
Heri yang tak dapat mendengar suara kekasihnya bertekad untuk balas dendam.
Ia pun dengan perlahan menuju si dukun kanibal yang baru saja membaringkan tubuh suci di atas pemotongan daging.
“Terlalu lama, jadinya busuk duluan, enggak akan enak kalau di dendeng, ck! Lebih baik jadi makanan anjingg!” Mirna yang ingin bersiap untuk memotong tubuh Suci dengan pisau pemotong dagingnya tiba-tiba terhenti, karena ia melihat Heri dari pantulan stainless yang ada di hadapannya.
Ternyata kau masih hidup, batin Mirna.
Heri yang tak sadar jika ia telah ketahuan, terus maju dengan langkah yang pelan.
Sedang Mirna mengambil samurai yang ada di laci pemotongan daging.
Akan ku tebas, belum ada yang berhasil keluar hidup-hidup dari sini, batin Mirna.
Saat jarak antara keduanya sudah dekat, Heri pun bersiap untuk mengangkat cangkulnya dengan tinggi-tinggi.
“Akhhh!!!!” Heri pun mengayun cangkulnya sekuat tenaga.
Mirna yang telah berpengalaman menangani orang-orang yang ia culik dengan cepat menghindar.
“Heri!!! Pulanglah! Selamatkan dirimu!” Suci menangis histeris saat menyaksikan kekasihnya dalam bahaya, namun dirinya tak bisa berbuat apapun.
“Waw! Beraninya kau ingin membunuh ku! Sungguh terlalu! Bahahaha!!” Mirna tertawa cekikikan, ia pun menatap sinis pada Heri yang terlihat lemah di matanya.
“Bangsatt! Kau membunuh, Suci! Dasar pembunuh!” pekik Heri.
“Itu memang profesi ku, bahkan kau akan jadi korban selanjutnya.” ucap Mirna dengan percaya diri.
Heri yang marah pun berlari ke arah Mirna dengan amarah yang membakar di dadanya.
“Akhh!!! Biadap!!!” Heri mengangkat tinggi-tinggi cangkulnya.
Mirna yang lebih bertenaga tentu bisa berlari dengan cepat.
“Jangan menghindari, sini! Aku akan membunuh mu!” Heri berteriak dengan berurai air mata, Heri yang tak memperhatikan jalannya malah menginjak tumpukan darah.
Bruk!
Alhasil ia pun jatuh ke lantai. Mirna yang berdiri di hadapan Heri pun menodongkan samurainya.
“Aku sudah lelah main-mainnya, ayo! Kita akhiri sekarang!” Mirna yang akan menebas Heri malah mendapat serangan tiba-tiba dari belakangnya.
Jugg!!!
Mirna di tusuk oleh seorang gadis yang tak ia kenali tepat di jantungnya.
“Siapa kau?!” pekik Mirna.
“Wilda! Kau telah membunuh kakak ku 2 tahun yang lalu, sejak saat itu aku telah menargetkan mu, bagaimana? Enak enggak rasanya?” Wilda tertawa puas, karena ia telah menuntaskan misinya.
“Kau pasti menyesal karena telah membunuh ku! Aku akan membuat hidup mu tak tenang!” Mirna yang sekarat terjatuh ke lantai.
Heri yang belum membalas dendam atas kematian kekasihnya bangkit dari lantai.
__ADS_1
“Pergilah ke neraka!” Heri pun mencangkul leher Mirna hingga terputus.
Setelah itu ia mengambil kepala Mirna yang mengeluarkan darah yang banyak.
“Mau kau apakan kepala itu?” tanya Wilda.
“Ku bakar, iblis laknat seperti dia tidak pantas mendapat pemakaman yang layak!” Heri pun membawa kepala Mirna ke sebuah kompor gas yang ada di dekat toilet.
Tek!
Heri menyalakan kompor gas berapi biru tersebut dengan napas tak beraturan, sebab ia sendiri bergetar kedinginan karena telah melakukan pembunuhan.
Kemudian Heri meletakkan kepala Mirna ke atas tungku dengan pengaturan api yang paling besar.
Suci yang melihat semua kelakuan kekasihnya menangis sedih.
Heri yang baik hati kini jadi psikopat berdarah dingin.
Wilda yang berdiri di dekat tubuh Mirna hanya diam. Ia tak melerai apa yang di lakukan Heri, karena ia tahu apa yang di rasakan lelaki malang itu selama ini.
Setelah membakar kepala Mirna, Heri pun menyeret tubuh Mirna, lalu meletakkannya di dalam panci pengrebus ayam yang sedang mendidih.
Wilda yang mual memutuskan untuk meninggalkan Heri, karena urusannya telah selesai di tempat itu.
