Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 62


__ADS_3

.


Kediaman Naura


Papa Arga menghampiri Merry yang sedang asyik menyiram bunga-bunganya. "Ma Naura beneran liburan bareng Sam tanpa ditemani Nesy?."


"Iya, biarin aja pah toh mereka juga udah pada dewasa tahu batasan kan." Balas Merry.


"Khawatir aja mereka belum menikah." Resah Arga takut anaknya di apa-apain.


"Gak papa mau cucu bukan?." Sengaja Merry.


"Heh ma!." Jengkel Arga yang digoda sang istri. "Mereka berdua CEO jadi harus baik namanya sampai kapanpun."


"Naura dan Sam juga tahu tenang saja, jangan sampai papa menyudutkan hubungan mereka berdua lagi." Timpal Merry.


"Hmmm papa berusaha."


"Oh iya." Merry teringat sesuatu. "Tadi Maria bicara apa sama kamu pah? apa dia terus menghasutmu untuk memisahkan Sam dengan Naura?."


Tampak pria paruh baya itu menghela nafas berat. "Maria hanya minta tolong akan kondisi Giselle saat ini yang memprihatinkan, secara dia kan sedang mengandung namun karena sikapnya ia menyakiti diri dengan mengurung diri berhari-hari."


"Sampai saat ini apa sudah ada info mengenai ayah kandung dari anaknya?."


"Giselle kukuh jika itu anak Sam bahkan ia rela mati untuk membuktikan ucapannya." Timpal Arga ikut frustasi.


"Ada apa dengan anak itu? pasti pusing jadi Maria."

__ADS_1


"Papa sedang menyelidikinya namun bukti yang didapat belum kuat."


Merry terdiam. "Kapan dia akan berdamai dengan kenyataan?."


"Entahlah ma kita lanjutkan saja persiapan untuk acara tunangan nanti."


"Oke."


.


Cklek


Nesy yang sedang melepas pakaian kerja terkejut, ia sontak menoleh ke belakang saat seseorang masuk begitu saja ke dalam kamarnya. "Andre!?."


Andre mengunci pintu kamar itu. "Lanjutkan saja jangan terganggu."


"Tidak ada yang salah aku masuk ke dalam kamar istriku sendiri." Sengaja Andre sambil melangkah mendekati Nesy yang menatap tajam ke arahnya.


"Ayolah kita akan bercerai dan cepat tanda tangani surat itu." Tunjuk Nesy ke arah nakas.


Andre menggeleng. "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan mu, aku tahu ini juga bukan keinginanmu tapi ingat saat kita bersama setelah sejauh ini melaluinya. Mama biar jadi urusanku jangan dengar apa katanya, tolong jangan siksa diriku dan perasaanmu juga."


Nesy meremas ujung baju kuat ia sudah bersikeras tidak akan goyah keputusannya sudah bulat. "Aku capek Ndre kau beristirahatlah di kamar tamu."


Nesy memilih melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Ck!."

__ADS_1


Andre menyusul Nesy dan ikut masuk ke dalam kamar mandi, tentunya Nesy terkejut. "Kau gila?."


"Tidak, aku sedang menyusul istriku sendiri.


"Ndre ayolah." Rengek Nesy kesal.


Andre mengelus wajah cantik itu. "Sayang ikuti kata hati bukan ego tidak kasihan kah dengan Selena?."


Nesy menggigit bibir bawahnya bimbang. "Aku mau mandi Ndre bisa bicara nanti saja bukan di sini?."


Andre mengembangkan senyum penuh maksud. "Aku juga mau mandi, tadi kamu mengajaknya."


Ssrrrrrrr....


Nesy terkejut saat air shower yang tiba-tiba mengguyurnya akan ulah Andre. "Ndre!!."


Andre juga mengguyur tubuh di bawah shower, tatapannya dalam terhadap wanita yang dicintainya itu. Saat Nesy hendak beranjak ia menariknya ke dalam dekapan, mencium rakus bibir yang sudah lama menghindarinya.


"Mmmhh!." Nesy berontak namun kekuatannya beda jauh.


Andre menarik jas yang digunakan Nesy untuk menutup dadanya sehingga keduanya kini sama-sama telanjang dada, tangan kekar itu bermain lihai pada dua gundukan kencang yang indah tanpa pembungkus.


"Ndre.. Aah!.." Erang Nesy ia ingin mengumpat namun sama-sama menginginkannya juga.


Andre membalikkan tubuh Nesy ia mencumbu punggung mulus itu penuh hasrat.


__ADS_1


TBC


__ADS_2