Kualat Di Gunung Keramat

Kualat Di Gunung Keramat
Ingin Cepat Kaya (Bercinta)


__ADS_3

Sarah menatap aneh ke si nenek yang menyuruhnya pulang.


“Aku sangat butuh uang, ini adalah satu-satunya jalan untuk menjadi orang kaya, jangan membuat hati ku goyah, nek!” ucap Sarah.


“Tidak ada yang kau dapatkan jika kau pergi kesana, hanya kesengsaraan, kalau pun kau jadi kaya, itu tidak akan bertahan lama, Sarah!” si nenek mengetahui nama aslinya.


Sarah yang merasa tanggung tak mau mendengarkan nenek itu, ia pun melanjutkan langkah kakinya.


“Kalau aku sudah menjadi kaya raya, aku akan langsung taubat, akan ku bayar orang pintar untuk membantu ku mengusir raja Garaga enak saja menyuruh ku pulang, memangnya dia siapa?.” ternyata Sarah sudah memperhitungkan segalanya.


Ia yakin jika raja Garaga bisa di musnahkan oleh ustad dan dukun yang ia anggap sakti.


Niatnya yang telah salah membuatnya mendapat banyak gangguan.


Senternya yang menyala terang hingga kejauhan 300 meter tiba-tiba mati total.


“Kok mati sih?!” Sarah menepuk-nepuk senternya yang tak mau menyala.


“Aduh, kenapa ya kira-kira? Sepertinya masih baru.” Sarah bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Saat ia masih dalam kebingungan, rintik hujan turun membasahi tanah liat yang ia pijak.


“Astaga, aku harus berteduh kemana?” Sarah yang tak dapat melihat apapun bingung harus pergi kemana.


Ia yang takut jatuh dengan perlahan melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati.


Curah hujan yang semakin deras membuat Sarah takut untuk melanjutkan langkahnya, dalam kebingungan yang menerpa Sarah memutuskan untuk menepi dari jalur.


Tangannya yang indah meraba-raba apa yang ada di hadapannya, ia berharap mendapat batang pohon sebagai tempat berlindung, sebab Sarah takut hujan badai yang terjadi menyebabkan banjir atau pun longsor.


“Aduh, dimana sih pohonnya!!” ia yang hampir takut dan menangis tanpa sengaja memegang sebuah benda bertekstur kasar kesat dan juga panjang.


Ssssstt!!


Suara ular yang mendesis membuat Sarah menjerit ketakutan.


“Akhh!!!” ia pun berdiri tegap dan berlari meski ia tak melihat jalan, alhasil dirinya pun terpeleset dan jatuh berguling-guling.


Duarr!!!


Suara petir yang terus menyambar membuat Delima melihat ke arah puncak.


Ia yang berteduh di warung (Batang pohon) dalam pandangan matanya merasa khawatir dengan Sarah.


“Tumben hujan turun saat Sarah naik, pada hal hujan hanya akan turun 1 kali setahun di gunung ini, itu juga di bulan Desember.” hati Sarah menjadi tak tenang, apa lagi Sarah menanjak sendirian.


“Yang tadi naik teman mu?” tanya Rani si pemilik warung.


Ia datang seraya membawa kopi hangat atau dalam pandangan manusia adalah darah untuk Delima.


“Iya bu, pada hal ini pertama kalinya dia kesini, aku takut kalau dia kenapa-napa bu,” ujar Delima.

__ADS_1


“Iya, kau benar sekali, hujan tidak akan pernah turun kecuali di tanggal dan bulan yang sudah di tentukan, kecuali yang menginjakkan kaki di gunung ini adalah keturunan kyai Rahman,” terang Rani.


“Rahman siapa bu?” tanya Delima yang tak tahu apapun.


“Dia adalah orang yang berhasil melawan nyai Putri Candra Wati, kyai itulah yang dulu meluluh lantahkan istana beliau hingga nyai Putri dan anak-anak beliau tewas, Raja Garaga yang sekarang adalah sepupu nyai Putri, pasukannya lebih besar, dan raja Garaga sangat di cintai bangsa jin dan manusia yang senantiasa mencari kekayaan.” penjelasan dari Rani membuat Delima menganggukkan kepalanya.


“Tapi enggak mungkin banget kalau Sarah keturunan kyai itu, karena setahu ku dia hanyalah orang miskin, yang ia punya hanyalah ayah dan ibunya,” ujar Delima.


“Entahlah, karena yang naik malam ini hanya 3 orang, dua laki-laki dan satu perempuan,” ucap Rani.


Penjelasan dari Rani membuat Delima geleng-geleng kepala.


Karena baginya, Sarah tidak berasal dari keturunan orang-orang yang beriman.


”Begitu ya bu, apa yang terjadi kalau raja Garaga atau Ratu menyatu dengan keturunan kyai bu?” Delima penasaran apa yang terjadi selanjutnya.


“Kehancuran gunung ini akan terulang kembali, dan keturunan kyai itu dapat membunuh raja Garaga yang kuat,” terang Rani.