Heri sendiri melihat ke wajah sang kekasih yang masih ada di atas meja potong.
“Hiks... Suci...” Heri menangisi Suci yang kini tak bernyawa.
“Aku enggak bisa hidup tanpa mu, aku ingin selalu bersama mu, Ci!” Heri mengecup wajah Suci berulang kali.
Jiwa Suci yang berdiri di sebelah Heri ikut menangis, ia pun memeluk Heri dengan sangat erat, meski Heri tak merasakannya.
Heri yang tak ingin berpisah menatap penuh makna ke jasad Suci.
“Kita akan bersama selamanya.” Heri pun mencubit bagian tangan Suci yang telah lunak karena sudah mengeluarkan bau.
“Apa yang kau lakukan, Heri?!” Suci tak percaya jika Heri jadi hilang akal karena kematiannya.
“Jangan, jangan! Heri!!” Suci mencoba menghentikan kekasihnya yang memakan tubuhnya.
“Hoek!” Heri berulang kali muntah karena perutnya menolak daging busuk yang masuk ke lambungnya.
Setelah menghabiskan waktu selama 10 jam, akhirnya Heri dapat menghabiskan semua bagian tubuh kekasihnya.
Lalu Heri bangkit dari duduknya, ia yang ingin keluar dari ruang bawah tanah itu terjatuh ke lantai, kemudian tak sadarkan diri.
“Her, Heri!” Suara yang tak asing memanggil-manggail namanya.
Perlahan-lahan Heri bangun dari tidurnya, saat ia membuka mata, ia pun melihat banyak tumpukan tulang di sekitarnya.
“Dimana aku?” Heri yang bingung melihat Suci tak jauh di depannya.
“Suci??” Heri heran karena sang kekasih terlihat bersedih.
__ADS_1
Ia pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju wanita cantik itu.
“Kenapa kau menangis, Suci?” Heri memeluk kekasihnya.
“Kau tanya kenapa?” tiba-tiba tubuh indah suci berubah menjadi kerangka tulang.
“Suci!” Heri ketakutan melihat perawakan kekasihnya yang terlihat mengerikan.
“Kenapa kau malah memakan ku?! Pada hal aku butuh pemakaman yang layak!!” teriak Suci.
Heri yang merasa bersalah langsung melarikan diri untuk mencari jalan keluar.
Namun Suci yang marah menutup semua akses agar Heri tak dapat kemana pun.
“Kau harus mati!” Suci yang memegang pisau membuat Heri memohon ampun.
“Tolong maafkan aku, aku salah! Ampuni aku Suci! Hiks...” Heri menangis histeris
“Hei! Bangun kau!” seorang polisi menendang perut Heri, hingga pria tampan itu terbangun.
Heri yang kesakitan pun membuka matanya, ia yang melihat banyak polisi merasa senang.
“Tolong saya pak.” Heri merasa semua permasalahan yang ia hadapi telah usai.
“Iya, pasti di tolong.” salah satu polisi membantu Heri berdiri.
“Terimakasih banyak pak,” ucap Heri.
“Sama-sama.” kemudian polisi itu pun memborgol tangan Heri.
“Loh pak, ada apa ini? Saya juga korban pak!” Heri tak terima jika dirinya di tuduh jadi tersangka.
“Jangan banyak omong, kami telah mengantongi banyak bukti, jadi jangan macam-macam pembunuh!” sang polisi menggiring Heri keluar dari ruang bawah tanah penuh darah tersebut.
“Pak, saya korban, saya sudah la di kurung disini, yang salah dukun itu pak, dia membunuh banyak orang termasuk kekasih ku.” meski berulang kali menjelaskan, namun para polisi itu tak mau mendengarkan.
Ketika Heri telah ada di luar kontrakan, ia pun melihat sudah banyak orang disana, salah satunya adalah Winda.
Heri yang ingin meninta tolong mengurungkan niatnya, karena Wilda malah tertawa jahat padanya.
Apa dia yang melaporkan ku? batin Heri.
Sesampainya di kantor polisi, Heri pun mengatakan semua kejadian yang ia alami dengan Suci secara detail, kecuali ia yang memakan mayat kekasihnya.
Namun ceritanya di patahkan oleh rekaman video, dimana Heri membakar dan juga memasukkan tubuh Mirna ke panci yang sedang mendidih, jejak terakhir yang paling fatal adalah, Heri ketahuan lewat kamera, dirinya tengah memakan mayat kekasihnya.
Alhasil, Heri pun harus mendekam dalam penjara.
🏵️
“Untung aku pintar, kalau tidak aku akan terseret oleh kasus menjijikan ini.” Wilda sengaja menjadikan Heri kambing hitam agar dirinya tidak tertangkap.
Selesai.
__ADS_1