Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 46


__ADS_3

"Jika sudah selesai segera pulanglah aku banyak urusan!." Timpal Naura penuh penekanan, masalahnya ini di kantor bisa bahaya bagaimana jika seseorang melihat atau Arga juga Novan masuk ke sana.


Rey tersenyum. "Kau khawatir jika seseorang akan datang ke sini? tenang Naura aku tahu para petinggi sedang melakukan kumpulan saat ini."


Naura mengerutkan kening ia merasa ada yang tidak beres. "Dari mana kau tahu? apa kau memiliki anak buah di perusahan ini!?."


"Dia hanya temanku tidak melakukan apa-apa, selain mencari tahu jadwal luangmu."


Dalam batin Naura ia akan menghukum orang itu karena telah membantu Rey masuk ke dalam perusahaan. "Oke terimakasih hadiahnya tapi kau harus segera pergi aku benar-benar ingin istirahat!."


Rey diam sejenak ia berjalan mendekati Naura menggenggam tangan itu sehingga Naura sedikit terkejut. "Naura aku merindukanmu sangat merindukanmu, beri aku waktu untuk kita bicara berdua. Aku tahu aku salah tapi tidak salah juga jika kita memulai dari awal lagi."


Naura menepis tangan Rey. "Itu sudah berlalu beberapa tahun dan diriku yang sekarang berbeda jauh! ku bilang segera pergilah atau ku suruh bodyguard menyeret mu."


Rey menggeleng. "Tidak harus menjalin hubungan Naura kita bisa mulai kembali dari awal memulai persahabatan, selama 4 tahun ini aku dilema merasa bersalah karena ulahku sendiri."


Naura terkekeh geli. "Tidak ada yang harus dimulai aku sendiri sibuk! jika kau merasa bersalah padaku cepatlah pergi itu yang ku inginkan."

__ADS_1


Rey terdiam ia menunduk perasaannya sakit dengan sikap Naura saat ini, kemana Naura yang ramah lemah lembut seperti 4 tahun lalu?. Namun Rey kembali introspeksi diri Naura juga tidak akan seperti itu jika dirinya tidak pernah menyakiti.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan aku akan pergi, ini mungkin mendadak tapi aku akan menemuimu kembali Naura." Rey tersenyum sekilas setelahnya ia berlalu pergi dari sana sebelum membuat keributan.


Naura menatap hadiah branded yang dibawa Rey. "Ck!." Jengah Naura ia bahkan melihat kalung yang diberikannya dulu masih melingkar pada leher Rey. "Kenapa dulu aku pernah menaruh hati pada pria itu!."


.


Sam dan Novan berpelukan saat bertemu kembali.


"Jadi itu benar?." Sengaja Novan.


"Naura bahkan belum curhat kepadaku." Balas Novan. "Selamat kau dapat meluluhkan hati dingin adikku itu bro, sayangi dan lindungi dia."


"Of course."


"Van aku ingin menemui Naura, untuk beberapa saat bisakah mengalihkan perhatian om Arga?." Lanjut Sam.

__ADS_1


"Pergilah itu urusanku."


Sam tersenyum sumringah ia meninggalkan kumpulan itu dan melangkah menuju ruang CEO utama. Sepanjang jalan para karyawan menunduk hormat kepadanya.


Tidak lama Sam keluar dari lift tepat di lantai ruangan Naura berada, tatapan Sam tersorot tajam saat wajah yang familiar keluar dari ruangan kekasihnya. Ya dia Rey.


Rey dan Sam berpapasan keduanya saling melirik.


"Bukankah dia Samuel Dirgawijaya?." Batin Rey yang tahu siapa mantan suami dari Giselle.


"Sial! kenapa pria ini bisa ada di perusahaan kekasihku!?." Batin Sam. Namun Sam acuh memilih mempercepat langkah menuju ruangan Naura.


Langkah Rey terhenti ia melihat Sam yang memasuki ruang CEO utama tanpa diintrogasi oleh dua bodyguard, bebas masuk begitu saja. "Tunggu? kenapa dia masuk ke sana?." Lirih Rey merasa ada yang janggal.


Rey memutar langkah kembali ia menghampiri dua bodyguard di sana. "Apa pimpinan kalian memiliki kontrak kerja dengan Samuel?."


Dua bodyguard itu saling tatap. "Tuan Sam merupakan sosok penting bagi nyonya Naura selebihnya hubungan mereka kami tidak tahu."

__ADS_1


Mata Rey terbelalak pikirannya mulai mengarah kemana-mana. "Tidak mungkin jika Sam..." Batinnya tak terima. "No!."


__ADS_2