Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Ungkapan Perasaan Dimas


__ADS_3

Killa sudah memutuskan untuk melahirkan secara normal. Kini usia kandungan Killa sudah sembilan bulan. Saat ini dia sedang menunggu, saatnya dia harus melahirkan. Dimas pun sudah mempersiapkan diri untuk membantu Killa melahirkan. Dia akan berusaha untuk bersikap profesional, menjadi dokter kandungan Killa.


"Assalamualaikum," ucap Killa, saat dirinya menerima panggilan telepon dari Dimas.


"Waalaikumsalam. Sudah tidur, La?" sahut Dimas.


Dimas menanyakan kepada Killa, apa sudah ada tanda-tanda akan melahirkan apa belum. Killa mengatakan kalau perutnya suka mengalami kontraksi palsu. Mengingat sudah mendekati waktu melahirkan, sang anak sudah mulai mencari jalan lahir.


Sebenarnya, menjelang kelahiran. Dokter menganjurkan untuk melakukan hubungan suami istri, untuk merang*sang agar cepat melahirkan. Tapi, hal itu tak mungkin terjadi pada Killa. Mengingat dirinya saat ini sudah menjadi seorang janda. Dimas menyarankan agar Killa memperbanyak jalan pagi. Yoga juga sangat baik untuk mengatur napas dan juga menguatkan otot panggul. Selain itu bisa membuka jalan lahir, agar dipermudah melahirkannya.

__ADS_1


"Nanti, kalau kamu merasa ada tanda-tanda. Langsung hubungi kakak saja ya! Kalau kakak lagi enggak praktek, kakak akan langsung meluncur ke rumah kamu," ucap Dimas menunjukkan rasa pedulinya, dan justru membuat Killa merasa tak enak. Dia tak ingin merepotkan Dimas diluar pekerjaannya. Terlebih, Dimas sudah mengutarakan kepadanya, kalau dia mencintai Killa. Membuat Killa menjadi tak enak hati.


Killa hanya mengiyakan, padahal nantinya dia tak akan melakukan hal itu. Karena dia pun memiliki supir pribadi, dan juga ART yang akan siap sedia jika dia membutuhkan mereka.


"La ...," panggil Dimas.


"Iya, kak. Ada apa?" Tanya Killa.


"Kak, kakak kenapa? Kok kakak diam? Apa yang ingin kakak katakan padaku? Katakan saja!" Ujar Killa.

__ADS_1


"Emm, sebelumnya kakak ingin meminta maaf sama kamu. Jika ucapan kakak ini membuat kamu tersinggung atau apa," ucap Dimas.


"Iya kak, tenang saja! Aku tak akan seperti itu. Katakan saja kak!" Killa sedikit memaksa, dia penasaran dengan apa yang Dimas ingin katakan kepadanya.


Hingga akhirnya Dimas menanyakan tentang perasaan Killa kepadanya, dan dia juga mengatakan kalau dirinya benar-benar serius ingin bersama Killa. Kini giliran Killa yang terdiam, membuat Dimas merasa tak enak hati. Dia yakin kalau Killa saat ini pasti sangat kecewa kepadanya.


"Maaf Kak, keputusan aku masih sama. Aku masih butuh waktu untuk membuka hatiku kembali, dan menjalani rumah tangga. Meskipun, aku yakin kalau kakak adalah calon ayah sambung yang baik untuk anakku kelak. Aku yakin pasti kakak akan menyayangi dia. Tapi, rasanya tak pantas, jika aku memadu kasih di saat anakku masih sangat kecil. Aku ingin fokus dengan anakku dulu," jelas Killa. Lagi-lagi Dimas harus menahan perasaan hatinya.


"Ya sudah, kakak mengerti. Maaf ya! Sekarang kamu istirahat! Kakak juga mau istirahat, besok harus berangkat pagi," ucap Dimas dan akhirnya mereka mengakhiri panggilan telepon mereka.

__ADS_1


"Maafin aku Kak! Sebenarnya, aku juga memiliki perasaan sama kakak. Tapi, aku takut tak bisa membagi waktuku, yang nantinya akan membuat kakak kecewa," ucap Killa dalam hati.


Killa berusaha memejamkan matanya. Sebenarnya, berada di posisi dia saat ini rasanya begitu sulit. Harus merasakan semuanya sendiri, sejak dirinya hamil.


__ADS_2