
Segala persiapan sudah dilakukan, hanya tinggal menunggu saatnya tiba. Killa memutuskan untuk mendatangi butik nya, sebelum dia menikah. Rencananya, mereka akan langsung berbulan madu ke Bali. Selain ke Butik, Killa juga ingin ke rumah sakit pasang IUD.
Dia tak akan menunda malam pertama dirinya dengan Dimas. Dia akan langsung menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Dia ingin memiliki kesan yang berbeda saat malam pertama di pernikahan keduanya, tak seperti saat pernikahan pertamanya.
"Bi, Ibu titip Sakha dulu ya! Ibu soalnya mau ke rumah sakit," ucap Killa dan sang ART mengiyakan.
"Sakha, bunda pergi dulu ya! Kamu sama bibi dulu ya! Kalau urusan bunda sudah selesai, bunda langsung pulang ya sayang." Killa berbicara dengan sang anak.
Awalnya, Sakha menangis. Seakan mengerti tak mau di tinggal sang bunda. Namun, sang ART mencoba merayu, dan akhirnya diam. Mobil Killa sudah meninggalkan rumah. Ternyata sejak tadi Raihan menunggu Killa keluar dari rumahnya.
Dia sengaja memarkirkan mobilnya lumayan jauh dari rumah Killa, agar tak terlihat Killa. Padahal, dia pasti akan mengenal mobil Bunda Bunga. Seperti saat ini. Dia tahu kalau, mantan suaminya itu mengikuti dirinya.
__ADS_1
"Pasti itu mas Raihan yang mengikuti aku pakai mobil Bunda Bunga. Mau ngapain lagi si ini orang? Giliran dulu, sombongnya minta ampun. Sekarang, seperti kebakaran jenggot," gerutu Killa. Mantan suaminya itu, benar-benar dibuat menyesal oleh Killa.
Dia tak ingin, kalau nantinya bertengkar di rumah sakit. Hingga akhirnya, Killa memutuskan untuk ke butik terlebih dahulu. Tapi, dirinya harus tetap ke rumah sakit. Mumpung saat ini dirinya sedang datang bulan, agar tak merasa sakit saat pemasangan UID.
Mobil Killa sudah terparkir di parkiran butik. Dia berpura-pura seperti tak tahu, kalau mantan suaminya mengikuti dirinya. Dia turun begitu anggun. Wajahnya semakin cantik dan cerah. Terlihat sekali kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
Setelah Killa masuk ke butik, barulah Raihan turun, dan langsung memasuki butik. Killa sudah siap. menyambut kedatangan mantan suaminya, yang pastinya akan membuat ulah. Dia memilih untuk langsung ke ruangannya.
"Tak ada yang bisa melarang saya, untuk bertemu mantan istri saya! Saya ingin bertemunya, awas!" Bentak Raihan sambil mendorong tubuh pekerja Killa dengan kasar. Hampir saja, dia terjatuh karena ulah Raihan.
Raihan langsung menaiki anak tangga, menghampiri ruangan Killa berada. Tanpa mengucap salam, dirinya langsung menerobos masuk ke ruangan Killa. Namun sayangnya, Killa enggak merasa aneh. Dia yakin, kalau Raihan akan seperti itu.
__ADS_1
"Apa mas tak memiliki sopan santun? Seenaknya saja masuk ruangan aku. Ini ruangan aku, tak sepantasnya mas bersikap demikian," tegur Killa.
"Ok, aku akuin kamu memang benar. Tak sepantasnya aku seperti itu. Aku minta maaf sama kamu. Semua aku lakuin, karena aku ingin bertemu kamu, dan berbicara sama kamu," ujar Raihan.
"Bicara padaku? Memangnya, apa lagi yang ingin kau bicarakan padaku?" Ucap Killa ketus. Dia terlihat anggun.
"Maafin aku, La! Kesalahan aku dulu, memang sangat fatal. Sampai akhirnya, aku harus kehilangan kamu. Sekarang, aku sudah menyadarinya. Kalau semua yang aku lakukan salah. Aku menyesal! Aku janji, enggak akan pernah lagi menyakiti hatimu! Aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan juga buah hati kita. Aku mohon, La! Tolong batalkan pernikahan kamu dengan dia. Aku mencintai kamu. Aku enggak bisa melupakan kamu," ucap Raihan memohon.
Killa langsung membalasnya, dengan senyuman sinis. Bisa-bisanya Raihan berkata demikian. Meminta Killa membatalkan pernikahannya dengan Dimas.
"Apa aku enggak salah dengar? Enak banget, kamu bicara seperti itu. Memangnya, kamu siapanya aku? berani-beraninya meminta aku untuk membatalkan pernikahan aku dengannya? Sadar! Sebelum berbicara, harusnya kamu pikirkan dulu! Sudahlah, tak ada lagi yang patut kita bicarakan lagi. Urusan kita sudah selesai!" Ujar Killa tegas.
__ADS_1