
Jika Syila saat ini sedang meratapi nasibnya, karena sudah tak memiliki rahim. Karena dia terpaksa melakukan operasi pengangkatan rahim. Karena, bukan hanya penyakit endometriosis saja yang dia derita. Penyakit itu justru kini berkembang menjadi kanker rahim. Killa justru sedang berbahagia. Dia sudah menerima Dimas menjadi calon suaminya, dan akan di gelar acara lamaran.
Hari ini Killa akan mendatangi rumah Ayah Abi, untuk mengundang Ayah Abi dan Bunda Bunga di acara lamarannya. Killa menghormati mereka, sebagai pengganti orang tua Killa yang telah tiada. Killa juga akan meminta bantuan kepada ayah Abi, sebagai saksi di acara pernikahan dirinya dengan Dimas.
Sebelum bapaknya Killa meninggal, dia sempat menitipkan Killa kepada Ayah Abi. Itulah yang menjadi alasan Ayah Abi dulu memaksa Killa menikah dengan Raihan anaknya. Rencananya, acara lamaran akan di adakan hari Sabtu depan.
"Bi, ayo kita berangkat sekarang!" Ajak Killa. Killa mengajak sang ART dan juga Sakha ke rumah orang tua mantan suaminya itu. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah Ayah Abi.
__ADS_1
"Pak, nanti mampir dulu di toko roti dan kue ya!" pinta Killa kepada sang supir.
Killa mampir dulu ke sebuah toko roti dan kue yang searah dengan rumah Ayah Abi. Dia membelikan 12 roti aneka rasa dan juga brownies untuk orang yang dia sayang. Killa menyayangi Ayah Abi dan juga Bunda Bunga. Meskipun hubungan dengan anaknya tak baik.
Mobil Killa baru saja sampai di rumah Raihan. Mendengar mobil Killa datang, dan memasuki parkiran rumah mereka. Bunda Bunga dan Ayah Abi langsung bergegas menghampiri ke luar untuk melihat cucunya datang. Mereka terlihat sangat bahagia. Bunda Bunga langsung mengambil Sakha dari gendongan Killa.
Killa memang sengaja memberikan kejutan, tak memberitahu sebelumnya. Kalau dirinya mau datang. Melihat mantan istrinya dan sang anak datang. Raihan tentu saja merasa senang, dia tak tahu. Kalau kedatangan mantan istrinya itu, meminta orang tuanya untuk menghadiri acara lamarannya.
__ADS_1
Pernyataan Killa membuat Bunda Bunga dan Raihan menengok ke arah Killa. Mereka benar-benar terkejut mendengarnya. Ternyata, Killa benar-benar serius akan menikah dengan Dimas.
"La, Sakha kan masih kecil banget. Kasihan kalau kamu menikah lagi. Nanti yang ada dia enggak ke urus. Apalagi, kalau kamu memiliki anak kembali. Dia masih membutuhkan kamu, La!" Ujar Raihan.
"Enggak usah sok peduli Mas! Lagi pula, aku sudah sepakat sama Mas Dimas untuk menunda memiliki momongan sampai Sakha berusia dua tahun. Kami juga ingin fokus sama Sakha dulu. Mas Dimas mengerti kok," jelas Killa.
Raihan hanya terdiam, tak berkutik. Dia harus menerima keputusan Killa untuk menikah kembali. Karena dia sudah tak memiliki hubungan lagi. Hanya sebatas, kalau Raihan adalah ayah dari Sakha anaknya.
__ADS_1
"Kamu yakin sudah berpikir matang? Ayah hanya sekadar mengingatkan kamu. Semua ayah serahkan kepada kamu. Karena nantinya, kamu yang akan menjalankan rumah tangga.
"Iya, Yah. Insya Allah Killa yakin dengan pilihan hati Killa. Killa sudah merasa siap, untuk menikah kembali. Semoga saja, Kak Dimas benar-benar mencintai aku," Sahut Killa. Raihan tak mampu menahan perasaannya. Dia terlihat begitu kecewa. Namun, hal itu tak mampu mengubah keputusan Killa. Dia hanya bisa meratapi kesedihannya.