
Dimas, Mama Sonya, dan juga Sinta baru saja sampai di rumah Killa. Dimas memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Sedangkan Mama Sonya dan Sinta turun lebih dulu, dia langsung menekan bel rumah Killa.
"Bi, sepertinya itu Kak Dimas sama mama dan kakaknya. Tolong bukain pagarnya!" Ujar Killa.
Tak seperti biasanya, kali ini dia merasa hal yang berbeda. Merasa deg-degan. Karena saat ini Mama Sonya bukan hanya sebagai mama dari Sinta sang sahabat. Tetapi juga, calon ibu mertuanya. Karena kelak dia akan menikah dengan Dimas sang anak.
Killa langsung menyambut kedatangan calon ibu mertuanya dan juga Sinta sang sahabat. Dia langsung mencium tangan Mama Sonya.
"Sakha tidur, La? Ini oleh-oleh untuk Sakha. Yang ini untuk bundanya dari Kakanda Dimas," goda Sinta membuat wajah Killa memerah.
"Selamat ya La, semoga lo bisa menjadi bunda yang baik untuk Sakha. Semoga Sakha menjadi anak yang sholeh, dan membanggakan untuk bundanya," ucap Sinta dan di aminkan oleh Killa, Sinta, dan Mama Sonya.
Tak lama kemudian Dimas datang dengan membawa parcel buah. Dia langsung membawanya ke ruang keluarga, dan meletakkannya di meja makan. Letak meja makan di antara ruang keluarga dan juga dapur.
Killa mengajak Mama Sonya dan Sinta duduk di ruang keluarga yang letaknya dekat kamar Killa. Killa langsung masuk ke kamar,
__ADS_1
"La, pengen lihat Shaka dong!" Ujar Sinta.
Sinta ikut masuk ke dalam kamar bersama Killa.
"La, kapan lo mau nikah sama kakak gue? Seneng banget gue dengarnya, akhirnya lo bisa jadi kakak ipar gue," ujar Sinta.
"Gue belum tahu Sin. Asli gue masih bingung. Gue si bilang habis nifas saja. Karena bingung malam pertamanya. Kasihan kalau Kak Dimas enggak bisa nyentuh gue. Tapi, gue juga bingung. Gue 'kan baru melahirkan, masa iya gue harus langsung hamil lagi, terus melahirkan. Rasanya gue belum siap Sin. Nanti coba dibicarakan lagi, gimana baiknya saja. Ayo kita keluar!" Sahut Killa.
Killa langsung mengambil Sakha dari dalam box bayi, dan menggendongnya. Kemudian Killa membawanya keluar. Killa langsung duduk di dekat Mama Sonya.
"Sini La! Mama mau gendong Sakha. Duh, mama seneng banget bisa gendong cucu. Tak apa 'kan La, kalau mama anggap Sakha seperti cucu mama sendiri. Mama sudah kepengen banget punya cucu. Oh iya, kata Dimas. Kamu sudah menerima dia? Kapan La, kalian mau nikahnya?" Ujar Mama Sonya.
"Sakha mirip kamu banget La, anak bunda banget ini. Orang juga enggak akan nyangka, kalau anak ini bukan anak Dimas," ujar Mama Sonya.
"Ma, Kak Dimas. Ada hal yang ingin Killa katakan untuk masalah pernikahan Killa dan Kak Dimas. Jujur, Killa masih bingung harus kapan menikahnya. Karena Killa belum masa nifas. Kalaupun nanti sudah, rasanya Killa belum merasa siap untuk hamil dan melahirkan lagi. Lagipula kasihan Sakha, dia masih kecil banget. Killa masih ingin fokus mengurus Sakha, dan ingin menyusui Sakha hingga dua tahun. Belum mau punya anak dulu, dalam waktu dekat. Apa kakak siap untuk menunggunya? Sampai Killa siap untuk memiliki anak kembali," jelas Killa.
__ADS_1
"Tadi juga sudah aku bahas sama mama, saat di jalan mau ke sini. Insya Allah, aku sabar. Aku ngerti, enggak mau egois. Aku enggak akan memaksa kamu. Aku juga enggak tega sama Sakha, kalau harus terbagi dengan adiknya nanti. Aku ingin dia sampai selesai ASI. Aku siap menunggu sampai kami siap untuk hamil dan memiliki anak kembali. Yang terpenting kita sah dulu saja, saat kamu sudah selesai masa nifas. Aku takut, kalau nantinya kamu berubah pikiran, dan berpikir untuk kembali lagi sama Ayahnya Sakha," sahut Dimas.
Mereka akhirnya sepakat akan menikah setelah Killa selesai masa nifas. Dimas takut, Killa di rebut oleh Raihan. Oleh karena itu, Dimas ingin segera menghalalkan Killa.
"Ayo ma, Sin, Kak, di cicipi kue buatan Killa. Semoga suka," ujar Killa.
Mama Sonya, Sinta, dan Dimas langsung mencicipi satu persatu kue buatan Killa.
"Emm, enak La. Kamu pintar buat kue ya. Dimas bisa jadi gemuk deh, kalau nikah sama kamu. Asupan gizinya tinggi. Kamu memang wanita yang sempurna. Sudah cantik, pintar, lembut, pintar masak lagi. Untung saja, Allah memberi kesempatan Dimas untuk berjodoh sama kamu," puji mama Sonya. Membuat Killa tersipu malu.
Killa bersyukur karena selalu memiliki mertua yang baik. Baik Bunda Bunga ataupun Mama Sonya keduanya sama-sama baik kepadanya. Setelah mencicipi kue bolu, puding buah, dan juga macaroni schotel. Mereka pamit pulang. Dua bulan lagi orang tua Dimas dan Dimas akan datang melamar Killa sebagai istri Dimas. Setelah itu mereka akan menikah.
"Semoga, persiapan pernikahan kalian berjalan lancar. Kalian bisa segera menjadi pasangan suami istri. Mama doakan ya! Mama bersyukur, karena akhirnya anak mama bisa memiliki menikah dengan wanita yang baik dan sholeha," ucap Mama Sonya dan diaminkan oleh Killa, Dimas, dan juga Sinta.
Killa mengantarkan Mama Sonya, Dimas, dan juga Sinta sampai depan rumah. Dia tak bisa mengantarkan sampai mobil.
__ADS_1