
3 Minggu kemudian..
Naura sudah kembali sehat dan bugar pasca melahirkan, perusahaan yang ia pegang kini Sam yang mengambil alih. Ia hanya ingin istrinya fokus pada anak juga keluarga.
Namun walaupun seperti itu Naura juga masih sering ke perusahaannya untuk melihat perkembangan proyek yang sempat beberapa bulan lalu ia rancang.
Seperti hari ini setelah olahraga ringan Naura memilih mandi bersama baby Ken.
"Papa sudah berangkat ya, kamu sama mama." Lirih Naura dengan penuh kasih sayang merawat Ken.
Bayi tampan itu hanya menggerakkan kedua tangan juga kakinya saat dimandikan sang mama seolah ingin ikut bicara.
Setelah selesai Naura memakaikan baju mengurusnya dengan telaten, tampak Ken lapar Naura langsung menyusuinya. "Sayang lapar sayang, hmmm?."
Bayi itu tampak senang, tangannya memegang erat jari telunjuk Naura.
Beberapa menit berlalu, kini baby Ken tertidur setelah disusui. Dengan perlahan Naura meletakkannya di tempat tidur, setelahnya ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Di luar rumah Nesy masuk bersama putrinya Selena.
"Naura ke kantor gak bi?." Tanya Nesy.
"Ada non tadi sepertinya habis olahraga."
"Oh oke, mungkin sedang memandikan baby Ken."
__ADS_1
"Sepertinya begitu non." Ramah si bibi seraya membawa jamuan.
Tidak lama Naura keluar kamar ia menuruni anak tangga menuju Nesy. "Hai Nes."
"Bibi Ken dimana?." Tanya Selena.
Naura gemas langsung menggelitik putri sahabatnya itu. "Ken ada lagi tidul katanya tadi lapal makanya bibi kasih makan." Balas Naura mengikuti gaya bicara Selena.
Selena hanya terkekeh.
"Tumben Nes ada apa?." Tanya Naura duduk di samping sahabatnya.
"Sam Ra...."
"Kau tahu? 3 hari yang lalu dia hampir melukai pimpinan proyek yang bekerjasama dengan kita." Mulai Nesy.
"Sam tidak bilang apa-apa, apa ini menyangkut diriku?." Balas Naura yang sudah menduga.
"Tentu saja, kau tahu orang Jepang itu kan nah dia ngotot ingin ketemu sama kamu. Sam sendiri tentunya menolak tak sudi jika kalian bertemu, dan proyek itu pun digagalkan kedua pihak sehingga kita mengalami beberapa penurunan." Lapor Nesy yang membutuhkan peran Naura.
"Sam memang begitu Nes seperti kau tak tahu saja, tak apa aku akan bicara dengannya untuk kembali memilih beberapa pemimpin untuk menjalankan proyek itu." Balas Naura.
"11 12 sama Andre ternyata, kita tidak boleh bertemu lelaki padahal mereka juga di sana sering bertemu banyak wanita." Ketus Nesy mengingat bagaimana posesifnya Andre.
Naura terkekeh diikuti Nesy.
__ADS_1
.
Sore hari pukul 17:00
Sam masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di bagasi, ia berjalan menuju kamar untuk melihat dua kesayangannya.
"Ken papa pulang..."
Pintu dibuka terlihat Naura sedang bermain dengan putranya, melihat Sam pulang Naura langsung menyambut serta membantu suaminya melepas pakaian kantor.
"Mamanya tak disebut?." Lirih Naura.
Sam mengembangkan senyum ia meletakkan tangan kekarnya di pinggang ramping Naura, pria itu mencium seluruh wajah cantik sang istri hingga menetap lama di bibir saling pagut satu sama lain.
Ciuman panas keduanya terlepas saat baby Ken menangis, mereka pun menghampiri anaknya.
Cup cup cup cup cup!
Sam mencium putranya. "Kenapa? ada apa sayang? papa di sini nak tadi sama mama dulu baru sama Ken."
Ken menatap intens wajah Sam ia bermain dengan wajah papanya menyentuh sana-sini sambil berceloteh, Naura yang melihat itu hatinya terasa hangat berharap kebahagiaan ini tidak pernah sirna.
.
Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan buat othor. Like, rate, serta beri komentar di bawah!..🤗
__ADS_1