
.
Tepat hari berikutnya Sam menkonfirmasi bahwa ia sedang menjalin hubungan dengan pemimpin perusahaan besar kota itu yaitu Naura Shenyna putri pengusaha kaya Arga Ditama.
Banyak yang tak menyangka tentunya apalagi orang perusahaan juga para petinggi, mereka tampak terlibat dalam kerja sama perusahaan selebihnya tidak ada yang menunjukkan jika mereka terikat hubungan spesial. Benar-benar tertutup dan rapih.
Rey yang mendapati kabar itu ia terus meneguk wine berkali-kali.
"Stop Rey! kau jangan minum terus, pikirkan rencana kita selanjutnya untuk menghalangi hubungan mereka!." Pekik Giselle yang stuck tidak tahu harus melakukan apalagi, ia benar-benar tak terima. Sam tidak pernah menemuinya bahkan kedua orang tuanya sekaligus untuk datang minta rujuk demi sang anak yang sedang dikandung.
"Tidak ada yang harus diperjuangkan lagi! aku hancur hanya untuk menemui mereka berdua, mereka sudah menikah diam-diam tidak ada celah bagiku." Potong Rey.
"Bagaimana dengan diriku dan anak ini!? aku ingin Sam kembali padaku." Timpal Giselle tegas.
"Datang saja langsung kepadanya jika itu tidak sia-sia, aku bingung dengan diriku sendiri apalagi untuk menolong orang lain Giselle!."
"Rey kita berjanji untuk saling membantu bukan?." Bujuk Giselle yang kukuh untuk memisahkan Sam dan Naura.
"Kurasa Sam sudah tahu akal busukmu jadi berhenti saja toh kenyataannya itu juga anakku bukan anaknya." Timpal Sam seraya kembali meneguk wine.
"Gak Rey enggak!." Potong Giselle.
Rey menatap jengkel wanita yang mondar-mandir di hadapannya itu. "Pergi dari rumahku sekarang, aku ingin sendiri dulu tak mau memikirkan apa-apa."
__ADS_1
"Aaaarrgh!." Pekik Giselle dengan penuh emosi ia merebut wine dari tangan Rey lalu....
PRANGGG!
"Kau gila!." Bentak Rey saat minumannya di lemparkan ke lantai hingga pecah oleh Giselle.
"Ya aku gila!." Potong Giselle seraya berlalu pergi dari rumah pria itu.
Rey memijit pusing kening ia menghempaskan tubuhnya di atas kursi. "Sial."
.
Bali
Desain apartemen yang memanjakan mata Naura, ia sangat suka dengan pemandangan juga interior di sana. Naura menaiki anak tangga menuju kamar, ia membuka pintu dan masuk ke dalam.
Tampak Sam keluar dari kamar mandi dengan handuk sepaha memperlihatkan tubuh six pack-nya, ia mengacak-acak rambut yang masih basah. Naura masih tak menyangka jika pria tampan nan sexy itu kini menjadi suaminya.
"Sudah sampai?." Tanya Sam.
"Iya." Naura meletakkan tas kecil di depan meja rias.
__ADS_1
"Dimana pria yang bernama Dony itu?."
Naura peka jika Sam cemburu saat dia bersama pria lain. "Aku tak tahu, sudahlah hanya bodyguard yang diutus papa." Balas Naura seraya menghampiri Sam.
Sam menghela nafas berat ia mencium lama pipi Naura. "Bersihkan diri agar tubuhmu fresh Ra."
"Of course."
Mata Sam terbelalak saat Naura sengaja melucuti semua pakaiannya di hadapan Sam sendiri, Sam menelan salivanya bahkan di bawah sana Samuel junior mulai berdiri dengan sempurna. "Ra?."
Naura tersenyum menyeringai karena puas menggoda Sam, saat Sam akan menariknya Naura dengan cepat menghindar lalu masuk ke kamar mandi.
"Oh ****.." Lirih Sam sambil menggigit bibir bawahnya, ulah Naura barusan membuat tubuhnya merasakan sensasi lain.
Selang 15 menit Naura keluar dengan handuk yang menutupi tubuh indahnya, tampak Sam berbaring di atas kasur menatap lekat ke arah Naura. "Sudah?."
"Iya." Naura berjalan ikut naik ke atas kasur berbaring di samping Sam.
Sam tersenyum ia beralih menindih tubuh Naura menatapnya lekat. "Your so beautiful."
Cup!
Naura mencium bibir tebal nan sexy Sam. "I love you Sam." Lirihnya tulus menyampaikan isi hati yang selama ini terselimuti gengsi.
__ADS_1
Mata keduanya saling tatap cukup lama, Sam mengelus wajah cantik itu. "Aku lebih mencintaimu lebih dari perasaanmu sendiri sayang, dan malam ini jangan harap kamu bisa lepas kita akan melewati malam yang begitu panjang."
"Seluruh jiwa dan raga kini ku serahkan kepadamu suamiku." Lirih Naura lembut ia akan melayani pria tampan di atasnya dengan suka rela sebagai bentuk bakti sang istri terhadap suaminya.