Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 58


__ADS_3

"Kita sebenarnya sudah menikah pah." Potong Naura yang membuat semua orang di sana menoleh.


"What!!??."


Sam menatap lekat manik Naura yang juga menatap ke arahnya, Naura menggigit bibir ia tak seharusnya mengatakan itu sekarang biar jadi rahasia dulu. "Enggak pah maksudku jika kita sudah menikah nanti, aku akan segera memberikan papa cucu."


"Kirain papa apa."


Semua yang ada di sana tertawa untuk menutupinya.


"Dalam waktu dekat aku akan melamar Naura om." To the point Sam yang memang ingin secepatnya.


Arga menatap Merry. "Jika kalian sudah yakin kami pastinya mendukung."


Sam tersenyum ia sangat bahagia. "Terimakasih om."


"Mulai belajarlah panggil papa sekarang." Timpal Arga dengan kekehan membuat semua yang ada di sana ikut tertawa kecil.


Perasaan hangat menyelimuti dua keluarga itu dimana mereka mengobrol untuk rencana pertunangan yang akan segera dilakukan.


.


Lantai dua

__ADS_1


Sam menghampiri Naura yang sedang berdiri menikmati angin malam di atas balkon, sementara kedua orang tua mereka asyik mengobrol di lantai bawah.


Naura terhenyak saat sebuah tangan kekar mulai melingkar pada perut rampingnya. "Sam!? mengagetkanku saja."


Sam tersenyum ia mengeratkan pelukan. "Besok semua orang akan tahu mengenai hubungan kita sayang."


"Hmm."


"Hanya hmm?." Timpal Sam seraya meraih wajah cantik Naura agar menatapnya. "Hmm?."


Naura terkekeh ia mencubit hidung mancung Sam. "Jangan marah itu yang terlintas di benakku, tentunya aku senang akan hal itu."


Barulah Sam kembali mengembangkan senyumnya. "Aku ingin menginap di sini."


"Ada mama yang bantu."


"Tapi kan aneh rasanya walaupun aku sendiri mau kamu di sini Sam." Lirih Naura mengelus lembut rahang tegas suaminya.


"Bisa kita pindah ke kamar?." Bisik Sam.


Pipi Naura merona namun ia menganggukinya, Sam pun mengangkat tubuh Naura membawanya masuk ke dalam kamar wanita itu.


Sam duduk di atas kasur dengan posisi Naura di atas pangkuannya, mata keduanya saling tatap seolah mengisyaratkan perasaan masing-masing.

__ADS_1


"Lanjutkan malam kemarin?." Bisik Naura bertanya.


Sam tersenyum, perlahan tangannya memasuki baju Naura meraih sesuatu yang bergantung indah mer*masnya dengan lembut di sana. "Aku sudah tak tahan sayang tapi sekarang waktunya tidak mendukung, aku ingin melakukannya dengan baik tanpa penghalang."


"Emmm." Balas Naura yang mulai tegang ter*ngsang akan ulah tangan liar Sam pada area dadanya. "Jika tidak sekarang jangan sengaja membuat tubuhku menginginkan lebih atau kau ku tiduri saat ini Sam!."


"Candu, aku menyukainya Ra." Timpal Sam dengan tatapan sayu, tangannya menyentuh bibir sexy Naura. "Buka sedikit bibirmu."


Naura perlahan membuka bibirnya, tanpa pikir panjang Sam menciuminya penuh nafsu ******* dengan agresif menyesap setiap inci manis bibir wanita yang dicintainya atas dan bawah bergantian.


"Emmh..."


Lidah keduanya beradu membuat bibir basah, Sam mendorong tubuh Naura ia menindih istrinya tanpa melepas cumbuan. "S-Sam aku tak mau jika kenikmatannya tertunda seperti malam kemarin, lebih baik lain kali saja karena waktunya belum tepat."


"Ikut pulang ke rumahku bagaimana?."


Naura tahu jika permintaan suami tidak boleh ditolak. "Bagaimana dengan papa?."


Tampak Sam terdiam. "Aku tak mau istriku banyak masalah, di sini aku yang mengalah namun besok kita akan menghabiskan waktu bersama di Bali."


Naura mengangguk. "Oke."


Sam merubah posisi menjadi duduk begitu pun dengan Naura, keduanya berencana akan honeymoon di sana tanpa gangguan siapa pun. "See you sayang." Sebelum pergi Sam mencium kedua pipi Naura.

__ADS_1


"See you my Sam."


__ADS_2