
Delima yang tak suka sahabatnya hidup susah, mencoba jurus terakhir.
“Baiklah kalau itu keputusan mu, tapi sebelum kau pulang, kau harus ikut aku,” Delima bangkit dari duduknya.
“Kemana?” tanya Sarah dengan tatapan bingung.
“Enggak kemana-mana, ayo!” Delima beranjak dari ruang tamu menuju kamar penyimpanan hartanya.
Sarah yang ingin tahu pun mengikuti sahabatnya.
Setelah keduanya tiba di depan pintu yang memiliki cat warna hijau, berbeda dengan cat dinding lainnya, Sarah pun memutar handle pintu.
Ceklek!
Krieett!!
Setelah pintu terbuka mata Sarah membelalak sempurna, karena di depan matanya terdapat tumpukan uang setinggi 200 meter.
Uang-uang tersebut perlembarnya bernilai seratus ribu.
“Masuklah.” Delima mempersilahkan Sarah masuk.
“I-ini uang mu?” ucap Sarah gelagapan, karena ia baru pertama kali melihat uang banyak itu.
Sarah pun menyentuh tumpukan uang Delima dengan mulut menganga.
“Iya, dan itu uang asli, seperti kau lihat dan kau ketahui sendiri, seluruh keluarga ku dapat ku bahagiakan, aku bisa membangun rumah untuk mereka semua, dan yang terpenting aku punya ini.” Delima membuka berangakat raksasanya.
Sarah makin kejang-kejang saat melihat tumpukan emas milik Delima.
“Del, kalau kau sekaya ini, kenapa malah pelit pada ku?” tanya Sarah dengan mata berbinar.
“Usaha sendiri dong!”
Bam!
Delima menutup pintu brankasnya kembali dengan senyum penuh makna.
“Ya ampun Delima, kau kasih 1 juta juga pasti kau enggak akan rugi.” Sarah mencoba membujuk sahabatnya.
“Enak saja, kalau kau bisa mendapatkan lebih, untuk apa uang satu juta? Hei, Sarah,” ucap Delima.
“Ada apa?” sahut Sarah.
“Tadi malam raja Garaga bilang pada ku, kalau dia sedang mencari ratu, bagi siapa yang bisa memberikannya keturunan, bonusnya semua anggota keluarga si ratu akan di beri kekayaan permanen, kau juga bebas keluar masuk alam jin dan juga manusia,” terang Delima.
__ADS_1
Sarah yang mengetahui wujud Asli raja Garaga itu tak dapat membayangkan bila dirinya hidup berdampingan dengan ular tersebut.
“Aku enggak bisa kalau harus mengandung bayi ular,” ujar Sarah.
“Ssst!! Jangan bilang begitu, kalau raja Garaga berubah jadi manusia, wajahnya tampan banget, dia terlihat seperti laki-laki berusia 24 tahun, pada hal katanya usianya sudah 200 tahun loh,” ujar Delima.
“Yang benar saja kau! Mana mungkin ada yang begitu.” Sarah kurang percaya dengan informasi yang di sampaikan sahabatnya.
“Terserah kau saja! Yang jelas aku enggak mau kasih uang cuma-cuma pada mu, kalau mau sesuatu harus usaha sendiri!” Delima tak ingin memanjakan Sarah.
Sarah yang sangat miskin membuatnya berpikir dua kali, terlebih saat ia melihat harta kekayaan yang di miliki sahabatnya.
“Ayo keluar, nanti kau malah ambil uang ku diam-diam lagi!” Delima mengajak Sarah untuk beranjak dari ruangan tersebut.
“Di ambil banyak juga kau enggak rugi.” ucap Sarah dengan senyum kecut di bibirnya.
“Dari pada minta-minta, lebih baik kau coba, kau hanya perlu melakukan dua hal, pertama memberinya tumbal mayat yang baru meninggal 2 kali dalam setahun, dan yang kedua layani dia dalam 3 kali setahun,” terang Delima.
“Apa? Tumbalnya orang mati?” Sarah menatap tak percaya pada Delima.
“Itu gampang, kalau lagi enggak ada orang mati, bunuh saja sasaran mu, lagi pula kan 2 kali setahun enggak akan ketahuan, kecuali sekali seminggu atau sebulan.” Delima mengajari Sarah untuk menghabisi nyawa manusia.
