
.
Sam dan Naura pindah posisi keduanya kini duduk berhadapan di ruang tamu CEO. "Sepertinya Rey akan menemuiku kembali." Ucap Naura.
"Ck! Aku akan segera mengumumkan hubungan kita agar semua orang tahu kamu milikku dan aku milikmu, aku sudah sangat ingin bersama-sama dengan bebas sayang." Timpal Sam meyakinkan, apalagi ia tahu jika Merry sudah mengetahuinya mendengar kabar dari Naura.
"Bagaimana dengan papa?." Timpal Naura.
"Aku akan datang dan bicara baik-baik kepadanya."
"Oke setelah bicara sama papa, aku tak keberatan jika hubungan kita semua orang tahu Sam." Lirih Naura seraya tersenyum.
Mendengar itu Sam sangat lega ia hanya berharap jika Arga akan menyetujui hubungan keduanya. "Oke."
Sam melirik jam tangannya. "Sayang aku harus segera pergi dan kembali ke perusahaan."
Wajah Naura tampak cemberut ia masih ingin lama-lama menghabiskan waktu bersama Sam. "Ya sudah pergi saja!."
"Ada apa dengan wajah itu?." Sam beralih duduk di samping Naura mengangkat tubuhnya ke atas pangkuan.
"Kau sibuk kan? yasudah pergi saja kenapa masih di sini?." Balas Naura.
Sam terkekeh ia gemas dengan sikap Naura yang mulai manja kepadanya. "Aku tidak mungkin pergi meninggalkan dirimu dengan wajah seperti ini."
"Sebenarnya aku masih ingin ditemani tapi tak apa pergilah." Jujur Naura ia juga tak mungkin menghalangi kesibukan kekasihnya.
Sam diam tak menjawab apa-apa ia tak yakin dengan jawaban kekasihnya.
"Iya tak apa pergilah aku juga ada sesuatu yang harus diurus." Lanjut Naura seraya mengembangkan senyum manis.
Cup!..
__ADS_1
Naura mengecup bibir Sam lama. "Pergilah aku tidak fokus jika kamu ada di sini."
Saat Sam hendak melahap bibir sexy itu Naura menahannya dengan telunjuk.
"Why sayang? buka sedikit bibirmu aku ingin menciumnya." Rengek Sam.
Naura menggeleng. "Takutnya nanti kebablasan."
Sam menatap tajam wajah cantik itu. "Oke no problem sampai waktunya tiba tak akan ku ampuni!." Sebelum Naura turun dari pangkuan, Sam mencium kening dan pipi kekasihnya.
Sam membawa hadiah yang dibawa Rey untuk Naura, ia tak terima dan akan Sam berikan kepada pembantunya di rumah.
.
Sore pukul 17:00
Naura sengaja pulang bersama papanya.
"Walaupun jadwal lebih padat aku menyukainya pah."
Arga tersenyum. "Tumben mau pulang bareng papa biasanya juga tidak, ada apa ini?."
"Aku mau nikah pah."
Ckiiiittt!!
Arga terkejut spontan di rem mendadak. "Nikah!??."
Dengan raut wajah sedikit malu Naura perlahan mengangguk.
Arga yang masih syok melajukan kembali mobilnya. "Apa kamu becanda Naura ini seperti bukan dirimu? dengan siapa? bahkan kau juga tidak pernah mengenalkan pria kepada papa."
__ADS_1
"Dengan kekasihku yang sering ku bicarakan."
"Kamu tidak memberi tahu siapa dan sosoknya bagaimana." Potong Arga kurang yakin. "Apa kau hamil di luar nikah sehingga tiba-tiba seperti ini ha!?."
"Ayolah pah aku serius yang benar saja."
"Papa juga serius!."
"Dengar dulu pah, aku tidak hamil demi Tuhan aku serius bicara seperti ini sama papa. Aku ingin memperkenalkannya kepada kalian, tapi papa jangan terkejut karena papa sendiri sudah tahu dan mengenali pria itu." Lanjut Naura.
"Tunggu, apa kau balikan lagi sama Rey!?." Panik Arga.
"Bukan pah."
Arga merasa lega. "Oke katakanlah siapa orang itu jika benar-benar papa tahu dan mengenalinya."
Naura meremas ujung baju ia menghela nafas sebelum menyebutkannya. "Dia Sam, Samuel Dirgawijaya."
Ckiiiiittttt!!....
"Pah!." Naura terkejut karena ini kedua kalinya rem mendadak.
Arga menatap intens putrinya. "Katakan sekali lagi siapa pria yang jadi kekasihmu itu?."
"Sam, Samuel Dirgawijaya."
Tampak Arga terdiam tatapannya lurus ke depan tak menjawab apa-apa. "Kita lanjutkan nanti di rumah." Ujarnya yang kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
.
.
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