“Baikkah, terimakasih atas informasinya bu.” Delima tersenyum pada Rani, kemudian ia menyeruput kopi hangatnya, karena cuaca dingin malam itu membuatnya hampir membeku.


Bagus juga kalau raja Garaga mati, dengan begitu aku tak perlu repot-repot menimbun dosa, batin Delima.


🏵️


Sarah yang baru bangun dari tidurnya terkejut, karena ia mendapati dirinya telah berada di sebuah ruangan yang mirip seperti kamar.


“Dimana aku?” Sarah yang bingung bangkit dari ranjang yang terbuat dari tumpukan bulu burung.


Lalu ia pun melihat seorang pria tampan datang menghampirinya.


“Iya, anda siapa ya?” tanya Sarah dengan perasaan canggung, sebab itu pertama kali ia. berduaan bersama pria di dalam kamar.


“Saya Garaga, pemilik kerajaan ini,” ujar Garaga.


Berarti dia raja yang di ceritakan Delima, batin Sarah.


Kemudian Sarah menatap kembali wajah Garaga yang terlihat seperti anak-anak.


Benar kata Delima, rasanya aku seperti tante-tante di sebelahnya, batin Sarah.


“Kenapa melamun?" Garaga yang gagah duduk di sebelah Sarah.


“Maaf paduka, saya tidak tahu kalau paduka adalah raja disini.” Sarah menundukkan kepalanya.


“Tidak apa-apa, apa tujuan mu kemari untuk mencari kekayaan?” tanya Garaga.


“Iya, benar paduka, saya ingin keluar dari lingkaran kemiskinan yang selalu mengikat kaki saya.” Sarah menceritakan keluh kesahnya.


“Baiklah, ku pikir kau sudah tahu apa peraturannya.” ujar Garaga dengan senyum yang berkarisma.


“Iya paduka, tolong bantu saya untuk menjadi orang kaya, saya mohon.” Sarah yang terpesona dengan ketampanan Garaga langsung mencium punggung tangan raja ular tersebut.

__ADS_1


Si raja ular yang tertarik dari pertama kali melihat Sarah, tak berpikir dua kali untuk mencampurinya.


“Entah kenapa kau begitu menarik, aroma tubuh mu juga begitu harum, aku tak dapat lepas dari mu, Sarah.” Raja Garaga tak tahu jika wanita yang ada di hadapannya adalah keturunan Rahman, musuh bebuyutan sepupunya.


Garaga yang ingin memiliki keturunan langsung melakukan penyatuan dengan Sarah.


Pada mulanya Garaga memang terlihat seperti wujud manusia, namun lama kelamaan dirinya berubah menjadi ular.


Sarah yang berada dalam lilitan Garaga merasa panik bukan main.


Tubuhnya pun bergetar hebat, ia yang ingin berteriak harus menahannya, karena langkahnya untuk menjadi kaya sudah di depan mata.


Lidah Garaga yang terus menjulur menjilat seluruh wajah Sarah.


Rasa jijik, takut dan juga ngeri brrcanpur menjadi satu.


Namun apa boleh buat, itu adalah pengorbanan untuk menjadi orang kaya.


Setelah selesai bercinta, Sarah menatap takut pada Garaga yang masih dalam wujud ular.


Sedang Garaga mengira dirinya yang sekarang ada perwujudan manusianya.


Sarah yang dapat lilitan dari Garaga menjadi sesak nafas, ia yang tak sanggup lagi pun berteriak kencang


”Sakit!!!” Sarah menangis sesungukan.


Garaga yang sadar kalau dirinya menyakiti wanitanya langsung melepas pelukannya.


“Apa kau baik-baik saja?” ucap Garaga.


“Iya paduka,” Sarah mengangguk penuh senyuman.


“Maaf, aku tidak sengaja.” mulut Garaga yang penuh amis mengecup bibir merah muda Sarah.


“Iya paduka,”'ucap Sarah.


Menjijikkan! Dasar ular sialan! Kalau bukan karena ingin kaya, aku enggak akan mau berdekatan dengan ular jelek ini! Coba kau jadi manusia selamanya! batin Sarah.


Malam itu Sarah habiskan dengan tidur bersama Garaga yang terus mendesis.


🏵️


Setelah matahari lagi telah terbit, Sarah turun gunung dengan langkah menjinjit, karena pertempurannya dengan Garaga adalah yang pertama baginya.


”Apa setelah pulang ke rumah aku akan menjadi kaya? Apa uang segudang akan langsung terbentang di hadapan ku?” Sarah menjadi bersemangat, ia juga sudah tak sabar untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Selama perjalanan turun Sarah banyak melihat ular dimana-mana.


Ia yang telah mengabiskan waktu semalaman dengan raja ular pemakan manusia itu merasa biasa saja dengan ular-ular yang lalu lalang di depan matanya.


Sesampainya ia di pohon besar yang di anggap Delima ada warung, ia pun melihat sahabatnya tengah tidur bersandar di batang pohon tersebut.

__ADS_1


“Kenapa aku tetap tak melihat ada warung disini?” gumam Sarah.


...Bersambung......


__ADS_2