Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Akhir Cerita


__ADS_3

"Ma, tolong antarkan aku ke ruang perawatan Mas Raihan ya! Aku takut Mas Raihan sudah keburu pulang ke rumah. Aku ingin meminta maaf kepadanya. Biar nanti aku bisa meninggal dengan tenang," ucap Syila dan sang Mama hanya mengiyakan permintaan sang anak.


Dokter sudah memvonis, kalau umur Syila tak lama lagi. Penyakit kanker yang dia derita saat ini sel kankernya sudah menyebar ke organ penting di dalam tubuhnya. Tak ada harapan baginya, untuk sembuh seperti sedia kala. Syila pun sudah ikhlas, kalau nantinya dia akan dipanggil yang maha kuasa pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Tak ada lagi yang patut dia sesali, mau tak mau harus dia terima.


Selama dia masih bisa diberikan kesempatan untuk hidup, dia ingin selalu berbuat baik. Menjalankan perintah Allah, meskipun dia hanya bisa sholat sambil tidur ataupun duduk. Daya tahan tubuhnya sudah menurun, membuat tubuhnya menjadi lemas. Kakinya tak mampu berpijak. Kini saatnya dia meminta maaf kepada orang-orang yang pernah dia sakiti. Untungnya dia masih diberikan kesempatan untuk bertemu Killa dan juga Raihan.


Wajahnya tak lagi bercahaya, dan sekarang justru terlihat pucat seperti mayat hidup. Syila duduk di kursi roda, kemudian sang Mama mendorongnya menuju ruang perawatan Raihan. Sama halnya dengan Syila, Raihan pun saat ini hanya bisa terbaring lemah tak berdaya.


Kini Syila sudah berada di depan ruang perawatan Raihan berada. Dia terlihat gugup, dia takut kalau Raihan akan mengusir dirinya. Dia yakin, kalau saat ini Pasti Raihan sangat membencinya. Jantungnya berdegup lebih kencang.


"Tunggu!" Baru saja sang Mama hendak membuka pintu ruangan itu, Syila langsung menghentikannya.


"Kenapa? Apa kamu berubah pikiran untuk bertemu dengannya? Katanya, kamu ingin meminta maaf dengannya? Mengapa tak jadi?" Tanya sang Mama.


"Iya, tapi aku takut Mas Raihan langsung mengusir aku, karena membenciku. Menurut Mama gimana? Aku masuk menemui dia atau batalkan saja niatku bertemunya?"


Sang Mama belum menjawab, pintu ruangan Raihan terbuka. Ternyata, Ayah Abi yang keluar. Kini mereka berhadapan dengan Ayah Abi. Syila langsung gemetar saat itu, dia takut dengan Ayah Abi. Dulu, sang anak rela melawan Ayah Abi demi membela dirinya.


"Mau apa kamu ke sini? Belum puas kamu membuat hidup Raihan hancur?" ucap Ayah Abi. Suaranya sedikit meninggi, hati merasa panas. Dia teringat akan perbuatan Syila dulu, membuat rumah tangga sang anak dengan Killa hancur, dan sekarang harus menderita terbaring lemah di ranjang. Karena kehilangan Killa.


"Maafin Saya, Pak! Saya mohon! Tolong pertemukan Saya dengan anak Bapak! Saya ingin meminta maaf kepada Raihan, sebelum ajal menjemput Saya! Umur Saya tak akan lama lagi Pak. Sebelum Saya meninggal, izinkan Saya untuk meminta maaf segala kesalahan yang Saya perbuat selama ini. Beberapa hari lalu, Saya sempat bertemu Killa. Saya sudah meminta maaf kepadanya, dan Killa yang memberitahu kepada Saya. Kalau Raihan mengalami kecelakaan," ungkap Syila.

__ADS_1


Melihat kondisi Syila saat ini, Ayah Abi menjadi tak tega. Hingga akhirnya, dia memperbolehkan Syila untuk masuk, dan bertemu sang anak. Tetapi, dengan syarat. Syila dilarang merayu anaknya kembali.


"Baik Pak, Terima kasih. Saya juga sadar diri Pak, Saya tak akan pernah bisa merayu anak Bapak lagi, dan Saya pun tak berniat untuk merayu anak Bapak. Bapak lihat sendiri kondisi Saya sekarang ini. Melihatnya saja, Raihan tak akan tertarik," ucap Syila dan Ayah Abi menganggukkan kepalanya.


