Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 45


__ADS_3

"Kau penasaran siapa wanitanya?." Tanya ulang Rey kepada Giselle.


"Hm, kau tidak perlu merahasiakan siapa dia aku juga wanitamu walaupun hanya wanita pelampiasan namun kita juga saling membutuhkan peran." Balas Giselle.


Tampak Rey terdiam entah apa yang ada dipikirannya ia bahkan memijit pusing kening. "Lupakan, Giselle kurasa Sam tidak akan pernah percaya jika itu anaknya, berhenti saja mengejar pria itu kau tidak memikirkan perasaanku saat anakku sendiri akan diganti status menjadi anak orang lain."


"Aku hamil kau juga tidak akan menikahiku Rey? dan kau sendiri masih mencintai masa lalumu itu bukan?." Timpal Giselle. "Tapi bagaimana ya? jika wanita di masa lalumu tahu saat pria ini yang mengejarnya nanti sudah memiliki anak dengan wanita lain, woah pasti ia syok."


Rey geram ia juga berpikir ke sana. "Kalau begitu gugurkan saja sepertinya janin itu menghambat tujuan kita berdua."


"Gak! aku akan memanfaatkannya." Kukuh Giselle.


"Ibu macam apa kamu ini, bagaimana ia tumbuh nanti jika hanya dijadikan alat?." Ujar Rey yang masih memiliki rasa kasihan.


"Dari pada bapaknya yang nyuruh untuk digugurkan, masih mending aku lah Rey!." Potong Giselle jengkel.


Keduanya sama-sama terdiam bingung mencari jalan yang tepat dan menguntungkan.


"Aku akan menemui Sam dan anak ini harus tetap hidup." Ucap Giselle ia berdiri hendak pergi, sebelum pergi ia mengecup lembut bibir Rey bentuk pamitan.


Rey menatap kepergian wanita simpanannya, ia benar-benar tidak memiliki rasa sedikit pun kepada Giselle. Keduanya hanya sepakat bersama untuk melampiaskan hasrat juga partner di atas ranjang.


"Kapan aku bisa bertemu dan bicara kembali denganmu." Lirihnya seraya menatap sebuah foto pada handphone. "Aku mencintaimu walaupun aku sadar aku menyakitimu Naura."

__ADS_1


Rey menghubungi seseorang di seberang sana. "Aku butuh bantuanmu pertemukan kita berdua dengan baik!."


"Oke pak Rey."


Setelah berucap Rey mengakhiri panggilan. "Selama ini Naura tidak terlibat rumor dengan pria manapun, ku rasa ia masih mencintaiku. Oke baby aku datang kembali padamu." Yakin Rey, ia dapat memastikan jika Naura akan kembali menerimanya.


.


Perusahaan


Tepat hari ini Naura ditetapkan sebagai pengganti papanya yang akan memimpin perusahaan, semua para petinggi dan para karyawan memberi tepuk tangan menyambut hangat pemimpin baru mereka.


Novan sendiri datang dari Singapura menyaksikan serah terima jabatan itu, Sam yang hadir tersenyum bangga dari kejauhan. Rasanya ia ingin mengucapkan selamat secara pribadi namun hubungan keduanya masih sembunyi ia mengurungkan niat hanya salaman seperti pada umumnya.


Setelah acara selesai Naura memasuki ruangan barunya, ruang dimana ia akan mengabdi sebagai pemimpin. Tampak di sana ada Novan. "Selamat ya dik jadilah pemimpin yang benar-benar pemimpin!."


"Istirahatlah sebelum bekerja, kakak menemui papa dulu dan juga kekasihmu itu." Sengaja sindir Novan membuat Naura tersenyum.


"Kak...." Naura memberi kode untuk bungkam.


"Kau pikir aku tak tahu ha?." Timpal Novan. "Yasudah nikmati waktu luang mu."


"Oke."

__ADS_1


Novan berlalu pergi hanya menyisakan Naura di sana, Naura duduk di kursi kebesarannya dengan perasaan lega karena sudah berhasil sampai di titik ini dengan proses yang tak mudah tentunya.


Tok tok tok!


Bodyguard penjaga ruang CEO masuk. "Nyonya ada yang ingin bertemu dengan anda."


"Siapa?." Balas Naura.


"Dia mengaku teman lama nyonya yang ingin bertemu untuk memberikan ucapan selamat."


"Suruh saja masuk." Balas Naura tak mau ribet.


Bodyguard mengangguk ia keluar dari sana, tidak lama pintu terbuka kembali dan masuklah seseorang ke dalam. "Selamat siang Naura."


Naura langsung berdiri dari duduknya saat melihat siapa yang datang. "Rey!."


Rey tersenyum dengan membawa bunga dan juga hadiah branded, ia melangkah menghampiri Naura. Sementara Naura terdiam perasaannya tak menentu saat pria itu datang bahkan dengan sengaja.


Rey meletakkan hadiah yang dibawanya di sana. "Untukmu.."


"Aku datang ingin bertemu sekaligus mengucapkan selamat atas jabatan barumu." Lanjut Rey tatapan matanya tak lepas dari wanita cantik itu ia sangat kagum. "Maaf mengejutkanmu Naura, aku bahagia saat melihat dirimu kembali seperti saat ini."


.

__ADS_1


.


Tinggalkan jejaknya ya like, comen dan rate sebagai dukungan buat othor!.🤗


__ADS_2