Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

"Bunda sama ayah ada Bi?" Tanya Raihan.


"Ada di dalam Den," sahut sang ART. Raihan berjalan mengikuti sang ART masuk ke dalam, dan langsung menghampiri sang bunda yang lagi duduk di ruang TV. Raihan langsung mencium tangan sang bunda.


Raihan langsung bersujud di kaki sang bunda untuk meminta maaf.


"Bun, maafin Raihan. Raihan banyak dosa sama bunda. Raihan menyesal. Selama ini Raihan enggak pernah dengar omongan bunda sama ayah, sekarang aku menyesal. Syila selingkuh, tadi aku melihat Syila sedang berhubungan intim dengan seorang laki-laki di kamar kos kami. Laki-laki itu satu kos sama kami," ungkap Raihan.


Bunda Bunga tak merasa kaget mendengarnya. Dia justru tersenyum mengejek anaknya.


"Bagus dong? Jadi kamu bisa terbuka, bisa melihat langsung siapa sebenarnya wanita yang selama ini kamu banggakan. Ternyata, dia hanya wanita murahan. Memangnya, kamu tak pernah bisa memuaskan dia di ranjang? Sampai-sampai dia mencari kepuasan dengan laki-laki lain," sindir Bunda Bunga.

__ADS_1


"Iya, aku memang bodoh. Selama ini hatiku tertutup dengan rasa cintaku padanya. Padahal, aku selalu berjuang untuk mempertahankan dia. Bahkan, aku telah menyakiti kedua orang tuaku. Tak mendengar ucapan kedua orang tuaku, dan sekarang aku baru merasakannya," sahut Raihan.


Mendengar suara istrinya mengobrol, Ayah Abi langsung keluar dari kamarnya. Menghampiri istri dan anaknya. Ayah Abi tampak mengerutkan keningnya, saat melihat koper milik anaknya.


"Mau apalagi kamu kesini? Bukannya kamu lebih memilih dia? Ya sudah sana!" usir Ayah Abi. Raihan melakukan hal yang sama kepada sang bunda, Abi berlutut di kaki sang ayah.


"Maafin aku Yah, aku menyesal," ungkap Raihan.


"Iya, Yah. Raihan menyesal. Sekarang Raihan baru merasakannya. Semua ucapan ayah dan bunda itu benar. Syila selingkuh, dia memang wanita murahan. Syila memang benar wanita murahan," ungkap Raihan diiringi isak tangis. Terlihat sekali wajah penyesalan.


Melihat kondisi anaknya seperti itu, Bunda Bunga menjadi tak tega.

__ADS_1


"Sudah Yah! Kasihan, bagaimanapun dia itu anak kita. Besok lagi ngobrolnya, biarkan Raihan istirahat dulu," ujar Bunda Bunga.


"Ngapain kamu masih anggap anak? Dia saja dulu lebih memilih wanita itu daripada kita. Giliran begini, baru ingat orang tua. Numpang hidup. Terserah kamu sajalah, aku sudah malas bicara sama anak macam itu," sahut Ayah Abi ketus. Dia langsung meninggalkan Raihan dan sang istri, masuk ke kamarnya.


Seorang ibu pastinya tak akan tega melihat anaknya menderita, terlebih Raihan adalah anak satu-satunya. Dia menawarkan sang anak untuk makan, bahkan sang bunda ikut menemani sang anak makan di meja makan. Dia merasa tak tega melihat sang anak makan seperti orang yang kelaparan. Terlebih, Raihan tak henti-hentinya meneteskan air matanya.


Dia teringat masa sulitnya kemarin-kemarin, harus membanting tulang untuk menafkahi sang istri. Tetapi sang istri justru selingkuh dengan laki-laki lain. Setelah selesai makan, Bunda Bunga mengantarkan sang anak ke kamarnya. Raihan menatap sekeliling dalam kamarnya. Dia begitu merindukan kamarnya.


"Waktu itu Killa sempat menginap di sini dan tidur di kamar kamu. Bunda juga sudah menawarkan Killa untuk tinggal di sini, setelah melahirkan. Sebentar lagi Killa akan melahirkan anak kamu," ungkap Bunda Bunga.


"Tolong Raihan Bun, tolong bantu Raihan untuk mendapatkan Killa kembali. Raihan sudah menyadari kesalahan Raihan. Raihan ingin memulai semuanya dari awal. Hidup bahagia dengan Killa dan anak Raihan," ujar Raihan.

__ADS_1


"Coba saja berjuang! Semoga saja Killa mau membuka hatinya untuk kamu. Dia mau memaafkan semua kesalahan kamu dulu," sahut Bunda Bunga, dan Raihan mengiyakan. Dia akan berjuang sekuat tenaga.


__ADS_2