
"Kamu mau makan apa?" Tanya Dimas kepada sang istri. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju pulang ke rumah Killa.
"Makan apa ya?" Ujar Killa. Dia terlihat sedang berpikir. Sampai akhirnya, dia memutuskan ingin makan seafood. Dimas langsung melajukan mobilnya, menuju restoran seafood keluarga.
Mereka kini sudah berada di sebuah Mall yang terdapat restoran itu. Killa langsung menggendong Sakha turun dari mobil, bersama sang ART. Seperti biasa, Dimas menurunkan mereka di lobby. Setelah itu, barulah dia mencari parkiran.
Setelah memarkirkan mobil, Dimas langsung masuk ke dalam mencari keberadaan istrinya. Killa tampak sedang memesan aneka macam menu makanan. Mulai dari ikan bakar, ikan kakap asam manis, cumi dan kerang saus tiram, cah kangkung, dan juga udang saus tiram.
"Sudah pesan?" Tanya Dimas yang baru saja datang dan langsung duduk di sebelah sang istri.
"Sudah, mas. Aku pesan ikan bakar, ikan kakap asam manis, udang, cumi, kangkung, kerang. Mas mau pesan yang lain lagi enggak? Minumnya mas mau apa? Tadi aku pesan es jeruk 2, es teh manis 3," jelas Killa.
__ADS_1
"Sudah cukup itu! Enggak usah ada tambahan lagi," sahut Dimas dan Killa mengiyakan.
Dimas mengatakan, kalau mereka besok berangkat ke Bali pesawat jam 06.00 pagi. Jam 03.00 pagi mereka harus berangkat dari rumah. Mereka nanti sholat subuh di bandara.
"Bibi besok ikut juga ya ke Bali! Nanti, seperti kemarin ya, Bi! Saya titip Sakha dulu, saat kami ingin berduaan. Hari ini Bibi siapkan barang-barang yang mau di bawa ke Bali! Kamu juga ya, sayang! Kamu siapkan semua barang-barang untuk kamu, Sakha, dan aku! Agar besok pagi enggak terburu-buru," ucap Dimas. Killa dan Bi Sumi mengiyakan.
Sakha tampak tertidur nyenyak, di dalam gendongan sang bunda. Makanan datang, mereka langsung menikmatinya. Killa terlihat sedang makan, sambil menggendong Sakha. Mereka terlihat lahap, menikmati semua makanan itu.
Bunda Bunga dan Ayah Abi tampak mengucap kata syukur, karena akhirnya kondisi sang anak semakin membaik. Terbebas dari masa kritis. Raihan sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan.
"Alhamdulillah, Rai. Akhirnya, kamu bisa melewati masa kritis kamu. Semoga kamu segera sembuh, dan sehat kembali!" Ujar Bunda Bunga kepada sang anak.
__ADS_1
"Iya, bun alhamdulillah. Raihan pun berharap seperti itu. Bisa hidup normal kembali, seperti dulu lagi," ucap Raihan.
"Nanti, kalau Allah memberikan kesempatan kepada kamu hidup normal kembali. Gunakan kesempatan itu dengan baik, jangan mengganggu hubungan Killa dengan Dimas! Biarkan dia hidup bahagia dengan Dimas, dan tugas kamu yaitu mencari kebahagiaan sendiri! Buka lembaran baru, dan ikhlaskan Killa!" Ujar Bunda Bunga mengingatkan sang anak.
"Iya bun, aku janji! Aku akan ikhlaskan Killa, agar aku bisa tenang menjalani kehidupan. Aku ingin membahagiakan Bunda dan ayah. Selama ini, aku selalu membuat susah kalian," sahut Raihan.
"Iya, sayang! Kami akan selalu mendukung niat baik kamu! Jangan pernah takut, karena kamu tak sendiri menjalani kehidupan ini! Kami sangat menyayangi kamu!" Ujar Bunda Bunga.
Raihan tampak meneteskan air matanya, dia begitu terharu. Masih dia ingat, saat dirinya dulu begitu sombong kepada Killa. Kini, dirinya hidup dengan penyesalan.
__ADS_1