
Sam mencium kening Naura turun ke mata, ke pipi turun lagi ke hidung dan menatap lama di bibir. Keduanya saling pagut membalas satu sama lain, Naura perlahan melingkarkan tangan pada leher Sam.
Dengan satu tarian kini handuk yang melilit pada tubuh indah Naura sudah Sam singkirkan, ciuman Sam semakin turun ke bawah meninggalkan bekas cinta pada leher jenjang Naura juga sekitar dada.
Naura meremas rambut Sam saat pria itu layaknya bayi kehausan, tangan yang satu lagi tak tinggal diam mer*mas dengan lembut pada area intinya.
Kali ini sensasinya terasa berbeda, hawa tubuh keduanya mulai tegang saat kulit mereka bersentuhan. Suara kecupan terdengar mengisi seluruh ruangan, tampak di luar juga hujan mulai turun mengiringi sepasang suami istri yang sedang dimabuk cinta itu.
"I love you." Bisik Sam dengan tatapan berat akan hasrat.
"I love you too." Balas Naura dengan wajah merona.
Sam kembali menggerayangi tubuh indah itu dengan liar, ia membuka sel*ngk*ngan Naura membenamkan wajahnya di sana mengobrak-abrik dengan lihai.
"Aaahhh! Samm.." Erang Naura meremas kuat sprei. Sam benar-benar membawanya terbang melayang akan kenikmatan.
Sam tersenyum saat Naura menegang mengeluarkan kenikmatan. "Suka?."
Naura mengangguk. "Aku menginginkannya lagi Sam." Bisik Naura.
Sam menggigit bibir bawahnya ia kembali menarik tubuh indah itu membenamkan wajahnya di sana, dengan penuh agresif ia bermain lihai membuat tubuh Naura menggelinjang. "S-Sammmhh!."
"Ya sayang jangan ditahan."
__ADS_1
Nafas Naura ngos-ngosan untuk kedua kalinya ia melakukan pelepasan, Sam tersenyum kini ia melepas handuk yang menutupi aset berharganya. Naura merasa ngilu duluan tapi ia tidak mungkin menghindar. "Apa kamu sudah siap Ra?." Lirih Sam seraya menggesekkan miliknya.
Naura mengangguk. "Buatkan aku anak yang baik."
"Tak perlu diminta sayang."
Sam memposisikan diri ia pun melakukan tugasnya sebagai seorang suami, Sam berhenti tak langsung memasukkan semuanya saat Naura merintih.
"S-Sam ss-sakithhh..."
Cup!
Sam menggerayangi dua gundukan itu menciumi Naura dengan lembut untuk mengurangi rasa perih di bawah sana. "Tahan semuanya akan tergantikan dengan kenikmatan sayang." Bisik Sam seraya menghentakkan miliknya semua membuat Naura mencengkram kuat bahu kekar pria itu.
"Aakkh! kau gila Sam?." Ringis Naura merasakan perih di bawah sana beriringan dengan bercak darah yang keluar.
"Ck, sakit.." Rengek Naura saat merasakan miliknya penuh. Sam hanya tersenyum menghujani istrinya dengan cumbuan di mana-mana.
Setelah didiamkan beberapa saat kini Sam mulai memaju mundurkan miliknya perlahan, benar kata Sam rasa sakit itu kini rasanya perlahan berubah menjadi kenikmatan dunia yang belum pernah Naura rasakan sebelumnya.
Mendengar erangan lembut yang keluar dari bibir Naura membuat Sam semakin bergairah, ia mempercepat ritmenya membuat tubuh Naura terguncang. "A-ah!... ah mmmhh Sam bisa pelankan sedikit?."
"Mmh! kau benar-benar candu ku Ra." Lirih Sam seraya menggerayangi dua gundukan kencang yang ikut naik turun itu dengan rakus.
__ADS_1
Erangan keduanya bersautan indah, Naura mengimbangi gerakan liar Sam mempercepat ritme sehingga tubuh keduanya menegang. "Sam aku...
"Jangan ditahan sayang."
"Aaaaaakkkh!." Erang keduanya saat mencapai puncak.
Milik Naura terasa hangat diisi sesuatu Sam juga tersenyum merasakan denyutan yang membuatnya tambah bergairah.
Cup! cup cup!
Sam semakin liar ia mencumbu setiap inci tubuh Naura, Naura berdiri ia kini beralih menindih tubuh Sam memimpin permainan berada di atasnya. Sam tersenyum ia puas, tangan kekarnya tak tinggal diam mer*mas dua gundukan yang dengan indah naik turun bebas.
Keringat mulai membasahi tubuh mereka berdua, Sam beralih mempercepat gerakan hingga selang beberapa saat keduanya kembali mencapai puncak.
Nafas Naura juga Sam terengah-engah.
"Kita pindah posisi sayang." Bisik Sam dengan tangan yang sudah nakal kemana-mana.
Naura mencubit hidung Sam pelan. "Apa kau tidak lelah?."
Sam menggeleng. "Salahkan dirimu saja yang membuatku kecanduan seperti ini."
Belum sempat Naura menjawab ia sudah digendong Sam menuju jendela kaca yang memperlihatkan malam hari nan indah di sana, keduanya kembali melakukan penyatuan panas meloloskan d*sahan lembut yang bagi siapa saja mendengar pasti merinding juga tersipu.
__ADS_1
Bukan hanya sekali mereka melakukannya tetapi berkali-kali dengan gaya juga tempat yang berbeda, suasana malam yang dingin juga hujan gerimis menjadi saksi akan sepasang suami istri yang sedang memadu kasih penuh gairah.
TBC