
.......
Naura menatap Sam yang tengah berenang, setelah puas Sam naik ke permukaan mengganti celana basahnya dengan handuk dan ikut duduk di samping sang istri.
"Besok kita sudah kembali ke Jakarta sayang." Lirih Sam.
Naura mengangguk dan mengangkat minumannya lalu mereka berdua bersulang. "Kita honeymoon lagi di tempat berikutnya. setuju?."
Sam tersenyum seraya menarik wajah Naura mencium bibirnya lama. "Setuju."
"Aih bibirku bengkak karna mu." Rengek Naura.
Sam memainkan kedua pipi lembut istrinya karena gemas. "Kau tahu candu hmm? itu jawabannya."
Naura hanya pasrah.
"Setelah resepsi pernikahan nanti dan kita tinggal satu atap, apa kamu akan terus memimpin perusahaan sayang?." Tanya Sam sambil memakan hidangan di sana begitu pun Naura.
Naura tak langsung menjawab. "Aku sendiri bingung Sam kau juga pasti mengerti."
"Aku mau kamu tetap di rumah fokus pada rumah tangga kita biar aku yang bekerja, untuk perusahaan nanti akan ku bicarakan sama papa Arga kemungkinan akan ku beli seluruh sahamnya." Timpal Sam.
"Bukan hal berat sebenarnya aku juga menyukai bergelut dalam dunia politik sayang." Balas Naura.
__ADS_1
Sam mengerutkan kening. "Sayang? kamu barusan panggil aku sayang?."
Naura menoleh ke arah lain dengan pipi yang merona. "Sudahlah aku malu."
"Haha." Sam terkekeh sekaligus bahagia ia menepuk-nepuk pahanya memberi kode agar Naura duduk di atas pangkuan. "Sini sama om sayang ayo." Sengaja Sam menggoda.
"Apasi mau ku tendang?." Geli Naura dengan pria tampan di hadapannya itu.
Sam terkekeh ia meraih wajah cantik itu menghujaninya dengan ciuman di mana-mana. "Mungkin akan banyak tantangan dalam setiap hubungan, aku mempercayaimu begitu pun kamu harus mempercayaiku Ra. Apa pun ke depannya kita akan tetap bersama-sama."
Hati Naura tersentuh. "Iya thanks you so much suami liar."
Keduanya terkekeh lalu berpelukan sambil menikmati waktu luang dengan rasa bahagia tentunya.
.
Tok tok tok
"Giselle buka pintunya ini om nak, keluarlah kamu harus makan." Ucap Arga yang didampingi Merry, mereka berdua datang ke sana dengan penuh lapang dada hanya untuk membuat Giselle menyayangi tubuhnya.
Giselle yang meringkuk dengan tatapan kosong menatap ke arah pintu kamar.
"Buka pintunya tak seharusnya kamu seperti ini, jika tak kau buka mungkin hidupmu akan lebih parah." Lanjut Arga sengaja mengancam.
Giselle terdiam namun perlahan ia bangun dari tidurnya berjalan menuju pintu kamar, ia tak langsung membukanya tampak memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Cklek...
Semua yang ada di sana menghela nafas lega, Maria dan suaminya langsung berhambur memeluk Giselle. Jika dilihat tampak memprihatinkan memang, lusuh dan pucat penampilannya.
Sebelum berkumpul untuk bicara Giselle dipaksa makan dan akhirnya ia pun mau karena memang se-menyakitkan itu tidak makan.
"Giselle sehat dan ceria lah seperti biasanya, jangan menyiksa tubuhmu." Ucap Arga.
"Om tidak akan pernah tahu rasanya jadi aku saat tengah mengandung seperti ini pelakunya malah tak bertanggung jawab memilih pergi dengan wanita murahan!."
Merry dan Arga terkejut akan ucapan Giselle, Maria memberi kode pada putrinya itu bagaimana pun juga ia tanpa Arga bukan siapa-siapa.
"Giselle kamu orang pertama yang berani menyebut putri tante murahan nak." Sindir Merry penuh penekanan, namun papa Arga langsung menahannya.
"Kamu mungkin memang pantas tak menyukai Naura karena Sam telah memilihnya sebagai pasangan, tapi Giselle kamu salah besar sudah mengklaim Sam sebagai ayah biologis dari anak yang sedang kamu kandung." Mulai Arga.
Giselle menatap tajam om-nya itu.
"Sekarang berdamai dengan keadaan jangan menyiksa diri dan kedua orang tuamu nak, om tahu dan sudah menyelidikinya jadi katakan dengan jujur siapa ayah kandung bayi yang sedang kau kandung itu." Lanjut Arga.
Giselle melirik kedua orang tuanya yang menatap tajam ke arah dia, tegang dan resah yang ia rasakan."Ini gak adil untukku!." Pekiknya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Mama tidak akan marah siapa ayah kandung bayi itu yang sebenarnya, mama hanya ingin kamu jujur jika itu bukan anak Sam karena bukti tidak ada yang mengarah ke sana." Timpal Maria yang ingin anaknya mengerti.
Tangis Giselle semakin pecah ia tak kuat dengan semua ini di saat yang diinginkannya tak sesuai harapan. "Iya, anak ini memang bukan anak kandung Sam tapi aku menginginkan dia yang bertanggung jawab dan kembali menikah denganku!."
__ADS_1
Merry menghela nafas berat. "Apa benar suamiku memiliki keponakan seperti anak ini???."