Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 79


__ADS_3

4 Tahun kemudian...


Kenzio sudah tumbuh menjadi anak tampan yang sehat ceria, ia sudah masuk sekolah TK bahkan gurunya selalu memuji jika anak itu sangat pintar, tak heran karena didikan Sam juga Naura sewaktu di rumah.


Seperti hari ini ia pulang dijemput si bibi pembantu karena Sam mau pun Naura sendiri sedang tidak ada di rumah keduanya sama-sama sibuk di perusahaan.


"Den ayo pulang sayang, bibi sudah buatkan sesuatu di rumah." Bujuk si bibi yang mendapati Ken tampak diam cemberut.


"Mama sama papa sudah lima hari tak jemput, Ken ingin papa datang bi." Ujar Ken.


Si bibi menghela nafas panjang merasa kasihan, ia mengelus wajah tampan itu. "Sebentar ya bibi hubungi nyonya dulu."


Ken seketika tersenyum.


Sementara itu...


Naura yang sedang sibuk membicarakan sesuatu dengan para petinggi perusahaan tampak merogoh handphonenya yang berdering. "Sebentar.." Naura pindah tempat.


"Iya bi ada apa?."


"Nyonya tuan Ken dari tadi tak mau pulang jika tuan Sam tak menjemputnya." Lapor si bibi.


Naura menoleh pada Sam yang sedang sibuk mengotak-ngatik laptop. "Tumben tak seperti biasanya bi."


"Entahlah nyonya."


"Bibi tunggu di situ sampai Sam datang."


"Baik."

__ADS_1


Naura berjalan menghampiri suaminya. "Pekerjaan ini biar aku dan Nesy yang menyelesaikan sayang, kamu pulang dan jemput Ken ia menolak ajakan pulang si bibi."


"Tumben Ken?." Sam berdiri seraya mencium bibir Naura tak peduli dimana keberadaan mereka.


"Aih malu Sam..." Merona Naura.


"I don't care mereka tak terganggu sayang." Setelah berpamitan Sam berlalu dari perusahaan untuk pulang.


Selang 15 menit..


Ken tampak antusias saat melihat ayahnya datang menjemput, Sam langsung menggendong putranya itu sementara si bibi izin pulang duluan bersama mang Diman.


"Papa tidak pernah mengajarkan kamu manja Ken." Ujar Sam mencium pipi Ken.


Ken menekuk wajahnya karena sedih. "Ken tahu, tapi akhir-akhir ini Ken sedih karena papa dan mama sering pulang malam bahkan paginya sudah tak ada lagi."


"Ken hanya kesepian tak seperti biasanya." Lanjut Ken.


Sam memeluk erat anaknya itu yang tampak seperti orang dewasa merasakan situasi yang dialami. "Iya maafin mama papa ya ini juga buat masa depan Ken, mama tidak lama akan berhenti dari tugasnya."


"Bener ya pah?." Ulang Ken meyakinkan.


"Iya sayang." Balas Sam merasa bersalah.


Ayah dan anak itu masuk mobil untuk pulang, di perjalanan Sam membawa Ken untuk belanja mainan dan apa yang putranya inginkan.


.


Sore hari pukul 17:00

__ADS_1


Naura baru sampai rumah ia tidak pulang malam karena pekerjaannya telah usai, sebelum memasuki kamarnya ia masuk kamar Ken yang tidak jauh dari kamar mereka.


"Ken.."


"Mama!..." Ken yang sedang asyik dengan beberapa buku juga mainannya langsung berhambur ke pelukan sang mama.


Seperti biasa Naura memeluk dan mencium putranya. "Maaf ya mama pulang terlambat sayang."


"Ken sedih tapi jangan keseringan ya."


"Enggak kok mama sebentar lagi keluar dari pekerjaan, Ken kesepian ya?." Tanya Naura.


"Iya, mau punya adik boleh?." Tampak antusias Ken.


Sam yang baru masuk ke sana hanya berjalan melewati dan melihat pemandangan di luar.


"Adik?." Tanya ulang Naura sambil melirik Sam.


"Hmmm adik, buatlah malam ini biar besok sudah jadi." Jawab Ken dengan polosnya membuat Sam dan Naura tak bisa menahan tawa.


Sam pun menghampiri anaknya. "Oke mau adik berapa Ken? mama papa buatkan." Sengaja Sam membuat Naura menyenggolnya.


"No Ken, buat adik itu tak bisa cukup satu hari sayang susah buatnya." Timpal Naura.


"Tapi kata papa mudah dan sangat nikmat ma?." Balas Ken. "Jadi ayo buat."


"Sam!!!." Kesal Naura terhadap suaminya.


Sam terkekeh seraya memeluk Naura. "Sorry sayang."

__ADS_1


__ADS_2