Retek!
Delima mengunci pintu ruang hartanya rapat-rapat. setelah itu mereka menuju ruang tamu untuk melanjutkan obrolan.
“Baru 6 orang, itu juga dadakan, lainya aku kasih mayat nenek ku, tetangga dan juga adik ku, hehehe...” Delima tertawa lepas seolah tak merasa bersalah sedikit pun.
“Kau bisa melakukan itu tanpa ada beban?” Sarah yang polos dan berhati luhur tak habis pikir dengan perbuatan jahat yang di lakukan Delima.
“Biasa saja kali, kau juga nanti akan mengerti dengan semua yang ku lakukan, Sarah! Kalau kau mau, ayo berangkat sekarang!” Delima terus mengajak Sarah untuk pergi ke gunung keramat tersebut.
Sarah yang ingin menolak tiba-tiba mendapat telepon dari ibunya.
Halo bu, 📲 Sarah.
Halo nak, kau lagi apa Sarah? 📲 Halimah.
Lagi kerja bu, ada apa ibu menelepon? 📲 Sarah.
Sarah berbohong karena tak ingin ibunya khawatir.
Sar, kau bisa kasih uang enggak nak? Pemilik kontrakan lagi ada di rumah, dia minta untuk di lunasi sekarang juga nak, hiks... 📲 Halimah.
Sarah merasa sedih mendengar tangisan ibunya.
__ADS_1
Aku akan cari pinjaman bu, 📲 Sarah.
Tolong ya nak, nanti ibu yang akan melunasinya pada mu, ibu bingung harus tinggal dimana Sar, belum lagi hutang-hutang kita menumpuk, tidak ada yang mau memberi tempat tinggal pada kita, Sarah, 📲 Halimah.
Tangis Halimah semakin pecah, membuat Sarah tak bisa membendung air matanya juga.
Iya bu, nanti aku kabari lagi, katakan saja pada ibu pemilik kontrakan untuk menunggu saminggu lagi, nanti aku akan melunasi semuanya sekaligus, 📲 Sarah.
Baiklah nak terimaksih banyak, ibu tutup dulu karena ibu kepala desa mau tidur siang, 📲 Halimah.
Setelah sambungan telepon terputus Sarah menangis sesungukan.
Melihat penderitaan sahabatnya Delima geleng-geleng kepala.
“Sudahlah Sar ikuti saran ku saja, ini demi kebaikan kalian semua” ucap Delima.
Sarah yang tak punya pilihan terpaksa mengikuti semua saran Delima.
“Baiklah, temani aku Del.” Sarah meminta tolong pada sahabatnya.
“Oke, tenang saja.” Delima yang lapang dada mau mengantar Sarah ke gunung keramat tersebut
Keduanya pun berangkat setelah sarapan pagi menggunakan mobil mewah yang baru di beli Delima.
Setelah melalui perjalanan selama 8 jam, mereka pun tiba di tujuan.
Sarah dan Delima turun dari dalam mobil, Sarah yang baru pertama kali datang ke tempat itu tak mengira kalau banyak orang-orang yang sedang istirahat di sebuah warung besar yang menyediakan makanan dan minuman.
Selain besar warung itu juga menjual banyak sesajen bagi orang-orang yang mau menghadap raja Garaga.
“Hei, kok ada laki-laki juga? Memangnya raja Garaga bercinta dengan sesama jenis juga?” tanya Sarah.
“Sembarangan, yang laki-laki harus melayani Ratu, istrinya raja Garaga,” terang Delima.
“Bukanya tadi kau bilang raja mau mencari ratu?” Sarah tak mengerti dengan apa yang di ceritakan Delima.
“Iya, itu benar Sarah, karena ratu yang sekarang tidak bisa memberi raja keturunan,” busik Delima.
“Oh...” Sarah mengangguk paham.
Setelah itu mereka pun membeli sesajen, makanan dan juga minuman untuk di bawa ke atas.
Karena untuk mencapai ruangan pengasihan membutuhkan waktu 2 jam berjalan kaki.
Sarah pun menatap gunung yang akan mereka daki, ia yang belum pernah naik gunung merasa khawatir jika ia tak sampai tepat waktu, apa lagi waktu telah menunjukkan pukul 17:30 sore
__ADS_1
...Bersambung......