Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Pertemuan Killa Dengan Raihan


__ADS_3

"Mas, kamu mau ikut enggak ke rumah sakit?" Tanya Killa. Dengan cueknya, Killa langsung membuka pakaiannya untuk berganti pakaian.


"Yang, jangan seperti itu sih! Apa harus aku membatalkan izin aku kepada kamu untuk menengok dia? Lebih baik kita lanjut lagi yang semalam," protes Dimas. Dimas langsung menghampiri sang istri, dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Netra mereka saling bertemu.


"Mas, katanya aku di suruh berangkat sekarang karena besok kita mau berangkat ke Bali? Jangan gini dong! Nanti lagi!" Rengek Killa manja.


"Iya. Jangan sampai tergoda lagi ya! Jangan tinggalin Mas," ucap Dimas. Dimas memberikan kecupan di kening istrinya.


"Enggaklah, Mas! Masa iya, aku mau kembali sama dia, dan meninggalkan kamu. Gila saja aku, kalau sampai melakukan hal itu. Ya sudah mas, aku harus siap-siap dulu! Nanti yang ada kesiangan," ucap Killa.


Dimas langsung melepaskan tangannya, agar sang istri bisa bersiap-siap. Benar apa yang dikatakan istrinya, mereka harus segera berangkat ke rumah sakit. Dimas akan ikut menemani Killa ke rumah sakit, semua dia lakukan atas unsur kemanusiaan.


Mereka sudah siap. Killa dan Dimas langsung keluar dari kamar hotelnya, dan mengetuk pintu kamar sang ART. Kemudian Killa langsung mengambil Sakha dari gendongan sang ART.


"Nanti kita langsung pulang bi ke rumah! Barang-barangnya sekalian dibawa saja! Coba kamu cek semuanya ya! Jangan sampai ada yang tertinggal!" Ujar Killa kepada sang ART, dan sang ART mengiyakan.


Killa dan Dimas menunggu di luar, sampai sang ART keluar. Setelah itu barulah mereka keluar bersama dari hotel. Dimas langsung melajukan kendaraannya menuju rumah sakit Raihan di rawat.

__ADS_1


"Nanti, bicaranya seperlunya saja ya! Enggak usah lama-lama! Yang penting kamu sudah datang menengoknya. Semoga saja bisa segera sembuh, hidup normal kembali. Kasihan orang tuanya. Ayah Abi dan Bunda Bunga itu, orang tua yang baik. Anaknya saja yang salah jalan. Semoga saja, dia bisa mengambil hikmah kejadian ini. Bisa lebih baik ke depannya," ucap Dimas dan Killa mengaminkan.


Killa pun sudah berniat ingin bicara seperlunya saja. Yang terpenting sudah menengok, datang memenuhi permintaan Ayah Abi. Sebenarnya, tak baik juga untuk kesehatan Sakha. Di sana banyak virus, dan Sakha masih sangat kecil. Tapi, Killa merasa tak tega. Jika tak mempertemukan Raihan dengan Sakha. Killa berharap, kehadiran Sakha ke sana nantinya akan memberi semangat untuk Raihan.


Mereka baru saja sampai di rumah sakit. Dimas menyuruh Killa, Sakha, dan sang ART turun lebih dulu di lobby rumah sakit. Dia ingin memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, dan barulah setelah itu dia menyusul masuk ke dalam.


Killa masuk ke dalam, dan mencari tempat keberadaan Raihan berada. Saat ini Raihan masih di ruang ICU. Dari jauh Killa sudah melihat Ayah Abi dan Bunda Bunga. Dia merasa tak tega, wajah keduanya tampak lelah, dan sedih. Tapi kini, Killa tak bisa berbuat lebih. Dia bukan istri Raihan lagi, dia pun sudah memiliki suami yang patut dia hargai.


"Assalamualaikum," ucap Killa. Membuat kedua orang tua itu menengok. Mereka ikut susah, karena ulah anaknya. Seharusnya, mereka bisa beristirahat santai di rumah. Raihan selalu menyusahkan mereka.


