
Killa dan Dimas sudah sepakat. Pernikahan mereka akan dipercepat, hanya sekadar akad nikah saja. Yang terpenting sah dulu sebagai pasangan suami istri. Pesta pernikahan mereka, rencananya baru akan di selenggarakan tiga bulan mendatang.
Pesta pernikahan itu akan diadakan secara mewah, di sebuah hotel bintang lima. Awalnya, Killa sempat menolak. Dia merasa malu, karena statusnya yang saat ini adalah seorang janda. Dia hanya ingin sekadar akad nikah. Tapi, Dimas tetap ingin meramaikan momen spesial di hidup mereka. Orang tua Dimas pun, ingin acara pernikahan anaknya dilangsungkan secara meriah.
Meskipun pernikahan ini, menjadi pernikahan keduanya. Namun, pernikahan ini sangat berbeda dengan pernikahan pertamanya. Pernikahan kali ini, adalah pernikahan impiannya. Menikah dengan orang yang dicintai, dan mencintai dirinya. Pernikahan yang sesungguhnya, yang dirayakan dengan banyak orang. Tak seperti pernikahan pertamanya yang hanya sekadar akad nikah saja, dan dilakukan secara tertutup. Tak ada malam pertama di hari dirinya menikah. Raihan justru meninggalkan dirinya, dan memilih bercinta dengan Syila.
__ADS_1
"Jujur, awalnya sebenarnya bunda sedih melihat kamu akhirnya akan menikah dengan laki-laki lain. Tak ada harapan lagi untuk Raihan kembali lagi sama kamu. Padahal, bunda ingin sekali melihat kalian berkumpul kembali menjadi keluarga yang utuh bersama Sakha. Tapi, kami pun tak boleh egois. Ini adalah pilihan hidup kamu, dan semua ini kesalahan Raihan yang dulu telah menyia-nyiakan kamu. Namun sekarang, bunda sudah menyadarinya. Kamu pun patut bahagia, menikah dengan laki-laki yang menjadi pilihan kamu," ungkap Bunda Bunga, saat menemani Killa di rias di kamar Killa.
Killa sudah terlihat cantik. Dia memang sengaja memanggil MUA untuk make-up dirinya, di momen spesialnya yaitu acara lamaran. Killa sudah selesai di rias, hanya tinggal menunggu Dimas dan beserta keluarganya datang.
Berbeda halnya dengan Killa yang saat ini sedang berbahagia, karena hari ini dia dan Dimas resmi melakukan lamaran, dan minggu depan mereka akan melangsungkan akad nikah. Raihan justru sedang bersedih. Dia terlihat menangis di dalam kamar, meratapi penyesalannya. Karena sebentar lagi, mantan istrinya akan menikah dengan laki-laki lain. Tak ada harapan lagi untuknya, bisa kembali bersama Killa. Terlebih, Killa sudah berbicara tegas kepadanya.
__ADS_1
Kini Killa telah meraih kebahagiaan, buah kesabaran atas rasa sakit yang dia rasakan dulu. Di mana dirinya sempat merasakan tak dicintai, dan tersakiti oleh mantan suaminya. Kini dia telah menemukan jodohnya, yang sangat mencintai dirinya. Yang nantinya akan membuat dirinya bahagia. Dimas sangat mencintai Killa dan berjanji tak akan menyakiti Killa. Harapan keduanya, kelak mereka bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.
Acara lamaran berjalan lancar. Kedua orang tua Dimas dan juga Sinta merasa bahagia, karena akhirnya Dimas mendapatkan tambatan hati. Terlebih orang itu, orang yang mereka kenal. Mereka pun tak pernah menyangka, kalau jodohnya Dimas adalah orang yang selama ini dekat dengan mereka.
Persiapan akad nikah sudah selesai mereka persiapkan. Kebaya untuk acara akad nikah, hasil rancangan Killa sendiri, dan dibuat langsung oleh tim di butiknya. Dimas pun sudah menyiapkan barang-barang untuk seserahan. Killa menyerahkan semuanya kepada Dimas, dia tak memilih dipilihkan oleh orang tua Dimas dan juga Sinta.
__ADS_1