Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 50


__ADS_3

.......


Naura menatap langit-langit kamar ia bingung dengan situasi saat ini. "Sudah ku duga percintaan memang rumit dan susahnya lagi sekarang aku terjebak."


"Kau akan membantah om Arga?." Tanya Nesy yang tak menyangka juga.


"Itu bisa jadi akan ku lakukan, melepas Sam dan menikah dengan orang lain aku tak mungkin mencintainya dengan tulus mending tidak menikah saja dan menjalani hubungan terlarang." Timpal Naura yang sangat malas jika gagal dalam percintaan lagi.


"Padahal tidak ada yang perlu ditakutkan jika keluarga besar tahu, toh kamu juga menjalin hubungan dengan Sam setelah ia bercerai dengan Giselle." Ucap Nesy.


"Entahlah Nes aku juga bingung." Balas Naura seraya berdiri mengambil jaket dan kunci mobilnya.


"Tunggu, kau mau kemana ini sudah malam!?."


"Menghirup udara segar." Singkat Naura seraya berlalu pergi.


Nesy hanya menghela nafas berat ia tidak terlalu khawatir karena Naura sendiri jago bela diri, yang ia khawatirkan suasana hati Naura yang pasti begitu rumit saat ini.


.


Di kamar


"Ini langka pah kita sudah lama menanti Naura untuk menikah bersama pria pilihannya, kapan lagi dia akan seperti itu!? mama takut dia kembali menutup hati setelah hubungan dia dengan Sam papa larang!." Ujar Merry mengeluarkan unek-uneknya. "Udah fix gagal kita jadi orang tua, kebahagiaan anak saja dikesampingkan."


Arga memijit pusing kening.


Brummmm!...

__ADS_1


Terdengar suara mobil.


Dua orang tua itu langsung mendekati jendela melihat ke halaman, terlihat Naura melajukan mobilnya keluar dari Mansion tanpa izin kepada mereka berdua.


"Naura!." Teriak Arga dari lantai atas yang tentu saja tak didengar Naura. "Kemana anak itu malam-malam?."


Merry yang sudah menebak akhirnya bagaimana, ia hanya menatap jengkel kepada Arga.


"Mama juga seharusnya berada di pihak papa."


Merry menggeleng. "Kali ini enggak, mama di pihak Naura sebagai putriku sendiri, lebih mengedepankan kebahagiaannya dari pada orang lain!."


"Mama benar-benar heran sama papa sangat menyukai Sam namun tak mau jika mereka harus menikah." Tegas Merry penuh penekanan. "Mama tidur di kamar tamu." Lanjutnya kecewa seraya keluar dari kamar.


"Ma!??." Panggil Arga yang tak digubris.


Arga frustasi ia memijit pusing kening, anak dan istrinya mengacuhkan tak menggubris dia, hanya karena Arga lebih berpihak pada kebahagiaan adik tersayangnya Maria. "Aku sangat sayang pada putriku tapi menjaga hubungan dengan Maria harus ku lakukan demi almarhumah mama."


.


Ting tong!


Sam yang sedang mengotak-ngatik laptop di halaman samping menoleh pada gerbang utama, tampak bodyguardnya menghampiri.


"Tuan ada tamu."


"Siapa? Andre?."

__ADS_1


"Naura katanya."


Tanpa pikir panjang Sam langsung berdiri dari duduknya berjalan menuju gerbang, benar saja itu Naura dan Sam pun langsung mempersilahkan masuk membiarkan bodyguardnya yang membawa mobil Naura untuk parkir.


"Kamu tidak mengangkat teleponku dan tiba-tiba datang ke sini apa maksudnya Ra?." Tanya Sam ia senang namun aneh rasanya karena Naura tidak seperti ini sebelumnya.


"Hanya ingin bertemu saja, gak boleh emang?." Timpal Naura sengaja.


Sam terkekeh ia merasa gemas melihat penampilan Naura yang hanya mengenakan baju tidur sepaha, rambut di kuncir dan kacamata bulat. Begitu cantik pikirnya.


Kini keduanya berada di ruang tengah duduk bersampingan, bibi pembantu membawa jamuan istimewa.


"Apa Rey mengganggumu lagi?."


Naura menggeleng. "Sam.."


"Hmmm?." Balas Sam yang menikmati wajah cantik nan manis kekasihnya. "Kau masuk ke dalam rumahku maka tidak bisa keluar lagi Ra."


Naura menyunggingkan senyum tipis ia mengelus rahang tegas Sam yang membuat pria tampan itu sedikit terkejut. "Aku merindukanmu."


Sam menahan tangan Naura. "Jangan menggodaku atau kau tahu sendiri akibatnya."


"Aku menginginkan akibatnya." Potong Naura sengaja.


"Kau memang pemberani sayang tapi ayolah jangan membangkitkan hasratku saat hubungan kita belum resmi." Timpal Sam yang tetap pada pendirian berharap imannya kuat.


Cup...

__ADS_1


Naura mengecup leher jenjang Sam menyesapnya lama meninggalkan bekas kepemilikan di sana. "Aku capek ingin melakukan pelepasan seperti yang waktu itu, apa boleh?." Bisik Naura.


"Oh ****!." Lirih Sam saat imannya diguncang hebat.


__ADS_2