
Raihan tak mampu lagi menahan perasaan hatinya. Saat keluar dari ruangan periksa, Raihan langsung menanyakan kepada Killa.
"Sepertinya, hubungan kamu sama dokter Dimas sangat dekat Apa selain dia menjadi dokter kandungan kamu, kalian menjalin hubungan sama dia? Dia pun sangat tahu kehidupan kamu," Tanya Raihan kepada Killa.
"Memangnya, apa urusannya sama Mas? Ingat Mas, kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Aku mau berhubungan dengan siapapun, itu bukan urusan kamu. Jangan pernah mengusik hidup aku, karena aku pun tak pernah mengusik hidup kamu. Tolong jangan bersikap lebih padaku! Sampai kapan pun, aku tak akan pernah kembali kepada Mas. Meskipun, Ayah Abi dan Bunda Bunga yang memintanya. Camkan itu, Mas! Jika masa masih mau dekat dengan aku. Tetapi, Jika mas mengganggu hidupku. Aku tak akan segan-segan untuk menjauhi kamu dari hidupku!" Ancam Killa membuat Raihan diam tak berkutik. Mantan istrinya itu memang tipe wanita yang tegas.
"Sudahlah, Han! Ikuti saja keinginan Killa, jika kamu ingin melihat anakmu! Benar yang dikatakan Killa, kamu tak berhak berkata seperti itu! Karena kamu bukan siapa-siapanya!" Bunda Bunga pun akhirnya ikut bicara, mencoba mengingatkan anaknya. Hingga akhirnya Raihan terdiam, tak mengeluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
Setelah mendapatkan obat, Bunda Bunga mengajak Killa untuk makan bersama ke Mall, dan demi menghargai Bunda Bunga. Killa pun menerima tawaran itu. Namun, tetap saja. Mereka pergi dengan menggunakan mobil masing-masing dan nantinya akan bertemu di sana.
Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Mall. Raihan hanya berdua sang mama.
"Dokter Dimas itu menyukai Killa, dia berniat ingin menikahi Killa. Tetapi, Killa menolaknya. Dia masih belum ingin menikah kembali, dia ingin fokus mengurus anak kalian. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat dia untuk mendapatkan Killa. Sudah biarkan saja, itu urusan Killa! Tak ada gunanya kamu melarangnya, karena hal itu tak akan mampu mengubah keputusannya. Daripada kamu seperti ini, lebih baik kamu buka lembaran baru hidup kamu. Lupakan Killa, dan biarkan dia hidup bahagia!" Nasehat sang Bunda.
"Memangnya, Bunda tak bisa membantu aku? Mempersatukan aku kembali sama Killa?" Tanya Raihan lesu.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di Mall. Killa sudah sampai lebih dulu, dan menanti Bunda Bunga dan Raihan datang. Tak lama kemudian Raihan dan Bunda Bunga pun datang, setelah Raihan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.
"Ayo kita langsung saja cari tempat makan. Kamu mau makan apa?" Ujar Bunda Bunga.
Pilihan Killa pada restoran kara*pitan. Bunda Bunga dan Raihan pun mengikuti keinginan Killa. Mereka langsung menuju restoran yang di tuju.
Killa memesan es blue coral, es teh manis, dan juga baso malang. Sedangkan Raihan memesan sop betawi dan juga es teh manis, dan Bunda Bunga memesan sop iga dan teh tawar hangat.
__ADS_1
Sambil menunggu makanan datang, mereka tampak mengobrol. Membahas tentang rencana persalinan Killa. Sedangkan Raihan terlihat hanya mendengarkan saja, tak berani ikut bicara. Terlebih Killa bersikap cuek kepadanya. Seakan, menganggap dirinya tak ada.