
Naura terkejut matanya terbelalak mendengar pengakuan Rey, yang sedang diselidikinya kini info itu malah datang sendiri dari pelakunya.
"Kau bisa menganggap ku dengan sebutan apa silahkan, aku memang se-bajingan itu Ra selingkuh dengan keponakan mu sendiri. Tapi untuk rasa cintaku habis di kamu, hanya karena nafsu belaka aku menyakiti dan menyia-nyiakan wanita sepertimu."
"Sam pantas mendapatkanmu aku akan ikut bahagia jika kalian bahagia, lupakan Giselle biar itu jadi urusanku karena memang itu anakku." Lanjut Rey dengan senyum penutup kondisi hati tentunya.
Naura menghela nafas panjang, bagaimana pun juga Rey dulu pernah menjadi orang spesialnya yang kini tergantikan oleh Samuel. "Oke terimakasih sudah mengakui langsung Rey, mungkin jika kau menggangguku lagi aku tak segan-segan akan membunuhmu!."
Rey tersenyum. "Lakukan saja jika aku seperti itu."
"Aku memulai kehidupan baru kau juga jadilah orang yang benar-benar orang!." Tegas Naura yang diangguki Rey.
Sam menatap tajam ke arah mereka. "Tampak seru sekali membahas apa mereka!?."
Dirasa cukup Rey bersalaman dengan Naura tanda damai dengan baik untuk mengakhiri semuanya, Sam yang melihat mengepalkan tangannya karena cemburu namun ia percaya Naura.
Setelah selesai Naura kembali masuk mobil begitu pun dengan Rey yang melajukan mobilnya duluan.
"Apa ku bunuh saja dia sekarang?." Dingin Sam.
Naura peka dengan perubahan sang suami. "Bila perlu sudah ku lakukan dari tadi sayang."
"Ck!."
Cup!.
Naura mencium pipi Sam lama. "Sudahlah bukan apa-apa, dia mengatakan yang sebenarnya terkait kebenaran yang sedang kita cari."
"Apa sampai harus berjabat tangan?." Sindir Sam.
"Dia menyesali perbuatannya terhadapku." Naura menceritakan semuanya kepada Sam dengan detail. "Dia tahu itu aibnya namun demi membantu hubungan kita Rey rela mengakui."
__ADS_1
Sam menghela nafas panjang. "Sudahlah mari kita lupakan, satu persatu masalah usai, dia juga tidak mungkin terus terjebak di masa lalu."
"Iya."
Sam mencium pipi sang istri setelahnya kembali melajukan mobilnya menuju rumah.
Sesampainya di mansion mereka berdua di sambut oleh Arga juga Merry, Samuel membawa beberapa oleh-oleh dari Bali untuk kedua mertuanya itu.
"Bagaimana dengan persiapan lamaran malam nanti?." Tanya Sam yang melihat tukang penata rias dan tukang dekor yang berlalu lalang.
"Sudah 85% nanti malam sudah siap." Jawab Arga pada calon mantunya itu.
Sam tersenyum. "Terimakasih pah sudah memantaunya dengan baik."
Arga terkejut sekaligus senang saat Sam tanpa diduga sudah memanggilnya pah padahal belum menikah. "Pah? aku suka kau memanggil om pah Sam."
Sam tersenyum kikuk karena keceplosan ia melirik Naura yang berekspresi seolah tak terjadi apa-apa.
Sam terkekeh. "Iya."
Naura diacuhkan sebagai anak kini kedua orang tuanya malah asyik ngobrol bareng Sam, ia tak menggubrisnya memilih masuk kamar untuk istirahat serta mempersiapkan semuanya.
Novan dan Lisa dari Singapura sudah tiba di sana, Andre juga Nesy sudah ada stay tune. Keluarga besar Arga dan Merry berdatangan untuk menyaksikan acara lamaran nanti, di sini hanya keluarga Maria saja yang tidak hadir.
Sam sendiri pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan segalanya bersama Renata juga Dirga.
Tak hanya sekali Merry mendengar saudaranya berbincang-bincang mengenai hubungan Sam juga Naura, mereka tak menyangka jika yang awalnya Samuel suami Giselle sekarang sebentar lagi akan mempersunting Naura sebagai pasangan hidupnya.
Merry dan Arga tersenyum saja menjawab seadanya, mereka sendiri ikut senang dengan kabar bahagia itu walaupun tanpa hadirnya keluarga Maria.
"Cocok sekali ya aku bahkan lebih suka melihat Sam saat bersama Naura." Ujar kakak Merry.
__ADS_1
Merry memberi kode seketika semua yang ada di sana terkekeh.
.......
Visual
(Samuel Dirgawijaya)
(Naura Shenyna)
(Rey Chandra)
(Giselle Anarayna)
(Andre Thunder)
(Nesy Sarena)
TBC
__ADS_1