
Berawal dari makan pancake keduanya kini sudah telanjang bulat melakukan hubungan badan pada sore hari.
"A-aaakh! Sam bagaimana jika ada seseorang masuk?." Tanya Naura di sela penyatuan panas mereka.
Sam tersenyum seraya kembali melahap rakus dua gundukan kencang yang naik turun dengan indah. "Biarkan saja, mereka juga tidak berani untuk mengganggu."
Sam semakin mempercepat gerakan membuat tubuh Naura terguncang. "S-sayang sebentar lagi aku mencapai puncak mmmhh.." Bisik Sam.
"A-aku juga."
"Sebut namaku Ra aaaaakkhh!.."
"Saaammmhh!.. Kauuu aaakh!..."
Keduanya mengerang bersamaan saat mencapai kl*maks, gairah Samuel yang masih membara akan kemolekan tubuh Naura ia semakin liar menggerayangi istrinya penuh agresif tanpa berlama-lama hanya istirahat sebentar mereka kembali melakukan penyatuan panas itu.
"Harusnya kita terus saling bersama setelah menikah waktu itu." Ucap Sam disela penyatuan, jujur ia merasa sedih.
"S-sebentar lagi bukan kita akan bersama-sama?." Ujar Naura mengecup lembut leher Sam meninggalkan bekas cinta di sana.
"Aku hanya tak ingin jauh dari istriku." Sam bergerak semakin liar dengan gaya yang berbeda.
Naura tak bisa menahan d*sahannya ia mengimbangi gerakan Sam membuat suaminya senang saat sang istri mendominasi. "Aah aahh!...."
Sementara di luar ruang CEO utama.
Dua bodyguard mempersilahkan Andre dan Nesy masuk ke dalam.
"Aku datang membawa berkas yang kau min....
__ADS_1
Andre tak melanjutkan ucapan saat melihat kursi kebesaran Sam kosong.
"Kemana dia?."
Deg!
Nesy dan Andre terkejut tubuh keduanya mematung saat mendengar d*sahan yang bersahutan dari dalam kamar pribadi Sam, kamar itu sebenarnya kedap suara namun karena pintunya terbuka sedikit alunannya terdengar jelas hingga ke luar.
"Ya ampun." Pipi Nesy merona. "Kita datang di waktu yang kurang tepat."
Andre terkekeh tak menyangka pasalnya ini pertama kali bagi Sam melakukannya di perusahaan, saat bersama Giselle dulu tak pernah sama sekali. "Kita tunggu saja sampai mereka usai." Timpal Andre.
"Menunggunya jangan di sini donk." Potong Nesy.
Andre menarik tangan istrinya untuk keluar dari sana. "Kita tunggu mereka selesai di ruanganku sayang sekaligus aku juga menginginkannya."
"What!??." Nesy tak habis pikir.
"Shuuuuutt!." Lirih Andre. "Ada kok tapi jangan diganggu siapapun itu yang mau masuk larang dulu sebelum yang punya perusahaan keluar dengan sendirinya."
"Ini area dewasa ya!." Lanjut Andre.
Bodyguard yang menjaga hanya tersenyum siap menjaga ruangan atasannya. "Baik jangan khawatir tuan."
"Oke."
Andre pun pergi membawa Nesy ke ruangannya, seperti yang diinginkan Andre mereka di sana tak hanya sekedar menunggu namun sama seperti Sam juga Naura mereka memadu kasih di perusahaan dengan liar.
.
__ADS_1
2 jam berlalu
Kini sore sudah tergantikan dengan malam.
Naura dan Sam keluar dari kamar pribadi dengan rambut yang tampak basah, mereka sudah mengeringkannya hanya tinggal menunggu kering.
"Tadi kurasa ada seseorang masuk membuka pintu." Ucap Naura.
Sam melirik meja kerjanya di sana sudah ada beberapa tumpukan berkas, ia pun peka. "Sepertinya tadi ada Andre ke sini."
"Andre?."
"Iya."
"Kenapa tidak mengetuk pintu kamar untuk mencarimu?." Lanjut Naura.
Sam tersenyum sambil menatap lekat wajah cantik istrinya. "Kurasa dia tahu kita sedang melakukan apa, karena pintu kamar tak sepenuhnya tertutup."
"Ha!??." Kaget Naura juga merasa malu tentunya. "Ck! sudah ku bilang apa melakukannya di rumah saja bukan di kantor Sam."
"Aku tak tahan sayang kamu juga harus pulang kan? kita belum satu rumah tidak mungkin melakukannya di rumahmu."
"Haish." Naura hanya bisa pasrah saja karena yang diucapkan Sam tidak ada salahnya juga.
Karena gemas Sam mengacak-acak rambut istrinya. "Sudah, sekarang ayo kita pulang atau mau ku makan lagi?."
"Tidak ada capeknya ya, aku bisa mati nanti!." Polos Naura yang membuat Sam terkekeh.
__ADS_1
"Iya-iya."