
"Aku sudah memaafkan, Mas! Kita buat lembaran baru ya, Mas! Kita mulai kehidupan kita masing-masing! Mas semangat ya, demi Sakha! Buktikan kepada Sakha, kalau Mas adalah ayah yang bertanggung jawab, dan menyayangi dia! Aku ingin lihat Mas yang seperti dulu! Mas yang punya semangat hidup, dan menjadi sosok yang membanggakan untuk Ayah Abi dan Bunda Bunga. Aku ingin, mas bisa membahagiakan dia, dan bisa menjadi anak yang membahagiakan untuknya!" Killa mencoba memberi semangat untuk Raihan.
"Iya, La! Aku janji, aku akan semangat untuk sembuh. Agar aku bisa membahagiakan, orang-orang yang menyayangi aku. Satu lagi, aku akan ikhlaskan kamu untuk hidup bahagia bersama Dimas. Semoga kalian hidup bahagia, dan memiliki anak dari buah cinta kalian. Sekarang aku lumpuh, dan otak aku enggak bisa berpikir terlalu berat. Kecelakaan itu membuat aku mengalami geger otak, dan juga menyebabkan aku mengalami kelumpuhan. Tapi, aku akan tetap semangat untuk sembuh, semoga saja Allah bisa memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki hidup aku," sahut Raihan.
"Aku yakin kamu pasti bisa, Mas! Semangat ya! Aku tunggu kabar baik dari kamu! Mas, maaf! Aku enggak bisa lama-lama di sini! Tak baik untuk kesehatan Sakha. Aku doakan, semoga mas bisa segera pulang ke rumah! Nanti aku sama Sakha main ke rumah, jadi mas bisa lebih puas bersama Sakha," ucap Killa dan Raihan mengerti karena apa yang diucapkan mantan istrinya itu benar.
Dengan Killa menyempatkan waktunya dan mau menemui dia saja, Raihan sudah senang. Killa membantu Sakha untuk mencium tangan, karena Sakha belum bisa. Wajah Raihan terlihat sedih, saat mencium pipi Sakha.
"Sekali lagi, makasih ya La! Kamu sudah menyempatkan waktu kamu, dan mau menengok aku," ucap Raihan sebelum Killa benar-benar meninggalkan dirinya.
"Iya. Aku pamit sekarang ya, Mas! Tetap semangat untuk sembuh! Jangan patah semangat! Besok aku berangkat bulan madu sama Mas Dimas. Sakha si aku bawa, karena aku enggak tega meninggalkan dia. Dia kan masih menyusu ASI. Rencananya, kami di sana tiga hari Mas. Maaf, jika aku enggak bisa nengok kamu. Semoga, setelah aku kembali ke Jakarta, kamu sudah pulang ke rumah," ucap Killa.
Killa melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Raihan. Ayah Abi dan Bunda Bunga langsung mengucapkan terima kasih, karena berkat kedatangan dia dan juga Sakha. Raihan sadar kembali. Mereka berharap, kondisi anaknya akan semakin membaik.
__ADS_1
"Iya, Yah, Bun sama-sama. Semoga Mas Raihan segera pulih, dan hidup normal kembali. Mas Raihan juga bisa segera pulang dari rumah sakit. Aku juga tadi sudah mengatakan kepadanya, aku janji akan main membawa Sakha, jika dia sudah pulang ke rumah. Oh iya, bun, yah! Besok aku mau bulan madu ke Bali sama Mas Dimas. Rencananya, tiga hari di sana. Maaf, besok-besok aku belum bisa menengok Mas Raihan," ungkap Killa.
"Iya, La. Enggak apa-apa, La! Kamu sudah mau datang saja, ayah dan bunda sudah senang. Semoga bulan madu kalian lancar ya, dan kebahagiaan selalu menyertai kalian. Sakha di ajak juga ke sana? Gimana kalau sama bunda saja di sini? Nanti, Raihan biar ayah saja yang jaga! Kasihan kamu sama Dimas, bulan madunya jadi terganggu. Kamu enggak usah khawatir! Bunda enggak kerepotan kok, yang penting stok ASInya Sakha banyak," ucap Bunda Bunga.
