
.
Singapura
Novan menutup panggilannya setelah ia selesai menjadi saksi bersama istrinya Lisa, tampak ia lega dan senang namun juga sedikit bimbang karena tidak membersamainya dengan sang papa Arga.
"Aku tidak menyangka akan secepat ini." Ucap Lisa. "Bagaimana nanti dengan papa mas?."
"Papa biar jadi urusanku dengan Naura, yang penting mama merestui dan mengijinkannya ikut menjadi saksi barusan." Timpal Novan.
"Semoga saja papa ke depannya dapat mengerti juga luluh."
"Iya, yang penting dia tahu juga jika putrinya menjalin hubungan dengan Sam sayang." Balas Novan.
Lisa mengangguk.
"Semuanya sudah selesai berjalan dengan baik, ayo sekarang kita istirahat."
"Hmmm.."
.
Pagi itu
__ADS_1
Sam keluar kamar saat ada yang mengetuk pintunya.
"Tuan ada nyonya dan tuan Dirga." Lapor si bibi.
"Oh oke bi."
Sam pun turun menuruni anak tangga tampak kedua orang tuanya sudah ada duduk di kursi ruang tamu. Seperti biasa Sam memberi salam sopan kepada keduanya.
"Ini sangat pagi apa mama dan papa mengganggumu?." Tanya Renata sambil melemparkan senyum sengaja menggoda putranya itu.
"Ah mam tak apa." Balas Sam sedikit kikuk.
"Oke Sam papa dan mama langsung saja ya, ada masalah yang harus kamu urus benar-benar harus sampai tuntas." Mulai Dirga seraya memberikan hasil tes USG.
Sam menatap seksama USG itu dan tidak lama ia meremasnya kuat membuat Dirga dan Renata terkejut. "Omong kosong! dengar ma pah jangan dengar apapun lagi dari mulut wanita itu, kami terakhir berhubungan satu tahun sebelum cerai."
Dirga dan Renata saling tatap.
Saat di panggil Sam Andre pun datang menghampiri. "Cari tahu kebenarannya dan bawa wanita itu ke hadapanku dengan tubuh yang utuh."
"Oke baik." Andre menerima USG setelahnya berlalu pergi untuk menyelidiki.
"Aku tidak akan pernah menceraikan wanita itu jika Giselle hamil walaupun aku tak mencintainya, mama dan papa sendiri tahu aku tidak pernah gegabah mengambil keputusan bukan?." Lanjut Sam.
__ADS_1
Kini Renata dan Dirga merasa lega.
"Tunggu saja Dokter yang membuat USG itu akan ku bawa kepada kalian." Sam benar-benar jengah dan murka dengan tingkah Giselle yang semakin ke sini semakin di luar nalar.
"Oke Sam kalau begitu kami lega mendengarnya nak, sekarang nikmati waktumu dengan baik dan dimana sekarang Naura?." Tanya Renata yang tak sabar.
"Iya dimana Naura?." Timpal Dirga.
Saat si bibi menerima kode dari tuannya ia pun langsung menjemput Naura ke kamar, tidak lama Naura menuruni anak tangga berjalan menuju ruang tamu. Naura tersenyum ramah memberi salam kepada orang tua Sam, setelahnya ia duduk di samping pria tampan itu.
"Ya ampun sayang mama akan sering sering ke sini menemui kalian." Excited Renata yang tampak bahagia.
Naura tersenyum kikuk. "Haha iya ma."
Sam merangkul pinggang ramping wanitanya. "Jangan sungkan-sungkan dia sekarang istriku."
"Kamu sekarang sudah jadi bagian keluarga Dirgawijaya nak." Timpal Dirga.
Si bibi pembantu yang sekilas mendengar terkejut senang. "Jadi benar mereka sudah menikah?."
Kepala pelayan tersenyum. "Ah bibi kayak yang gak tahu saja."
Si bibi tersenyum kikuk. "Padahal kita menyaksikannya semalam ya."
__ADS_1
"Iya lah."