Ayah Abi langsung membuka pintu ruangan Raihan, dan mempersilahkan Syila dan sang Ibu untuk masuk ke dalam. Alangkah terkejutnya Raihan, saat melihat wajah wanita yang pernah sangat dia cintai. Betapa dulu dia begitu tergila-gila dengan Syila, sampai-sampai dia rela kehilangan kedua orang tuanya, dan juga Killa. Padahal saat itu, Killa sedang hamil anaknya.


Raihan menunjukkan wajah tak suka, dia kini begitu membenci Syila. Cinta tulusnya dulu pada Syila, dibalas dengan pengkhianatan Syila dengan laki-laki lain.


"Mau apa kamu datang ke sini? Urusan kita sudah selesai!" Ucap Raihan. Dita terlihat sangat marah.


"Maafin aku! Iya, aku salah! Dulu aku menyakiti kamu. Padahal, kamu sudah banyak berkorban untuk aku. Gara-gara aku, hidup kamu menjadi hancur. Kamu harus kehilangan segalanya. Kamu kehilangan Killa dan juga anak kamu. Untungnya, orang tua kamu mau memaafkan kesalahan kamu. Jika tidak, kamu pasti akan menyesalinya seumur hidup. Aku mengidap penyakit kanker. Dokter sudah memvonis aku, usiaku tak lama lagi. Maka dari itu, aku ingin meminta maaf kepada kamu. Sebelum ajal menjemput aku. Aku ingin meninggal dengan tenang, tanpa beban. Aku pun sudah meminta maaf kepada Killa. Beberapa hari lalu, aku bertemu dia di dekat toilet. Aku sudah mengakui semua kesalahan yang aku perbuat dulu, dan Killa pun sudah memaafkan aku," ungkap Syila.


"Sudahlah! Tak ada lagi yang kalian perdebatkan lagi! Kalian berdua sama-sama sudah mendapatkan balasan atas yang kalian perbuat dulu kepada Killa. Nasi sudah menjadi bubur, tak akan bisa kembali seperti semula lagi. Tugas kalian yang penting sekarang, berusaha menjadi pribadi yang baik. Sudah cukup kalian berbuat dosa. Bersyukur kepada Allah, karena Allah masih memberikan kesempatan kepada kalian untuk bertobat, dan meminta kepada kepada orang-orang yang kalian sakiti. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kalian. Agar kalian bisa tenang, menghadapi kehidupan selanjutnya!" Ayah Abi ikut bicara. Raihan dan Syila menyimak semua yang Ayah Abi ucapkan.


"Baiklah, aku akan memaafkan semua kesalahan yang kamu perbuat! Aku pun ingin meminta maaf, atas kesalahan yang aku perbuat! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dulu," ucap Raihan.


"Makasih ya, sudah memaafkan aku! Semoga kamu bisa sembuh, dan hidup normal lagi! Kamu juga bisa mendapatkan pendamping hidup yang tulus mencinta kamu," ucap Syila dan Raihan mengaminkannya.


Dua insan yang dulu saling cinta, akhirnya saling berjabat tangan. Saling memaafkan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat dulu. Syila sudah merasa tenang, karena sudah mendapatkan maaf dari Raihan dan juga Killa. Sebenarnya, Syila masih mencintai Raihan. Rasa cintanya kepada Raihan begitu besar. Sayangnya, dulu dia tergoda rayuan laki-laki lain. Disaat rumah tangganya dengan Raihan tidak baik-baik saja.


Setelah itu, Syila pun pamit pulang. Keduanya sama-sama miris melihat pasangannya dulu, yang sudah tak berdaya. Mereka dulu saling cinta. Syila pergi meninggalkan ruang perawatan Raihan. Syila sudah merasa siap, jika nantinya Allah akan mengambil nyawanya.

__ADS_1


Kebahagiaan justru sedang menyelimuti pasangan Killa dengan Dimas. Mereka kini sedang menikmati bulan madu mereka. Killa kini sudah hidup bahagia, dengan laki-laki yang begitu mencintai dirinya. Dimas adalah laki-laki yang baik, yang mau menerima dirinya apa adanya. Dia juga begitu menyayangi Sakha, anak dari pernikahan Killa dengan Raihan.


Waktu terus bergulir. Hari ini tepat Sakha berusia 2 tahun. Sudah saatnya Killa melepas alat kontrasepsi yang selama ini dia gunakan. Saatnya dia untuk membahagiakan sang suami, dengan memberikan keturunan untuk sang suami. Killa sudah siap untuk memiliki anak kembali.