"Enggak apa-apa, Bun! Kami enggak merasa terganggu. Mas Dimas mengerti kok. Bukan begitu, Mas?" Tanya Killa dan Dimas mengiyakan.
"Aku justru, nanti jadi kepikiran Bun kalau jauh sama Sakha. Aku enggak tega meninggalkan dia. Dia masih sangat kecil, dan sangat membutuhkan aku. Bi Sumi ikut juga kok Bun, jadi nanti bisa bantu aku jaga Sakha. Bunda enggak usah khawatir! Lebih baik, bunda fokus dulu sama kesembuhan Mas Raihan! Dia lebih membutuhkan Bunda! Agar bisa segera sembuh," ucap Killa.
Killa pamit pulang kepada Bunda Bunga dan Ayah Abi, karena Sakha rewel sejak tadi. Sepertinya, karena Sakha mengantuk ingin tidur. Killa langsung mencium tangan tangan ayah Abi dan Bunda Bunga secara bergantian. Dimas pun melakukan hal yang sama dengan Killa, mencium ayah Abi dan bunda Bunga secara bergantian.
Ayah Abi dan bunda Bunga hanya bisa melihat kepergian Killa dan Sakha, bersama Dimas. Ayah Abi langsung merangkul tubuh sang istri, mencoba menguatkan. Mereka harus mengikhlaskan Killa dengan Dimas, Killa sudah bahagia dengan Dimas.
"Mas, aku mau ke toilet dulu cuci tangan! Titip Sakha dulu ya! Sakha tangannya di lap pakai tisu basah ya," ucap Killa sambil memberikan Sakha kepada Dimas.
__ADS_1
Killa langsung melangkahkan kakinya menuju toilet. Keduanya tampak terkejut, saat mata mereka bertemu. Setelah sekian lama tak bertemu, hari ini mereka di pertemukan kembali. Mata keduanya tampak membulat sempurna. Kini mereka bertemu dengan kondisi yang berbeda. Karma berlaku, penderitaan mereka kini bertukar posisi.
Hingga akhirnya, Killa memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Dia tak peduli dengannya. Killa memilih untuk langsung masuk ke dalam toilet, dan buang air kecil. Setelah itu mencuci tangannya hingga bersih.
Masih Killa ingat, saat Syila sedang berjaya. Saat dia masih bersama Raihan dulu. Dengan bangganya, Syila merebut Raihan darinya. Kondisi Syila semakin memprihatinkan. Penyakit endometriosis yang dia derita, kini menyebar menjadi penyakit kanker rahim. Rambut indahnya telah hilang, dan kini dia hanya duduk di kursi roda. Tak ada lagi tubuh seksinya yang menjadi kebanggaan dia dulu. Kini tubuhnya hanyalah tinggal tulang, sangat kurus.
Ternyata, Syila belum pergi. Dia masih menunggu Killa sampai Killa keluar dari toilet. Dia mengatakan kepada sang ibu, atas apa yang dia lakukan dulu. Syila mengatakan kepada sang ibu, kalau wanita tadi adalah Syakilla, mantan istri Raihan. Wanita yang dulu dia sakiti, dan suaminya dia rebut.
Killa terkejut, saat dia keluar, dan melihat Syila masih berada di depan toilet. Kedatangan Syila ke Jakarta, karena dia berniat untuk pengobatan kemoterapi. Dia mendapatkan rujukan dari rumah sakit daerah. Rumah sakit tempat Raihan di rawat dan Syila berobat adalah rumah sakit negeri terbesar di Jakarta. Rumah sakit ini banyak menerima rujukan dari daerah-daerah.
Awalnya, Killa bersikap cuek kepada Syila, karena mereka memang tak ada urusan lagi. Killa sudah tak mempedulikan masa lalunya dulu. Dia sudah menutupnya rapat masa lalunya yang menyakitkan.
__ADS_1