
Killa benar-benar bersikap tegas pada Raihan. Tak sedikit pun dia memberi celah kepada Raihan untuk bisa mengambil hatinya. Apa yang Raihan lakukan dulu sudah sangat keterlaluan, membuat hati begitu sakit. Hingga membuat hatinya tertutup olehnya.
Killa sudah diperbolehkan pulang hari ini ke rumah oleh Dimas. Tentu saja Killa merasa senang. Dia sudah tak sabar ingin membawa sang anak ke rumah.
"Kamu mau ya, tinggal di rumah bunda dulu sampai kamu benar-benar pulih, dan bisa beraktivitas kembali," pinta Bunda Bunga.
"Maaf, Bun. Aku sudah memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Bagaimanapun, Mas Raihan sama aku sudah berpisah. Tak sepantasnya kami tinggal satu atap, meskipun dia ayah dari Sakha. Jika memang Bunda atau Mas Raihan merindukan Sakha, kalian bisa ke rumahku. Pintu rumahku, akan terbuka lebar untuk kalian. Kalian bebas mengunjungi Sakha, tetapi tidak untuk mendekati aku. Setelah aku selesai masa nifas, aku akan menikah dengan Dokter Dimas. Aku sudah memutuskan itu. Daripada, Mas Raihan masih terus mendekati aku. Hal ini sudah kami bicarakan. Dokter Dimas siap menerima Sakha sebagai anak sambungnya," jelas Killa. Membuat mata Raihan membulat sempurna, seperti mau copot. Bukan hanya Raihan saja, Bunda Bunga pun begitu terkejut mendengarnya..
"Ka-kamu yakin La ingin menerima Dokter Dimas?" Tanya Bunda Bunga kepada Killa.
__ADS_1
"Tentu saja! Memangnya kenapa, Bun? Dia adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Lagi pula, Dokter Dimas itu kakak dari sahabat aku, hubungan kami memang sudah dekat. Mamanya pun sangat menyayangi aku, aku yakin kalau dia tak akan menyakiti aku seperti mantan suamiku dulu," sahut Killa tegas. Membuat Raihan menelan salivanya. Hatinya terasa panas mendengar mantan istrinya itu, membanggakan laki-laki lain di hadapannya. Meskipun, pada kenyataannya memang seperti itu.
Bunda Bunga tak lagi bisa merayu Killa. Semua itu, karena kesalahan anaknya. Kini sang anak harus menerimanya. Dia tak bisa memaksa Killa untuk kembali dengan anaknya.
Bahkan Killa tak sudi satu mobil dengan Raihan, saat pulang ke rumah. Killa tetap pulang ke rumah dengan menggunakan mobilnya sendiri. Supir pribadinya sudah siap untuk mengantarkannya pulang
"Sekarang kamu menyesal 'kan? Kamu si dulu, jahat sama dia. Sekarang dia benar-benar membalas kamu. Ya sudahlah, relakan saja Killa untuk menikah dengan laki-laki lain! Sudah syukur kamu, masih diperbolehkan untuk dekat dengan anak kamu. Kalau tidak, kamu pasti akan semakin menyesal," ujar Bunda Bunga.
Rasanya, dia tak rela melepas mantan istrinya itu untuk hidup bersama laki-laki lain. Dia masih ingin berjuang menaklukkan hati Killa. Berharap Killa akan mengubah keputusannya. Hingga akhirnya memaafkan dirinya, dan mereka bisa kembali lagi.
__ADS_1
Sayangnya, keputusan Killa sudah bulat. Demi menghindari Raihan, Killa akan menerima pinangan Dimas. Karena bagi Killa, lebih baik dia menerima Dimas di hidupnya. Daripada dia harus kembali kepada Raihan.
"Semoga keputusan aku tak salah. Aku yakin kalau Kak Dimas, calon pendamping hidupku yang baik. Dia pasti akan membahagiakan aku," ucap Killa dalam hati.
Ada perasaan kasihan di benak Killa, saat melihat Raihan dan Bunda Bunga yang begitu bahagia saat bersama Sakha.
"Maafkan aku Mas, kamu yang membuat aku seperti ini!" Ujar Killa.
Hati Raihan begitu sakit, saat harus berpisah dengan Sakha. Karena dia harus pulang. Dia tak bisa membayangkan, jika nantinya Killa menikah dengan musuh bebuyutannya. Mungkinkah dia masih bisa dekat dengan Sakha?
__ADS_1
"Aku benar-benar menyesal!" Raihan begitu frustasi.