu memilih pergi aku rela asal itu pilihanmu sendiri."
Ini bukan Sam seperti biasanya yang selalu dingin arogan sedikit menyebalkan juga pemaksa, kali ini pria tampan ini menunjukkan sisi lain di hadapan wanitanya dan Naura tahu itu.
"Sejauh ini aku menerima cintamu tujuannya untuk mengajak perasaanku sendiri, mungkin aku tak pandai mengekspresikan itu Sam tapi hanya kamu satu-satunya pria yang berhasil meruntuhkan prinsip gila ku selama bertahun-tahun." Balas Naura.
Sam sendiri juga baru pertama kali melihat Naura terbuka akan perasaannya, ia merasa senang dapat dikatakan perjuangannya mengejar cinta Naura membuahkan hasil.
"Sebenarnya aku tak mau mengatakan ini tapi karena takut kamu pergi dan meninggalkanku jadi aku mengatakannya." Ucap Naura sengaja dengan nada sombong.
Melihat itu Sam tersenyum ia gemas meniru kembali gaya bicara Naura. "Mnyenyeyeyeeye..."
"Saaaammm ih!." Kesal Naura yang sudah susah-susah meyakinkan malah dicubit kedua pipinya.
"Enggak sayang aku becanda." Sam mengangkat tubuh Naura meletakkannya di atas pangkuan. "Thanks you so much for everything."
Naura kembali tersenyum. "Ternyata menyenangkan ya memiliki kekasih." Lirihnya sengaja.
__ADS_1
"Bertukar cerita dan kenikmatan, sure?." Goda Sam yang meletakkan kepalanya tepat pada dada Naura.
"Ya benar kau bahkan sejauh ini sudah menyentuh sebagian tubuh sexy ku Sam."
Sam menggigit resleting baju Naura sehingga belahan dada indah itu terekspos. "Kamu candu ku Naura Shenyna."
"S-Sam s-stop ini di luar!." Tukas Naura saat Sam mencium dan mengh*sap area luar dadanya sehingga kulit putih yang mulus itu tampak merah.
Pipi Naura merah merona dengan ulah manja Sam yang mampu membuat suhu tubuhnya panas.
"Bagaimana jika kita menikah dalam waktu dekat? aku takut suatu waktu tak bisa menahan diri Ra." Bisik Sam.
"Itu malah bagus, aku akan mengandung dan kita tidak harus menikah." Sengaja Naura.
Kini Naura yang terkekeh. "Lucu sekali dirimu, of course aku hanya becanda. Untuk menikah aku dan dirimu masih banyak yang harus diselesaikan bukan? hubungan kita juga masih orang tertentu yang mengetahui."
Sam diam sejenak namun saat ini ia setuju dengan kekasihnya itu.
.
Rumah utama
__ADS_1
Renata dan Dirga menyambut kedatangan mobil putranya Sam yang tiba di halaman, namun yang keluar bukan Sam melainkan Andre membawa sebuah kotak besar. "Hai om tante ini yang Sam titipkan untuk kalian."
Dirga menerimanya. "Thanks Ndre tadi kirain Sam yang datang."
"Sam sedang tidak bisa diganggu om."
Renata dan Dirga saling tatap namun akhirnya mereka tersenyum.
"Oh oke tak apa Ndre makasi udah nganterin ini buat tante." Timpal Renata.
"Kayak orang lain aja tan." Andre terkekeh seraya membuka pintu mobil untuk pamit kembali.
"Ya sudah hati-hati Ndre."
Renata mengerutkan kening saat melihat sesuatu yang nyempil di bawah jok mobil putranya. "Ndre tunggu itu apa warna maroon?."
Andre mengikuti pandangan Renata mata pria itu terbuka lebar saat melihat c*lana dalam wanita di sana. "Oh **** Sam!."
"Ah bukan apa-apa tante sepertinya sapu tangan Sam." Bohong Andre yang langsung masuk ke dalam mobil.
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