"Waalaikumsalam," jawab Ayah Abi dan Bunda Bunga secara bersamaan. Killa langsung mencium tangan mereka berdua secara bergantian. Kedua orang tua Killa senang, saat melihat kedatangan cucu mereka. Bunda Bunga langsung mengambil dari gendongan Killa.


"Ikut Yah, lagi parkir mobil dulu. Alhamdulillah, dia mengerti, Yah. Tapi, aku tetap harus menjaga perasaan dia. Sebentar Yah, Mas Dimas telepon aku. Dia pasti ingin nanya keberadaan aku," ucap Killa dan Ayah Abi menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapatkan informasi keberadaan yang istri, Dimas langsung menghampiri sang istri berada. Kini Dimas sudah berada dengan mereka, Dimas langsung mencium tangan Ayah Abi dan Bunda Bunga secara bergantian. Sebagai rasa hormatnya kepada mereka berdua. Sekarang ini, orang tua Killa adalah mereka.


"Mas, aku masuk dulu ya sama Sakha ke dalam," pamit Killa.

__ADS_1


"Iya. Tapi nanti, Sakha jangan lama-lama ya di dalam. Bukan apa-apa, di dalam banyak virus. Antibodinya takut belum kuat," ucap Dimas dan Killa menganggukkan kepalanya.


Killa melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang steril. Ada perasaan tak tega, saat melihat laki-laki yang sempat ada di hatinya kini terbaring lemah tak berdaya. Killa berjalan menghampiri Raihan, dia langsung menarik kursi untuk dia duduk.


"Assalamualaikum, Mas. Aku datang sama Sakha menengok kamu," ucap Killa.


"Ayo Sakha salam ke, ayah!" Killa membantu Sakha untuk salam kepada sang ayah.


"Ayah cepat sembuh ya! Biar aku bisa main sama ayah lagi. Sakha sayang ayah! Ayah semangat ya untuk sembuh! Ayah pasti sembuh! Sakha akan berdoa kepada Allah, agar Allah menyembuhkan penyakit ayah." Killa berbicara, seakan dia menjadi Sakha.


Air mata Raihan satu persatu menetes, dia mendengar ucapan mantan istrinya, dan mendengar suara sang anak yang merengek. Sakha masih belum mengerti, dia masih sangat bayi. Perlahan, Raihan membuka matanya, dan menatap wajah mantan istrinya dan juga Sakha anaknya.


"Makasih ya La, kamu sudah mau datang menemui aku. Terima kasih juga, kamu memberikan kesempatan aku untuk bertemu dengan Sakha. Maaf, jika momen kebahagiaan kamu bersama Dimas menjadi terganggu karena aku," ungkap Raihan. Wajah Raihan terlihat pucat dan suaranya masih terdengar lemah. Air matanya terus mengalir, menunjukkan penyesalannya.


"Iya, mas. Mas Dimas mengerti kok. Aku juga datang di antar dia, dia menunggu di luar sama ayah dan bunda. Kamu harus tetap semangat ya mas! Katanya, kamu ingin terus bersama Sakha? Memangnya, kamu enggak mau melihat Sakha tumbuh dewasa? Kamu harus kuat ya melewati semua ini! Maaf, jika kamu kecewa dengan keputusan aku untuk menikah. Tapi, aku pun ingin bahagia dengan pilihan aku. Semoga saja, Allah segera mempertemukan mas dengan wanita yang tulus mencintai mas, dan mas akan mendapatkan kebahagiaan. Mas yang kuat ya! Tak perlu di sesali, semua sudah terjadi! Lebih baik Mas buka lembaran baru, dan jalani hidup lebih baik lagi. Yang lalu, biarlah berlalu! Jadikan semua itu, pelajaran hidup yang berharga untuk mas," ucap Killa.


"Maafin aku ya, La! Maafkan atas kesalahan yang aku perbuat dulu kepada kamu! Aku sangat keterlaluan kepada kamu. Aku menyesal telah membuang sebuah berlian, demi sebuah imitasi. Wanita yang cintanya palsu kepadaku, dan sekarang Allah sudah menghukum aku. Menghukum semua yang aku perbuat dulu kepada kamu," ucap Raihan dan Killa mengiyakan.

__ADS_1



__ADS_2