
Prok prok prok!
Semua tamu berdiri serta bertepuk tangan setelah Sam dan Naura saling memasangkan cincin pada jari manis masing-masing, resmilah hubungan keduanya di mata mereka sebagai sepasang kekasih yang akan melangkah ke jenjang pernikahan.
"Apa papa bahagia?." Tanya Novan pada Arga.
Arga yang sedang menatap penuh haru hanya mengangguk. "Dua insan yang keduanya tidak ingin berpisah maka itulah yang disebut jodoh, papa bahagia walaupun waktu itu sempat menentang hubungan mereka berdua karena masalah Giselle."
Novan menghela nafas lega ia senang karena tidak ada keterpaksaan dalam diri Arga dalam merestui hubungan Naura.
Tampan berwibawa juga cantik berkharisma, keduanya sangat serasi memanjakan bagi setiap mata yang melihat. Para tamu undangan juga para petinggi dan saudara memberi selamat juga mengabadikan momen itu dalam sebuah foto.
Sam tak henti-henti tersenyum menatap wajah cantik yang dipercantik itu. "Bolehkah aku menciummu?." Bisik nya tak tahan.
"Bukan waktu yang tepat kita belum menikah."
"Ayolah." Rengek Sam. "Bagi mereka saja kita belum menikah."
"Haish." Naura menyuruh fotografer untuk mengabadikan momen saat Samuel mencium pipinya lama.
__ADS_1
Semua orang yang ada di sana menyoraki mereka karena keromantisan itu.
Acara berlangsung meriah juga lancar, setelah acara selesai satu persatu tamu pamit untuk pulang hanya menyisakan keluarga Sam juga Naura.
Setelah mengabadikan momen dua keluarga besar itu berkumpul di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu.
"Untuk acara pernikahan kami ingin menyelenggarakannya satu minggu lagi dari sekarang, bagaimana dari pihak Naura?." Mulai Dirga menyampaikan maksud.
"Kami setuju saja." Spontan mama Merry yang diangguki Novan juga Lisa, namun Arga tak langsung menjawab.
"Secepat itu?." Tanya Arga.
Sam tersenyum. "Aku tidak ingin lama-lama om untuk mempersunting Naura, kebetulan dua minggu ke depan aku akan sangat sibuk kembali menjalankan proyek."
"Aku ikut saja pah di sini hanya menunggu jawaban dari papa."
"Ya sudah walaupun waktunya tampak dekat jika kalian setuju sebagai orang tua papa akan mengurusnya untuk mempersiapkan itu semua." Lanjut Arga.
Mama Renata dan Dirga tersenyum. "Baiklah, sepertinya kita akan sering bertemu calon besan untuk mengurus pernikahan anak kita nanti."
Merry dan Arga tersenyum. "Tentu saja calon besan."
__ADS_1
Mereka melanjutkan obrolan untuk acara pernikahan yang akan dilakukan secara besar-besaran, hingga tak terasa waktu sudah larut malam dan kini keluarga Sam izin pamit untuk pulang.
Keluarga Naura mengantarnya hingga halaman sampai mobil mereka hilang dari pandangan.
Setelahnya mereka kembali masuk ke dalam begitupun Naura juga langsung memasuki kamarnya untuk membersihkan diri.
"Ma papa merasakan kejanggalan, apa harus menikah secepat ini?." Ujar Dirga.
"Kenapa? apa papa kurang modal?." Sengaja Merry.
"Ck bukan, bukan papa tak setuju tapi aneh saja seperti diburu-buru. Apa mereka saat di Bali melakukan hal yang tak diinginkan!?." Lanjut Arga.
"Gak mungkin pah apa bukti dari Andre yang menunjukkan keduanya beda hotel kurang bukti bagi papa?."
"Kayak mama gak tahu aja anak muda jaman sekarang."
"Mama percaya sama anak sendiri pah, udah ah jangan mikirin apa-apa Sam begitu menjunjung tinggi kepercayaan yang diberi." Timpal Merry.
Arga tak langsung menjawab ia juga tak menyalahkan jawaban istrinya, ini mungkin perasaan dia yang sebentar lagi akan melepaskan anak bungsunya bersama pria pilihan. "Oke cepat nikahnya cepat juga papa nanti dapat cucu dari mereka."
"Iya itu." Timpal Merry lega.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