
"Oh, jadi kamu berniat mencampakkan aku ya? Setelah apa yang kita lewati bersama selama satu tahun lebih. Wanita itu sudah berhasil menggantikan posisi aku di hati kamu. Jawab!" ucap Syila dengan suara yang meninggi.
Syila tak terima dengan sikap Raihan yang mulai menghindar darinya. Hingga pertengkaran sering terjadi. Rasa cintanya Raihan kepada Syakilla sudah mulai hadir, meskipun tak begitu besar seperti yang dia rasakan kepada Syila. Hal itu yang membuat Raihan kerap melewati waktu bersama Syakilla. Dia sering kali beralasan kepada Syila, untuk bisa bersama Syakilla
"Sayang, aku mohon dengar aku! Perasaan aku ke kamu tak pernah berubah, kamu adalah ratu di hati aku sampai kapanpun. Apa yang aku lakukan kepada Killa, hanya sebatas menutupi hubungan kita. Aku tak mau dia curiga," ucap Raihan mencoba menenangkan kekasih.
"Bohong! Aku tak percaya! Aku yakin kamu mencintainya," ucap Syila diiringi isak tangis. Dia takut kalau sampai hal ini terjadi. Harapan dia untuk mendapatkan suami kaya hilang sudah.
Melihat kekasihnya menangis, tentu saja Raihan merasa tak tega. Dia langsung memeluk tubuh kekasihnya itu dengan erat.
"Aku cinta sama kamu. Aku tak akan pernah meninggalkan kamu. Makanya aku harus menutupi semua ini, agar kita bisa selalu bersama," ungkap Raihan sambil mengelus rambut panjang kekasihnya.
Syila tampak merenggangkan pelukannya dan menatap wajah kekasihnya, melihat kesungguhan hati kekasihnya.
"Aku ingin lihat kesungguhan hati kamu, jika kau memang benar mencintai aku. Aku ingin kamu segera nikahi aku," ujar Syila membuat Raihan tersentak kaget. Syila dapat melihat ekspresi wajah Raihan yang terlihat tegang seketika.
"Kenapa? Tak bisa? Ya sudah, kalau kamu tak bisa. Aku tak akan memaksa. Aku akan pergi dari hidup kamu selamanya. Aku capek harus terus bersabar, dan mengerti posisi kamu. Lebih baik kita putus, aku akan mencari kebahagiaan aku sendiri dengan laki-lain yang berniat serius dengan aku," ancam Syila.
Raihan terlihat panik, saat Syila memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan hendak pergi meninggalkan Raihan. Padahal, Syila hanya menakuti Raihan saja tidak benar-benar ingin pergi meninggalkan Raihan. Tentu saja tak mungkin, Raihan adalah sumber penghasilan untuknya. Raihan 'lah yang selama ini memenuhi gaya hidupnya.
"Iya, iya. Aku akan nikahi kamu. Tapi aku hanya bisa menikahi kamu secara siri dulu. Nanti kalau aku sudah resmi bercerai dari Syakila, baru aku akan menikahi kamu secara sah di mata hukum," ungkap Raihan.
__ADS_1
"Tak masalah, yang penting kamu bisa berbuat adil padaku. Kamu tetap menafkahi aku dan membagi waktu kamu untuk aku. Aku ingin kamu 4 hari bersama aku di apartemen, dan 3 hari bersama wanita itu," ujar Syila. Belum apa-apa saja, dia sudah mengatur Raihan. Kelak Killa yang akan merasakan sakit hati.
"Ya sudah, aku akan coba urus pernikahan kita. Minggu depan kita menikah. Aku akan menemui orang tua kamu di kampung. Lusa kita berangkat ke rumah orang tua kamu di Bandung," ujar Raihan tentu saja membuat Syila bersorak gembira dalam hati. Terlihat senyuman di sudut bibirnya.
"Terima kasih ya, Sayang. Aku bahagia sekali mendengarnya. Membuat aku semakin cinta," ucap Syila manja. Dia juga melabuhkan kecupan di pipi kekasihnya. Sedangkan Raihan hanya menganggukkan kepalanya.
Satu kata untuknya yaitu bodoh. Rela membuang sebuah berlian demi batu kali. Dia tak menyadari kalau Syila akan membawanya ke lubang kehancuran. Cinta buta membuat Raihan tak bisa melihat siapa wanita yang terbaik untuknya.
