Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 72


__ADS_3

Hari berikutnya..


Naura mengambil seluruh barang-barangnya dari rumah Arga, ia menatap lekat semua barang banyak yang diangkut. Naura masih tak menyangka jika ia kini sudah menikah padahal waktu itu sangat tidak tersirat sama sekali.


"Patuh ya awas jangan membangkang sama Sam dia suamimu sayang." Ucap Merry.


"Iya mam, jika dia tak berulah mana mungkin aku macam-macam."


Naura datang ke sana sendirian sementara Sam pagi-pagi buta sudah pergi ada urusan di perusahaan yang mengharuskan ia tak bisa mengantar Naura, namun Naura tak mempermasalahkan itu.


Sebelum pergi Naura berpelukan dengan kedua orang tuanya, bisa dikatakan ia kini akan memulai kehidupan baru.


"Sering-seringlah datang ke sini ya." Ucap Arga yang diangguki Naura.


"Of course pap."


"Yasudah pergilah sayang."


Naura pun masuk ke dalam mobil menancap gas mobilnya membelah jalanan raya meninggalkan pelataran rumah kedua orang tuanya.


Naura menyuruh orang kepercayaan untuk menata barang-barangnya di mansion Sam, sementara ia akan langsung pergi menuju perusahaan. Tidak ada kata libur bagi Sam maupun Naura sendiri, mereka berdua selalu pulang malam karena padatnya jadwal.


.


.

__ADS_1


Tak terasa dua bulan berlalu..


Karena hari ini hari libur Sam mau pun Naura menghabiskan waktu bersama di gym pribadi, metabolisme tubuh keduanya harus tetap sehat dan bugar.


Setelahnya mereka berjemur di bawah sinar matahari pagi.


"Sam.." Lirih Naura seraya menoleh pada pria tampan yang duduk di sampingnya itu.


"Hmmm?." Samuel membalas tatapan hangat Naura. "Apa sayang?."


"Tumben tak menghindar lagi gak kayak biasanya?." Lanjut Sam sengaja, yang menyindir sikap istrinya akhir-akhir ini.


"Haish." Merona Naura. "Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan, sebenarnya mau kemarin-kemarin namun karena kita sama-sama sibuk jadinya sekarang."


"Apa itu?."


Sebelum membuka Sam menatap lekat wajah cantik istrinya seraya mengecup tangan atas Naura. "Jangan bilang ini surat izin proyek baru dan kau pergi ke luar kota, aku tak menyetujuinya Ra!."


"Enggak, buka dulu."


Sam tak yakin namun dengan perlahan ia pun membukanya.



Tampak Sam tak berkedip ia mematung menatap isi dari dalam kotak.

__ADS_1


"Bagaimana?." Tanya Naura tersenyum.


"I-ini apa maksudnya? apa kau hamil sayang?." Terbata Sam seolah tak percaya.


Naura meraih wajah tampan Sam agar menatapnya intens. "Iya aku hamil, kalo itu tes pack milik Nesy gak mungkin aku tunjukkan."


"Haha." Sam tertawa namun matanya berkaca-kaca membuat Naura bertanya-tanya. "Hahahahahahaha."


GREPH!


Samuel sontak memeluk tubuh istrinya erat menciumi wajah cantik itu tak henti-henti. "Terimakasih sayang terimakasih, oh Tuhan aku tak pernah sebahagia ini." Air mata Sam jatuh.


Naura tersenyum bahagia keduanya berpelukan, melihat Sam yang menangis Naura pun ikut menangis. "Padahal kita merencanakan anak ini dari jauh hari ya tanpa ikatan resmi." Ucap Naura.


Sam menjitak pelan dahi Naura. "Aku begitu kesusahan menahan hasrat kala itu, sedangkan kau fine-fine saja puas menggodaku."


Naura terkekeh.


Sam tak peduli ia memeluk tubuh Naura mengelus lembut perut yang masih rata itu. "Aku akan jadi ayah."


"Iya,"


Kepala pelayan yang melihat dan seorang bibi pembantu tersenyum bahagia, ikut terharu menyaksikan moment tuannya. Ini yang dinanti-nanti tuannya dari dulu, sekarang setelah hadirnya Naura banyak perubahan besar yang terjadi dalam hidup Samuel.


.

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗


__ADS_2