
.
Kediaman Naura
"Oh Sam!?." Antusias Merry saat melihat siapa yang datang. "Ayo masuk ke dalam silahkan."
"Terimakasih tante." Sam mengikuti langkah wanita paruh baya itu.
"Pasti mau ketemu sama Arga ya? kamu duduk dulu biar tante panggilkan masnya." Ucap Merry memberi kode pada bibi pembantu untuk membawa jamuan.
"Di samping ingin bertemu dengan om aku juga ingin menemui Naura." To the point Sam yang membuat Merry sedikit terkejut.
"Oh oke tante panggilkan ya." Balas Merry seraya berlalu pergi.
Sam duduk tatapan matanya tertuju pada kamar Naura yang tertutup di lantai dua, bibi pembantu datang membawa jamuan. "Silahkan tuan Sam."
"Terimakasih."
"Dengan senang hati tuan." Ramah si bibi.
"Bi apa Naura ada di kamarnya?." Tanya Sam.
Si bibi terkejut saat tamu besar itu langsung menanyakan keberadaan Naura. "Tadi sih ada tuan tapi kayaknya sekarang non Naura gak ada di dalam."
Sam mengerutkan kening. "Kemana lagi dia!."
"Ha? bagaimana tuan?."
Sam kembali tersenyum ramah. "Bukan apa-apa bi, jika Naura tidak ada di dalamnya lantas dia dimana?."
__ADS_1
"Di halaman belakang tuan bersama non Nesy."
"Oke." Sam tanpa pikir panjang langsung pergi menuju halaman belakang, si bibi yang melihat hanya bengong keheranan penuh tanda tanya.
.
"Iya yang tadi aku katakan itu sangat menjengkelkan!." Kecam Naura melampiaskan kekesalannya pada Nesy.
Dua wanita itu duduk berhadapan dengan beberapa minuman di atas meja.
Saat Nesy ingin menimpali Naura ia melihat ke arah belakang sahabatnya. "Em lain kali kita lanjutkan ya, aku sudah ngantuk."
"What!?? aku belum selesai Nes." Heran Naura saat Nesy berdiri dari duduknya lalu pergi dari sana.
"Di belakangmu." Ujar Nesy setelahnya ia berlalu.
Naura berdiri dan menoleh ke belakang, terlihat Sam berdiri menatap ke arahnya dengan tubuh menyender di dinding. "S-Sam!??."
Naura melihat sekeliling takut ada yang melihat. "Kamu ngapain di sini kenapa tidak mengabari ku dulu?."
"Tanyakan saja pada dirimu." Acuhnya kesal. "Kau bahkan tidak mengangkat telepon ku sama sekali, menghilang tanpa kabar apa itu bagus?."
Naura tahu kesalahannya dan ia sengaja melakukan itu karena moodnya sedang buruk. "Aku sengaja tak menghubungimu karena kau pasti sedang melakukan pertemuan dengan Giselle membicarakan hal serius."
Sam mengerutkan kening. "Giselle? hal serius? apa itu penyebabnya kau mengacuhkan ku seharian ini?."
"Cari tahu saja sendiri!." Naura pergi masuk ke dalam meninggalkan Sam di sana sendirian, sebenarnya Naura merasakan rindu juga namun karena rasa tak terima juga cemburu akhirnya ia menepis itu.
Sam semakin tak tahan dengan situasi yang sangat menyiksa jiwanya. "Ck! Ra.." Panggilnya.
__ADS_1
"Naura mama cariin." Ujar Merry saat melihat putrinya lewat begitu saja masuk kembali ke kamar. "Ada apa dengannya?."
"Eh Sam apa kabar?." Sapa Arga yang langsung menemui tamunya.
"Baik om."
Keduanya berjabat tangan, memulai obrolan sesekali diiringi gelak tawa.
Naura yang mengintip sedikit kesal melihat keseruan itu, ia pun memilih merebahkan tubuhnya di atas kasur sembari melihat-lihat handphone.
Selang beberapa menit
Tok tok tok!
Dengan sedikit malas Naura bangun untuk membuka pintu, saat pintunya dibuka Naura mundur beberapa langkah akan dorongan.
Ya, Sam yang datang ia langsung menerobos masuk ke dalam lalu menguncinya. Belum sempat Naura berucap bibirnya sudah dibungkam bibir Sam, Naura terkejut akan tindakan kekasihnya.
Ciuman itu semakin panas Sam tak memberi ampun, ia mendorong tubuh Naura hingga terjatuh di atas kasur. Mencumbunya dengan penuh agresif di sana-sini
"Mmmhh Sam!.."
Sam tak peduli ia melancarkan aksinya untuk menghukum Naura, tangan kekar Sam merobek rok mini Naura menyentuh bagian terindah wanita itu dengan lembut.
Naura yang berontak seketika terdiam, Sam tersenyum ia berbisik. "Ini hukuman untukmu.."
Tubuh Naura menegang saat Sam mencium miliknya yang sudah tak berbungkus akan ulahnya, Naura meremas kuat sprei saat Sam dengan lihai memainkan lidahnya di bawah sana. "Ah... Sammmhh! sialan kauuhh!.."
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