Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Rumah Baru Killa


__ADS_3

"Assalamualaikum." Ayah Abi melakukan panggilan telepon dengan Killa.


"Waalaikumsalam, Ayah," sahut Killa.


"Ayah sudah dengar dari bunda, katanya kamu lagi hamil anak laki-laki ya? Ayah senang sekali mendengarnya. Makasih ya, La! Semoga semuanya dilancarkan, kamu dan baby boy selalu diberikan kesehatan," ucap Ayah Abi, diaminkan oleh Ayah Abi dan Killa.


Ayah Abi langsung membicarakan masalah tentang rencana pembelian rumah dan mobil baru untuk Killa. Ayah Abi mengajak Killa pergi hari ini untuk memilihnya.


"Makasih ya Ayah, Killa senang sekali dengarnya. Killa ingin secepatnya pindah dari sini, ingin menata hidup baru," ungkap Killa.


Ayah Abi sudah berjanji akan menjemput Killa jam 10.00 nanti. Saat ini jam masih menunjukkan pukul 08.00 pagi WIB.


Berbeda halnya dengan Killa yang sedang merasa bahagia. Raihan justru mulai membandingkan sang istri dengan sang mantan istri. Seperti saat ini. Raihan protes kepada Syila, dia ingin Syila mulai belajar memasak. Agar mereka bisa lebih irit, tak selalu beli. Terlebih sampai saat ini Raihan belum juga bekerja.

__ADS_1


"Aku ini enggak bisa masak! Ini semua 'kan sudah menjadi tugas kamu memberi aku nafkah. Lagian uang kita juga 'kan masih banyak. Kamu tak usah takut," protes Syila. Kalau sudah seperti ini, Raihan hanya bisa menghela napas panjang.


Raihan mulai menyadari kalau sifat Syila sangat berbeda dengan mantan istrinya. Raihan merasa kehilangan sosok Killa. Dulu, setiap hari Killa selalu membuatkan makanan untuknya, dan selalu mengingatkan dia untuk sholat.


"Maafkan aku La! Aku kangen sama kamu. Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dari orang lain. Tolong jaga buah hati kita," ucap Raihan lirih.


Dia menyesal, tetapi tak mungkin mengembalikan semuanya seperti dahulu. Karena dia yakin, kalau saat ini pasti Killa sudah membencinya. Sudah terlalu banyak dia menyakiti hati Killa.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, Bun. Ada apa ya?" tanya Killa saat melakukan panggilan telepon dari Bunda Bunga.


"La, Bunda sudah mau dekat. Kamu keluar ya! Biar bisa langsung jalan," sahut Bunda Bunga.

__ADS_1


Killa langsung mengambil tasnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas. Setelah itu dia langsung berjalan keluar rumah. Benar saja, Bunda Bunga sudah menunggunya di luar. Killa langsung masuk ke dalam mobil.


Killa sudah berada di dalam mobil. Dia langsung mencium tangan kedua mantan mertuanya itu secara bergantian.


"Memangnya Killa mau beli rumahnya dimana?" Tanya Ayah Abi yang membuka pembicaraan.


"Ingin beli di dekat rumah sakit. Jadi, kalau nanti merasa mules, melahirkannya dekat," jelas Killa dan Ayah Abi mengiyakan.


Mereka kini sudah berada di perumahan yang tak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Killa periksa. Killa tampak memperhatikan satu persatu rumah-rumah yang berada di perumahan itu. Hingga akhirnya dia tertarik pada sebuah rumah minimalis yang memiliki taman yang begitu indah dan tertata rapi. Terdapat kolam ikan dan air mancur di taman tersebut, taman itu juga ditumbuhi aneka macam bunga. Rumah itu berlantai 2, ukurannya tidak terlalu besar. Tetapi tetap terlihat mewah.


"Ayah, aku tertarik dengan rumah itu," ungkap Killa.


Mereka turun dari mobil, dan langsung masuk ke dalam rumah itu untuk melihat-lihat dalam rumah itu. Sejak awal melihat, Killa sudah jatuh hati pada rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2