Bagaimana dengan nasib Raihan saat ini? Setelah perjuangan yang dia lakukan selama ini, Kondisi dia semakin membaik. Dia sudah berangsur pulih. Raihan sudah bisa duduk di kursi roda. Dia masih melakukan fisioterapi, agar bisa kembali normal.


Dua bulan setelah lepas IUD, Killa dinyatakan hamil. Tentu saja, hal ini membuat Dimas dan beserta keluarganya merasa bahagia. Karena akhirnya Dimas bisa memilih anak kandung. Namun hal itu, tak membuat mereka melupakan Sakha. Mereka tetap menyayangi Sakha. Mereka sudah menganggap Sakha seperti anak dan cucu kandung mereka. Sakha tak kekurangan kasih sayang.


Killa pun memperbolehkan Sakha menginap di rumah orang tua Raihan, agar Sakha tetap dekat dengan Raihan, dan juga kedua orang tua Raihan. Awalnya, Sakha tak dekat dengan Raihan. Namun, secara perlahan akhirnya Sakha mau memanggil Raihan dengan panggilan Ayah. Tentu saja hal itu membuat Raihan merasa senang.


Rumah tangga Killa tentu saja semakin bahagia, dengan hadirnya buah cinta mereka di rahim Killa. Mereka berharap, kalau anak itu akan terlahir dengan selamat dan sehat. Kehamilan Killa yang sekarang tentu saja sangat berbeda dengan kehamilan yang pertama. Di kehamilan kedua, dia tak kekurangan kasih sayang dari sang suami. Dimas menunjukkan menjadi suami siaga. Terlebih dirinya memiliki pengalaman sebagi dokter kandungan. Tentu saja kesehatan Killa begitu diperhatikan. Saat persalinan nanti pun, sang suami yang akan membantu dirinya melahirkan.


Saat ini Killa sedang melakukan USG, dan suaminya sendiri yang memeriksa kandungannya. Kondisi kandungan Killa dalam keadaan sehat. Rencananya, Killa akan melahirkan secara normal kembali. Seperti saat melahirkan Sakha dulu.


Hari yang dinanti pasangan Killa dan Dimas, saat ini Killa sedang berjuang untuk melahirkan buah hatinya dengan sang suami. Dimas tampak tegang. Rasanya sangat berbeda, tak seperti saat membantu persalinan pasien lainnya. Dia begitu sabar membantu sang istri melahirkan. Hingga akhirnya, tangis bayi laki-laki anak mereka terdengar begitu nyaring di ruang bersalin.


Killa melahirkan bayi laki-laki. Dimas sudah menyiapkan nama untuk anak mereka, anak itu diberi nama Muhammad Daffa yang artinya adalah seorang pria yang paling dipuji, penyemangat, pendukung, dan suka membela.


Kini Killa sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Sang anak pun sudah diberikan kepadanya, karena Killa melahirkan secara normal, dan hanya tinggal pemulihan saja. Kedua orang tua Dimas dan juga Sinta sudah datang berkumpul. Mereka sudah tak sabar, melihat buah hati Killa dan juga Dimas.


"Makasih ya Sayang, karena kamu telah memberikan aku kebahagiaan yang luar biasa. Kamu menjadikan aku seorang laki-laki yang sempurna. I love you," ucap Dimas sambil melabuhkan kecupan di pucuk kepala dan kening Killa. Dia terlihat begitu mencintai Killa. Selama ini rumah tangga mereka selalu harmonis, keduanya saling mencintai.

__ADS_1


Ucapan terima kasih pun Killa dapatkan dari kedua orang tua Dimas. Mereka terlihat begitu bahagia. Killa merasa, hidupnya yang sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya. Killa bersyukur, karena dia hidup di tengah-tengah orang yang menyayangi dirinya.


Akhirnya, sudah di penghujung cerita "Kubuat Kau Menyesal." Setelah perjuangan Killa melewati rasa sakit yang dia rasakan sejak awal menikah, kini dia telah mendapatkan kebahagiaan. Dia mendapatkan pendamping hidup yang menyayangi dirinya dengan tulus. Raihan dan Syila telah mendapatkan balasan, atas apa yang mereka lakukan dulu. Syila telah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya, sedangkan Raihan masih harus terus berjuang untuk hidup normal kembali.


__ADS_2