
"Bisakah aku masuk kembali ke dalam?." Timpal Rey dengan raut wajah tak tenang.
Dua bodyguard di sana menahan. "Tidak, saat bersama orang pentingnya nyonya Naura tak menerima tamu lagi anda silahkan pergi dan datang lain kali!."
"Ck!." Decak Rey pikirannya sudah tak berpikir jernih lagi. Seberapa penting Sam bagi mantan kekasihnya itu?.
Tanpa berucap sepatah kata pun Rey memilih pergi setelah ditolak mentah-mentah, ia akan mencari tahu sendiri.
Tujuan Rey saat ini ia akan langsung menemui Giselle yang sedang berada di gedung entertaintment, sesampainya di sana tentu Giselle terkejut dengan kedatangan Rey. "Tumben kau ke sini?."
"Jawab pertanyaanku dengan cepat!."
Giselle terdiam melihat raut wajah tak tenang pria simpanannya itu. "Katakan saja ada apa?."
"Siapa wanita yang dicintai Sam, penyebab kalian berdua cerai? kurasa kau tahu soal itu." To the point Rey.
"Apa ada hal yang membuatmu bertanya seperti ini kepadaku?."
"Kau tinggal jawab saja!."
Giselle tak langsung menjawab ia sendiri masih geram membayangkan kisah rumah tangganya. "Ini memang diluar dugaan ku sendiri, kau tahu sepupuku putri bungsu Arga? ya dia yang merebut Sam dari pelukanku Naura Shenyna."
Brukh!
Tas kerja yang dibawa Rey terjatuh ke lantai mendengar pengakuan Giselle, Giselle sedikit terkejut melihat reaksi Rey. "Kenapa? apa ada yang salah?."
__ADS_1
"Ti-tidak mungkin!..."
Giselle mengerutkan kening. "Aku juga tak terima tapi tunggu! ada apa dengan reaksi mu ini? apanya yang tidak mungkin?."
Pranggg!!!
"Aaakhh Rey!.." Pekik Giselle saat Rey menendang vas bunga di ruangannya hingga hancur. "Kau ini gila atau apa hah!?."
Tak peduli dengan Giselle lagi Rey mondar-mandir ke sana-kemari dengan tangannya memijit kening. "Tidak mungkin, tidak mungkin ini tidak mungkin!."
"Apanya yang tidak mungkin coba katakan padaku!?." Timpal Giselle ia ikut kesal dengan sikap Rey yang tiba-tiba marah gak jelas.
Rey menggenggam erat lengan atas wanita itu. "Kau tahu? ini yang membuatku gila Giselle! ya, Naura sepupumu itu masa laluku dan sosok wanita yang masih ku cintai hingga saat ini."
Mata Giselle melotot mendengar ucapan Rey, jantungnya bak berhenti berdetak ia sangat terkejut. Orang yang sama-sama mereka cinta ternyata menjalin hubungan. "N-Naura mantan kekasihmu!?."
Giselle terdiam ia masih syok, takdir macam apa ini? layaknya Tuhan menukar dan menyatukan pasangan yang mereka dambakan.
Giselle mengepalkan tangannya kuat ia sangat iri dengan Naura yang banyak dicintai dan disukai, tidak hanya Sam yang dulu suaminya sekarang Rey juga pria simpanan Giselle mengejar-ngejar Naura. "Aaarrrgh!." Pekik Giselle begitu frustasi.
.
Sesampainya di ruangan Naura, Sam tidak menemukan wanitanya di kursi kebesaran. Hanya saja di kursi tempat berkumpul ada bunga dan barang mewah.
"Ck!."
__ADS_1
Melihat kamar pribadinya terbuka Sam langsung masuk ke dalam, terlihat Naura begitu terkejut dengan kedatangan Sam. "Ya Tuhan! ku kira siapa?."
"Kau kira Rey bukan?." Sengaja Sam sambil berjalan mendekati kekasihnya itu.
Naura mendapati sorot mata Sam yang tampak khawatir juga marah. "Kau tahu?."
"Kami berpapasan, apa dia menemuimu?."
Naura mengangguk.
Greph!..
Sam langsung menarik tubuh Naura membawanya ke dalam dekapan. "Apa dia melukaimu?."
Naura tersenyum ia merasa lucu dengan sikap Sam. "Tidak ada, yang benar saja."
"Aku serius."
"Aku juga serius."
Sam meraih wajah cantik Naura menatapnya dalam. "Apa aku perlu menyingkirkannya dari negara ini?."
"Tak usah jangan memperpanjang masalah itu biar jadi urusanku."
"Aku tak mau kau mengurusnya sayang!."
__ADS_1
"Maksudku Nesy." Balas Naura meredakan rasa cemburu Samuel.
Barulah Sam menghela nafas lega, ia memiringkan wajah mencium bibir ranum Naura me*umatnya dengan lembut. Naura yang sudah terlatih ia membalas pagutan candu itu. "Mmmhh Sam... Aku kehabisan nafas."