Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Raihan Seperti Tak Waras


__ADS_3

"Ah, Killa! Kenapa kamu seperti ini padaku? Mengapa kamu enggak mau balik lagi sama aku? Aku ingin, kita bisa berkumpul. Sakha bisa memiliki keluarga yang utuh," ucap Raihan.


Sejak tadi dia mengacak-acak rambutnya seperti orang stres. Dia menyesal, karena telah menyia-nyiakan Killa. Yang dia lakukan dulu hanya sekadar menuruti permintaan orang tuanya, dan hawa nap*su kepada Killa. Saat merasa nikmat melakukan hubungan suami istri dengan Killa, hingga akhirnya dia membuat Killa hamil.


"Kamu memang bodoh, Rai! Harusnya kamu tak menyia-nyiakan Killa! Jadinya, begini 'kan? Kamu harus kehilangan Killa. Jika kamu tak memperlakukan dia seperti itu, pasti saat ini kamu sedang berbahagia. Hidup bersama Killa dan juga Sakha," ucap Raihan. Dia terlihat begitu menyesal.


Raihan memutuskan untuk menghubungi Killa dengan nomor telepon baru. Karena nomor telepon dia yang lama, sudah Killa blokir. Saat itu jam menunjukkan pukul 23.00.


Mendengar ponselnya berdering, Killa terpaksa membuka matanya. Dia takut, kalau Sakha nantinya menjadi bangun. Killa langsung mengambil ponselnya, dan mencaritahu siapa yang menghubungi dirinya.


"Nomor telepon siapa si? Kok telepon aku malam-malam?" Killa bermonolog.


Hingga akhirnya Killa memutuskan untuk mengabaikan telepon dari nomor tak dikenal. Killa takut, kalau yang menghubungi dirinya itu berniat jahat padanya. Saat nomor telepon itu berhenti menghubungi dirinya, Killa langsung menonaktifkan ponselnya. Agar tak menggangu dirinya lagi.

__ADS_1


Saat Raihan hendak menghubungi dirinya lagi, nomor telepon Killa sudah tak aktif. Raihan langsung melempar ponselnya ke ranjang, meluapkan perasaan kesalnya. Dia merasa kesal, karena Killa menolak dirinya.


Malam ini Raihan sampai tak bisa tidur, dia terlihat gelisah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi rumah Killa. Raihan keluar dari kamarnya. Diam-diam dia menyelinap ke luar. Mengambil kunci mobil sang bunda. Karena Raihan sudah tak memiliki mobil.


Raihan langsung membuka pintu pagar secara perlahan, agar kedua orang tuanya tak tahu dia pergi. Kemudian dia langsung mengeluarkan mobilnya secara perlahan. Setelah itu, Raihan memarkirkan mobilnya sebentar, dan menutup pintu pagar rumah orang tuanya.


Raihan langsung melajukan kendaraannya menuju rumah Killa, dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai menemui Killa. Malam ini dia ingin tidur bersama Sakha, dan juga Killa. Raihan menjadi orang yang tak waras. Padahal, sampai kapanpun, Killa tak akan pernah mau kembali kepadanya.


Raihan baru saja sampai di rumah Killa, dia langsung memarkirkan mobilnya. Kemudian turun, dan mencoba menekan bel rumah Killa. Berharap ada yang membuka pintu pagar rumah itu.


"Siapa si yang bertamu malam-malam begini? Tadi ada yang telepon dengan nomor yang tak jelas, sekarang ada yang datang," Killa menggerutu.


Killa ingin tahu siapa gerangan yang datang, hingga akhirnya dia memilih untuk keluar dari kamarnya, dan berniat untuk melihatnya. Ternyata, bukan hanya Killa saja yang mendengar. Sang ART pun, jadi terbangun. Mereka bertemu.

__ADS_1


"Siapa ya bu yang datang malam-malam begini?" Tanya sang ART.


"Ibu juga enggak tahu, baru mau ngelihat ini. Ibu juga penasaran. Enggak sopan banget, ganggu orang tidur saja," sahut Killa.


"Tapi Bu, kita harus hati-hati. Takutnya orang yang berniat jahat sama kita," ujar sang ART dan Killa mengiyakan.


Killa menyuruh sang ART membangunkan supirnya, untuk melihat siapa yang datang. Sang ART dan Killa sudah berjaga-jaga. Jika orang itu berniat jahat. Namun, tak disangka-sangka. Mereka terkejut, saat melihat orang itu adalah Raihan.


"Mas Raihan? Ada apa malam-malam ke sini? Bikin heboh saja. Sudah sana pulang, kami ingin istirahat. Jangan ganggu kami! Lebih baik sekarang mas Raihan pulang!" Perintah Killa.


"La, aku mohon! Izinkan aku malam ini, menginap di rumah kamu. Aku ingin tidur bareng Sakha," ungkap Raihan dengan tak tahu malunya.


Tentu saja Killa langsung menolaknya. Dia tak terima. Dia tak sudi tidur bareng Raihan. Terlebih mereka sudah resmi bercerai. Killa langsung mengusir Raihan dari rumahnya. Dia tak memperbolehkan Raihan masuk. Killa langsung memerintah untuk menutup pagar rumahnya kembali. Tak mempedulikan Raihan. Raihan benar-benar sudah tak waras, harusnya dia sadar hubungan mereka sekarang ini. Mereka bukanlah pasangan suami istri lagi, meskipun statusnya ayah dari Sakha.

__ADS_1



__ADS_2