Ku Pinjam Suamimu

Ku Pinjam Suamimu
Episode 76


__ADS_3

Pagi itu di halaman belakang..


Sam menemani Naura yoga ibu hamil bersama pembimbingnya, dengan telaten Sam mengikuti arahan pembimbing untuk merentangkan punggung Naura perlahan.


Selang 15 menit bibi pembantu menghampiri mereka.


"Ada apa bi?." Tanya Naura.


"Ada tamu nyonya katanya ingin ketemu sama tuan dan nyonya."


"Apa orang perusahaan?." Tanya Sam.


"Bukan, katanya keponakan nyonya sendiri Giselle."


Sam dan Naura saling tatap, Naura pun berdiri seraya menyuruh guru pembimbing yoga mengakhiri aktivitasnya hari ini.


"Dengan siapa dia kemari?." Timpal Sam.


"Seorang bayi kecil dan seorang pria tampak suaminya tuan." Jawab bibi.


"Baiklah bi suruh saja masuk." Lanjut Sam.


Si bibi pun mengangguk dan berlalu.


"Sepertinya sekeluarga mereka datang ke sini? tumben ada apa dengan wanita itu?." Tak habis pikir Naura.

__ADS_1


Sam mengecup lembut perut Naura. "Kita lihat saja sayang, ayo."


"Oke."


Sam dan Naura masuk ke dalam rumah, benar saja di ruang tamu tampak Giselle dan Rey serta putrinya yang masih bayi ada di sana.


Rey dan Giselle berdiri saat tuan rumah menghampiri, Giselle jantungnya tak karuan untuk menatap mereka saja ia tak berani memilih menunduk.


"Apa kabar Sam, Naura?." Ucap Rey ramah.


"Baik." Jawab Naura dan Sam bersamaan.


"Naura ini ada perlengkapan bayi juga kebutuhan ibu hamil, aku sengaja membelinya untukmu." Ujar Giselle berani seraya memberikannya pada Naura.


"Selama hampir 8 bulan kita tak bertegur sapa apa yang terjadi dengan dirimu tak seperti biasanya?." Balas Naura dengan tatapan mengintimidasi.


Giselle meremas ujung baju kuat. "Selama itu pula aku berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, merasakan penyesalan yang tiada ujung mengingat ulahku terhadapmu juga Sam kala itu."


"Naura, Sam, aku datang untuk meminta maaf kepada kalian berdua atas kesalahanku di masa lalu. Tak pantas juga aku dimaafkan aku tahu bagaimana perasaan kalian." Lanjut Giselle menunduk. "Namun niat dan ucapanku benar adanya."


"Begitu pun denganku Naura, Sam, maaf pernah menyusahkan kalian dalam menjalin hubungan." Lanjut Rey tak nyaman.


Hening beberapa saat tidak ada yang bersuara Sam maupun Naura, Naura menatap lekat Giselle yang menyeka air matanya ia tahu bagaimana Arga papanya sangat menyayangi Maria adik kesayangannya itu.


"Aku bahkan sudah menunggumu dari jauh hari hanya untuk ini Giselle." Ujar Naura. "Tak mudah pastinya di posisi kamu juga, namun saat itu sayangnya kau salah langkah."

__ADS_1


"Tak masalah aku bersikap bagaimana orang lain bersikap kepadaku, asal kamu mau berubah aku juga mempersilahkan dan memaafkan." Lanjut Naura dengan jelas.


Giselle seolah tak percaya melihat sikap dingin dan tegas Naura membuatnya tak yakin, namun kini? jika dia mau berubah Naura memaafkannya. "Ra apa yang kamu ucapkan benar?." Giselle bahkan berkaca-kaca ia malu pada dirinya sendiri saat dulu.


Naura mengangguk.


"Tidak ada jawaban dariku aku ikut apa yang istriku ucapkan." Timpal Sam.


Rey dan Giselle saling tatap penuh haru mereka berdua berpelukan. "Terimakasih sudah memaafkan kita berdua."


Naura menghela nafas lalu tersenyum. "Kau masih saudaraku sekarang hiduplah dengan baik, di sampingmu ada suami yang begitu men-support."


"Terimakasih banyak Ra."


Dua wanita yang sempat berseteru itu kini berpelukan, hilang rasa lara dalam diri Giselle tergantikan dengan lega.


Sam dan Rey berjabat tangan menandakan keduanya telah berdamai.


"Maaf dan terimakasih banyak Sam."


"Sudah, semuanya telah berlalu dan jika kau berulah lagi maka pistol ku yang bertindak!."


"Mana mungkin aku melakukannya." Timpal Rey yang begitu menyayangi putri juga istrinya.


Sam terkekeh sekilas. "Haha."

__ADS_1


__ADS_2