
Setelah pamit Andre langsung menancap gas mobilnya berlalu pergi dari halaman rumah besar keluarga Dirgawijaya.
"Pah kayaknya itu bukan sapu tangan deh." Ucap Renata. "Maaf tapi mama lihatnya kayak c*lana dalam wanita."
"C*lana dalam wanita ma?." Timpal Dirga dengan raut wajah terkejut.
"Iya deh kayaknya mama benar gak salah lihat kok, mama tahu sapu tangan Sam selalu berwarna putih ini warna maroon dan bentuknya iya itu tadi kayak kata mama pah." Timpal Renata mulai merasa ada yang gak beres.
"Apa Sam?."
"Enggak, mungkin Andre membawa wanitanya di mobil Sam." Potong Renata.
"Andre tidak akan memakai mobil itu ma jika Sam tak menyuruhnya, ini pasti Sam ini." Timpal Dirga yakin.
Pasangan suami istri itu saling tatap pikiran keduanya seketika connect. "Saat ini kekasih Sam Naura."
"Ini anak yang bener! apa dia melakukannya sebelum menikah?." Sewot Renata.
"Biarkan saja ma namanya anak muda jika keduanya saling suka tak masalah toh asal tidak melewati batas, Sam tahu harus bertindak apa." Timpal Dirga.
"Ya tapi itu mobilnya dipake orang pah!."
"Kayak gak tahu aja pas papa waktu muda gimana?." Sengaja si papa yang langsung membawa masuk kotak ke dalam rumah.
Pipi mama Rena merona mengingat kisah asmaranya dengan Dirga saat remaja. "Mungkin benar anak tidak jauh dari bapaknya itu!."
__ADS_1
.
.
Di sebuah kamar hotel
"Ahh!!... Ahh.. Mmhh.. Fasterrrhh!.." D*sahnya.
Suara penyatuan menggema mengisi seluruh ruangan, tubuh Giselle terguncang hebat akan gerakan liar pria di atasnya yang memasuki miliknya keluar masuk penuh gairah.
Plak! Plak!
"Ahhh!..." Giselle memejamkan mata saat kedua buah pantatnya ditampar dan dir*mas. "Bisa pelankan sedikit?."
Pria itu malah semakin liar ia menghentakkan miliknya saat hendak mencapai puncak. "Kau yang menyuruhku mempercepatnya bukan? Sssh!..."
Pria itu ******* buah dada yang naik turun, mempercepat hentakannya membiarkan erangan kenikmatan mereka lolos mengisi seluruh ruangan.
"Aaaaaakkkh!...." D*sah keduanya saat mencapai puncak.
"Keluarkan di luar." Suruh Giselle saat merasakan miliknya hangat.
Pria itu mencabut miliknya membiarkan cairan putih tumpah di atas perut Giselle. Setelahnya ia ikut berbaring di samping Giselle nafas keduanya terengah-engah.
"B*jingan kau langsung menculik dan membawaku ke hotel.." Ujar Giselle kepada pria yang tersenyum puas itu.
__ADS_1
"Aku tahu kau juga merindukan sentuhan liar ku." Balasnya kembali mencumbu area dada Giselle layaknya bayi kehausan.
"Aku masih lelah jangan dilanjut sekarang." Lirih Giselle saat pria itu kembali menggesekkan miliknya pada milik Giselle.
"Aku belum puas kau istirahat saja."
"Aaakkhh!." Pekik Giselle saat miliknya kembali terasa penuh dengan milik pria itu.
"Suamimu pasti tidak pernah memberikannya bukan?." Bisik nya.
"M-mmmh!... Seberapa besar cintaku padanya tidak akan membangkitkan hasrat Sam jika bukan aku yang ada di hati pria itu."
"Kini ada aku." Pria itu kembali mengguncangkan tubuh polos Giselle membiarkan d*sahan indahnya keluar melantun indah.
"Kita sama-sama mencari kepuasan yang seharusnya dilakukan bersama orang yang kita cintai." Ucap Giselle.
"Pers*tan dengan itu!."
Setelah mencapai puncak dan merasa puas ia berbaring di samping Giselle. "Setelah sekian lama aku kembali bertemu dengannya."
Giselle menatap pria itu. "Apa kamu serius Rey???."
"Ya."
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