Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 70


__ADS_3

.......


Maria menghela nafas lega saat Giselle sadar dari pingsannya. "Pah Giselle sadar."


Suami Maria menghampiri putrinya yang langsung duduk dengan dibantu itu. "Pelan-pelan kamu baru siuman."


Giselle menatap sekeliling yang dimana ia kini sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta, ia ingat saat terakhir kali kesadarannya hilang akan ulah Sam. "Siapa yang membawaku ke sini ma?."


"Anak buah Sam."


"Tuh ma Sam walaupun seperti itu dari lubuk hati yang paling dalamnya masih menyayangiku buktinya membawaku ke sini!." Ujar Giselle dengan mata yang berkaca-kaca.


"Naura yang menyuruh anak buah Sam untuk membawamu ke sini Giselle bukan Sam! jika tidak ada dia mungkin kamu tak sadarkan diri sampai sekarang, stop mama mohon stop berhenti berharap jangan menyakiti mental mu. Sam tidak akan kembali padamu dia sebentar lagi akan melakukan pernikahan dengan Naura, mama mohon lupakan semuanya." Timpal Maria yang sudah lelah mengasihani Giselle.


"Harga diri kamu hancur jika menginginkan Sam untuk tanggung jawab padahal itu bukan darah dagingnya." Lanjut papa Giselle. "Papa mohon jangan memaksakan sesuatu yang bukan untukmu."


Air mata Giselle turun ia menggigit bibir bawahnya semakin terisak saat mendengar Sam akan melangsungkan pernikahan sebentar lagi bersama Naura. "A-aku mencintainya pah ma, sulit sekali rasanya aku juga tak tahu harus apa hiks hiks!."

__ADS_1


"Jika kamu mencintainya kenapa sampai menghadirkan orang kedua yang membuatmu hamil? sekarang sudahlah berdamai dengan kenyataan, kamu sedang mengandung harus memperhatikan kesehatan janin juga tubuhmu." Ucap Maria prihatin dengan anaknya.


Giselle tak menjawab ia hanya terisak dan terisak, ini memang salahnya dulu tak mengindahkan keinginan Sam hanya demi karir namun pada akhirnya setelah cerai Giselle sendiri malah mengandung juga dari anak orang lain. "A-aku tak tahan di posisi ini hiks hiks.."


Maria ikut mengeluarkan air mata seraya memeluk Giselle, walaupun kesal ia tetap masih menyayangi putrinya itu. "Sudah-sudah ambil hikmahnya agar kamu dapat bersikap dewasa."


.


.



Para tamu undangan dan para pejabat tinggi sudah memenuhi kursi yang telah disediakan, Merry dan Arga juga Renata dan Dirga sudah siap dirias sebagai calon besan yang sebentar lagi akan menjadi keluarga.


Di dalam keluarga itu hanya Arga yang belum tahu status Sam dan Naura yang sebenarnya, namun demi menghindari kericuhan juga meresmikan hubungan Naura dan Sam, maka ijab kabul akan dilakukan untuk kedua kalinya di hadapan semua orang.


Samuel sudah siap tampan berkharisma dengan balutan jas hitamnya, dengan disaksikan oleh seluruh yang hadir Sam mengucapkan ijab kabul dengan mantap.

__ADS_1


"SAH!!!." Sorak mereka.


Resmilah hubungan keduanya dan diketahui semua orang bahwa mereka kini sepasang suami istri yang sah di mata agama juga negara.


Sam sumringah menunggu kedatangan Naura, dengan digandeng Nesy Naura pun muncul. Semua yang ada di sana terkagum-kagum melihat aura Naura yang begitu cantik mempesona, gaun pengantin putih yang dikenakan benar-benar membuatnya semakin cantik bak putri kerajaan.



Sam tersenyum seraya menggandeng istrinya itu untuk duduk di pelaminan, Merry dan Arga berkaca-kaca tak menyangka melepas anak bungsunya secepat ini. Dua besan terharu melihatnya.


Setelah menandatangani surat nikah Sam dan Naura saling tukar cincin, Sam mencium kening Naura begitu pun Naura mencium tangan suaminya.


"Kita bahkan ijab kabul sampai dua kali sayang." Bisik Sam. "Malam pertama juga ada part 2-nya."


Naura tersenyum lalu mencubit pelan sang suami. "Shutt! bercandanya nanti saja."


"Iya-iya." Pasrah Sam yang tak lepas menatap wajah cantik istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2