
Percintaan dengan sang suami sudah selesai. Killa langsung membersihkan tubuhnya, karena dia harus segera pumping. Payu*daranya sudah terasa kencang. Killa tampak sedang duduk di sofa yang berada di kamarnya saat ini dia menginap.
"Mas, kasihan Sakha. Aku ajak tidur di sini ya?" Tanya Killa kepada sang suami.
"Iya, coba ketuk saja pintu kamar si Bibi. Takutnya, mereka sudah tidur. Sekarang kan sudah jam 23.00," sahut Dimas.
"Iya, si. Tapi, aku takut nanti malam dia ingin menyusu. Payu*dara aku sakit banget. Bengkak kayanya, karena enggak menyusui Sakha berjam-jam," ucap Killa.
"Ya sudah, kamu ketuk saja pintu kamar Bibi! Sakha pindah ke sini saja," ujar Dimas. Killa pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Killa langsung memakai pakaian, kemudian langsung keluar dari kamarnya untuk mengambil Sakha. Dia langsung mengetuk pintu kamar sang ART, mencoba membangunkan sang ART. Mendengar suara ketukan pintu, Bi Sumi langsung terbangun dari tidurnya. Dia langsung beranjak turun dari ranjang, dan bergegas untuk segera membuka pintu kamarnya.
"Bi, Sakha sudah tidur? Ibu mau ambil Sakha. Biar dia tidur sama ibu saja. Takut nanti malam nangis, ingin menyusu. Tadi nangis enggak?" Tanya Killa.
"Alhamdulillah enggak rewel, Bu. Di kasih susu, langsung tidur," sahut sang ART. Meskipun sang ART mengatakan Sakha enggak rewel, Killa tetap merasa tak tega. Dia langsung mengambil Sakha, dan membawanya ke kamarnya, dan dia langsung meletakkan Sakha di ranjang secara perlahan.
Melihat wajah sang bunda, Sakha langsung merengek ingin menyusu. Tentu saja Killa langsung menyusui sang anak dengan senang hati. Dia ingin bersikap adil kepada sang anak. Meskipun matanya sudah mengantuk. Dimas dengan setia menemani sang istri. Padahal, tubuhnya juga terasa lelah, dan sudah ingin beristirahat.
"Bertiga saja Mas, cukup kok! Masa kamu di sofa," ujar Killa. Dia menjadi tak enak hati sama suaminya.
__ADS_1
"Santai saja! Aku seperti itu, bukan karena aku enggak suka. Jangan tersinggung atau salah paham! Aku ingin kalian merasa nyaman," ucap Dimas mencoba memberi pengertian kepada Killa. Hingga akhirnya Killa mengerti, tak salah paham lagi dengan suaminya.
Dimas membaringkan tubuhnya di sofa. Sakha pun sudah tertidur nyenyak. Killa langsung meletakkan sang anak secara perlahan. Kemudian merapikan pakaiannya. Sebelum tidur, Killa ingin buang air kecil terlebih dulu. Killa melirik ke arah sang suami yang kini sudah tertidur nyenyak. Setelah itu, Killa pun ikut menyusul sang suami tidur.
Berbeda halnya dengan Killa dan juga Dimas yang sudah tertidur nyenyak. Bunda Bunga justru sedang menangis. Kondisi sang anak kritis kembali. Jantungnya melemah, dan dokter berusaha melakukan pertolongan.
"Ya Allah, aku mohon! Tolong selamatkan anakku! Jangan ambil nyawa anakku, aku enggak mau kehilangannya," ucap Bunda Bunga di iringi isak tangis.
"Mas, kita harus segera membawa Killa dan juga Sakha menemui Raihan. Semoga saja, kedatangan Killa dan juga Sakha bisa membuat dia sembuh kembali," ucap Bunda Bunga kepada sang suami.
__ADS_1
"Iya, besok subuh aku akan menghubungi Killa. Agar dia segera datang menemui Raihan. Semoga saja, kedatangan dia dan juga Sakha, bisa membantu Raihan untuk semangat hidup kembali," sahut Ayah Abi kepada sang istri. Bunda Bunga mengiyakan.