Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 42


__ADS_3

Sam tersenyum saat kedua paha mulus Naura menjepit kepalanya ketika hendak mencapai puncak.


"Aaahh Sammh!.." Erang Naura bersamaan dengan tubuhnya yang bergetar.


Nafas Naura terengah-engah ia malu dengan posisinya saat ini, sementara Sam menatapnya dengan tatapan berat di bawah sana. Bentuk keindahan dari milik Naura sudah Sam lihat bahkan ia cumbu. "Apa harus menghukumku dengan cara seperti ini hah!??."


"Ya, aku maupun kamu sama-sama menyukainya. Bagaimana rasanya sayang?."


Cup!....


"S-stop Sammhh!.." Timpal Naura saat Sam menciuminya lama. "Apa kau tidak jijik?." Tanya Naura dengan wajah merah padam.


"Aku suka sangat menyukainya." Jawab Sam sambil menatap milik Naura yang mulus indah tanpa kekurangan sedikitpun, tak salah jika selama ini Naura selalu merawat kewanitaannya dengan baik.


Nafas Sam memburu akan nafsu yang sudah menguasai namun sekuat mungkin ia akan menahannya sampai malam itu tiba.


Naura tak peduli akan rasa malu saat Sam kembali memberikan kenikmatan dunia dengan lidahnya yang lihai mengobrak-abrik di bawah sana. Melihat wanitanya terpuaskan Sam merasa senang, setelahnya ia mengecup bentuk yang berwarna pink itu. "Saat tiba waktunya tak akan ku ampuni kau."


Pipi Naura semakin merona ia jujur sangat menyukai ulah dan sentuhan Sam. Karena takut kebablasan Sam menutup tubuh setengah telanjang sang kekasih juga melepas ikatan dasi pada tangan Naura.


"Kita bahkan belum menikah kamu berani melihat dan menyentuhnya." Ujar Naura kesal juga malu.


"Kamu bahkan pernah mengajak diriku berhubungan intim tanpa ikatan resmi, bukankah itu lebih parah?." Timpal Sam tak mau kalah seraya duduk di samping Naura.

__ADS_1


"Sam ayolah...." Rengek Naura masih bad mood, tampaknya sentuhan Sam tidak dapat meruntuhkan ego juga gengsi wanita itu.


Sam menghela nafas panjang ia menggenggam tangan sang kekasih. "Ra sayang maaf aku liar barusan, tapi ku mohon jangan mengacuhkan ku sampai seharian ini, itu sangat menyiksaku. Coba katakan alasannya."


Naura membalas tatapan lekat Sam. "Apa tidak ada lagi tempat untuk bicara selain di kamarku?."


"Kamu sendiri yang mengundangku untuk datang ke sini dan aku tak peduli walaupun ini kamarmu." Timpalnya. "Jawab dulu pertanyaanku jangan dulu memberi pertanyaan."


"Oke." Naura menghela nafas sebelum berucap. "Kita putus saja dan kau kembalilah kepada Giselle."


Sam terkejut. "Kau mau ku hamili sekarang juga!."


"No Sam.."


"Aku sebenarnya tidak mau mengakhiri hubungan namun jika benar Giselle hamil anakmu aku juga tak mau merusak hubungan kalian apalagi memisahkan anak dan ayah." Timpal Naura seraya menceritakan panjang lebar pertemuannya dengan Giselle saat di restoran.


"Mana buktinya?." Dingin Sam tersulut emosi.


Naura mengangkat kedua bahunya.


"Kamu percaya sayang dengan ucapan wanita itu? hey dengar aku bahkan sudah tidak menyentuhnya hampir satu tahun hingga cerai." Potong Sam. "Tak masuk akal sekali, biar ku beri pelajaran!."


Naura merasa sedikit lega.

__ADS_1


.


Saat Merry dan Arga datang kembali membawa map mereka celingak-celinguk melihat ruang tamu kosong. "Kemana Sam?."


Nesy panik ia langsung menghampiri. "Sam di halaman belakang menemui Naura om."


"Padahal tadi Naura masuk kamar Nes?." Heran Merry seraya berjalan menuju kamar putrinya.


"Enggak tan!." Nesy menarik tangan tantenya. "Lihatlah ke halaman belakang mereka di sana kok, tadi aku lihat sendiri saat om dan tante mencari berkas."


Walaupun terasa janggal Arga dan Merry keluar menuju halaman belakang untuk menyerahkan map takutnya Sam lupa akan berkas penting yang akan di datanya. Sementara Nesy langsung menekan tombol di tangan yang tersambung dengan Sam.


"Aku yang repot ya Tuhan."


Tidak lama Sam keluar dari kamar Naura ia melewati Nesy dan keluar dari rumah besar itu, sementara Naura menyusul di belakang.


"Kosong pah?." Heran Merry saat tiba di halaman belakang. "Ini Nesy yang bener!."


Arga juga bingung. "Kemana mereka ini??."


Dari lantai bawah Merry melirik ke atas ke kamar putrinya, kebetulan gorden Naura terbuka sebelah. Mama Merry mengernyitkan dahi saat melihat jas yang familiar bergantung terlihat dari sana walaupun tak tampak semua.


"Tunggu, bukankah itu jasnya Sam yang dikenakan tadi!?." Batinnya syok.

__ADS_1


__ADS_2