Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 53


__ADS_3

Flashback on


Sam yang sudah tak bisa mengendalikan diri karena Naura malam ini benar-benar menggoyahkan imannya, ia yang hendak mencumbu tubuh indah Naura memilih menutupnya dengan selimut sehingga Naura tampak bertanya-tanya. "Sam?."


"Aku akan menikahimu malam ini."


"What?." Naura tercengang.


Sam mengambil sesuatu dari laci ia mengambil kotak kecil dan memperlihatkan sebuah cincin berlian yang begitu mewah. Ia membukanya seraya menggenggam tangan Naura. "Ini mungkin sangat dadakan sayang, aku Samuel Dirgawijaya dengan hormat ingin menjadikanmu sebagai pasangan hidupku apa kau bersedia Naura Shenyna?."


Naura terdiam ia masih terkejut karena secepat ini entah apa maksud Sam.


Sam tersenyum ia mengerti dengan isi hati Naura. "Seharusnya memang dilakukan acara tunangan secara terang-terangan juga keluarga kita menyaksikan, namun karena situasinya sangat tak mendukung dan mungkin masih banyak halangan lain. Aku memilih melakukannya seperti ini karena takut kehilangan kamu."


Hati Naura bergetar ia tak pernah menyangka itu hingga Sam sudah menyiapkannya.


Sam menghela nafas ia tersenyum. "Sekali lagi bersediakah kamu cintaku menjadi pasangan hidup dari pria bernama Samuel Dirgawijaya?."


Perlahan tapi pasti Naura menganggukinya membuat Sam begitu bahagia dan memeluknya erat. "Thank you so much honey."


Naura tidak pernah merasakan bahagia seperti ini sebelumnya, ia dan Sam saling menukar cincin untuk memperkuat hubungan keduanya.


"Untuk yang tadi?." Lanjut Naura dengan wajah merona.


Sam peka ia mencubit pipi kekasihnya. "Maka dari itu aku akan menikahimu malam ini jika kau bersedia."

__ADS_1


"Sam?." Potong Naura yang tak yakin ia masih teringat papanya.


"Aku tidak akan menyetubuhimu jika hubungan kita belum sah."


Naura tampak terdiam. "Bagaimana dengan papa?."


"Aku akan mendatanginya sayang bagaimana pun nanti reaksi om Arga."


Naura meremas ujung baju kuat ia di hadapkan dengan pilihan, pria yang sudah memasuki hatinya ini menyampaikan maksud tujuannya. "Oke, siapa takut kita menikah malam ini!."


Sam terkekeh sekilas untuk ke sekian kalinya ia memeluk erat Naura. "Kita sembunyi-sembunyi dulu sampai waktunya tiba kita akan merayakan pesta pernikahan besar-besaran."


"Iya."


Sam sendiri meminta restu kepada kedua orang tuanya, Dirga juga Renata sangat excited dan merestui. Di sini Andre beserta anak buahnya menjemput penghulu juga membawa mas kawin untuk Naura.


Persiapan berjalan dengan baik ijab kabul akan dilaksanakan di ruang tengah, para pembantu menjadi saksi juga.


Tidak lama mama Merry tiba di sana di susul Dirga dan Renata, sangat disayangkan Arga tak mengetahuinya namun Merry akan mengurusnya demi kebahagiaan putrinya itu.


Selang beberapa saat Andre tiba dengan pak penghulu juga mas kawin yang disuruh Sam bawakan. Dengan Novan sebagai wali nikah yang menyaksikan ijab kabul lewat handphone, Sam pun berjabat tangan dengan pak penghulu mengucapkan janji suci. "Saya terima nikah dan kawinnya Naura Shenyna binti Arga Ditama dengan mas kawin 425 gram beserta uang tunai 88 Milyar dibayar tunai!."


"Bagaimana para saksi?." Timpal pak penghulu.


"SAH!.."

__ADS_1


Semuanya membaca do'a dipimpin pak penghulu, kini resmilah hubungan keduanya sebagai suami istri yang sah di mata agama juga negara.


Kedua orang tua Sam dan mama Merry saling berpelukan dengan hubungan keduanya yang kini menjadi besan.


"Sangat disayangkan Arga tidak hadir." Timpal Dirga.


"Aku akan mengurusnya jangan khawatir besan."


"Iya."


Sam dan Naura menghampiri mereka lalu berpelukan.


"Sam kini dia istrimu mama sudah lepas tanggung jawab kamu tahu tugas seorang suami apa nak, sayangi dan lindungi putri bungsu mama ini ya. Kita akan merayakan pesta pernikahan setelah waktunya tiba." Ujar Merry dengan mata berkaca-kaca ia masih tak menyangka putri manjanya yang tegas dan pemberani ini sudah menikah.


"Tentu saja ma." Timpal Sam memeluk mama mertuanya.


Setelah selesai sungkem dengan mereka, mama Merry dan kedua orang tua Sam pamit untuk pulang. Naura dan Sam sendiri mengantar hingga halaman menyaksikan kepergian mereka.


"Sam.." Lirih Naura.


"Ya?." Sam beralih menatap wanita cantik yang kini sudah menjadi istrinya.


"Mau ikut pulang mama aja ah." Sengaja Naura dengan wajah sedih.


Sam terkekeh seraya mengangkat tubuh Naura. "Mau kemana ha? kita lanjutkan yang tadi wanita liar!."

__ADS_1


__ADS_2