"Kalau begitu, kita pulang saja sekarang dan langsung beli perhiasan dan barang-barang seserahan saat akad nikah," rayu Syila sambil bergelayut mesra.
"Memangnya hari ini tak ada jadwal meeting atau hal yang penting?" tanya Raihan. Karena Syila adalah sekretarisnya.
Syila mengatakan tak ada, karena memang benar tak ada. Hingga akhirnya Raihan memutuskan untuk menuruti keinginan kekasihnya untuk membelikan barang-barang untuk seserahan. Rencananya, pernikahan mereka akan di adakan di rumah orang tua Syila yang berada di Bandung.
"Jangan seperti ini. Nanti takut ada yang lihat, bisa patal," Raihan mencoba mengingatkan kekasihnya itu. Tentu saja membuat Syila merasa kesal, dia terlihat memanyunkan bibirnya. Mendapatkan penolakan dari Raihan. Selalu saja dia tak bisa bermanja-manja di depan umum.
"Ayo kita langsung ke toko perhiasan dulu. Untuk barang-barang lain, kamu saja nanti yang pilih. Aku takut ada yang lihat, jika terlalu lama di Mall," ujar Raihan dan terpaksa Syila menurutinya. Yang terpenting Raihan memberikan dia uang.
Kini mereka sudah berada di toko perhiasan. Raihan akan membelikan satu set perhiasan untuk Syila.
"Yang, bagus tidak cincin couplenya? Kamu suka tidak?" tanya Syila sambil menunjukkan sebuah cincin couple kepada Raihan.
__ADS_1
"Yang, please jangan bersikap aneh-aneh! Aku tak mungkin memakai cincin couple sama kamu. Nanti yang ada Killa akan mencurigainya. Sudah untuk kamu saja, cukup kamu yang memakai cincin pernikahan," jelas Raihan.
"Kasihan deh jadi aku, ingin menunjukkan kemesraan saja tak bisa. Harus memendam sendiri," sindir Syila. Tetapi Raihan terlihat diam, tak menanggapi ucapan Syila.
Sesuai ucapannya tadi, Raihan memilih untuk pamit pulang. Dia memilih mentransfer uang untuk Syila daripada menemani Syila belanja. .
"Aku pulang ya! Ingat jangan terlalu capek, kalau sudah selesai, segera pulang! Pikirkan pernikahan kita, kita sebentar lagi akan menikah. Maaf, aku tak bisa menemani kamu berbelanja," ucap Raihan.
"Sudah, sana pulang! Tak perlu pedulikan aku!" cerocos Syila, dia tampak mendorong-dorong tubuh Raihan untuk pergi dari hadapannya. Dia merasa kecewa.
Raihan benar-benar pergi meninggalkan Syila. Syila menghibur dirinya dengan berbelanja, mengurangi rasa kecewanya.
"Lihat saja nanti! Jika kau seperti ini terus menerus, jangan salahkan aku jika aku selingkuh mencari kebahagiaan dengan yang lain. Sayangnya sekarang aku masih butuh uangmu," umpat Syila.
Raihan baru saja sampai di rumah dan melihat Syakilla sedang memasak di dapur. Dia tak menyadari, kalau suaminya sudah pulang. Raihan sengaja berjalan pelan-pelan mendekati sang istri.
Syakilla terkejut, saat ada tangan melingkar di perutnya dan meletakkan dagunya di pundaknya. Dia mencium wangi parfum suaminya. Syakilla melepaskan tangan suaminya dan berbalik menghadap suaminya.
"Mas ..., bikin aku kaget saja," protes Syakilla dan Raihan memberikan senyuman termanisnya.
"Sekarang, Mas mandi dulu aja sana! Aku juga mau selesaikan masaknya dulu. Nanti kita makan bersama," usir Syakilla.
__ADS_1
Dia langsung mendorong-dorong tubuh suaminya, menyuruh Raihan mandi. Suasana begitu menghangat, suatu saat nanti momen ini yang akan Raihan rindukan dikala cinta hadir, tetapi sang istri sudah tak ada di hidupnya lagi. Hanya penyesalan yang dia rasakan. Semua tak akan pernah bisa kembali lagi.