
Inilah waktu yang dinanti Killa dan juga Dimas. Hari ini mereka akan melakukan ijab kabul, dan resmi menjadi pasangan suami istri. Dimas sudah menyewa sebuah kamar hotel untuk malam pertama mereka, dia ingin memberikan kejutan yang indah untuk yang istri.
Acara akad nikah akan diadakan di rumah Killa. Tak ada tamu undangan yang datang ke acara itu. Hanya pihak keluarga Dimas dan kedua mantan mertuanya yang akan menjadi saksi. Killa sudah terlihat cantik, dengan riasan MUA yang profesional.
Bunda Bunga tampak meneteskan air matanya, melihat Killa yang sebentar lagi akan menikah. Killa langsung duduk di sebelah Bunda Bunga dan memeluk Bunda Bunga. Dia bisa merasakan apa yang Bunda Bunga rasakan saat ini. Tapi, dia pun butuh bahagia. Mungkin dia bisa memaafkan Raihan, tapi dia tetap saja tak bisa mengubur kenangan buruk bersama Raihan.
"Bun, maafkan Killa ya! Mungkin ini keputusan yang sangat berat untuk Bunda, ayah, dan Mas Raihan. Tapi, hidup adalah pilihan. Killa pun ingin bahagia, dan Killa yakin kalau Mas Dimas adalah laki-laki yang Killa cintai. Dia yang patut, Killa cintai," ucap Killa.
__ADS_1
"Iya, La! Kami mengerti keputusan kamu. Kamu pantas mencari kebahagiaan kamu. Semoga Dimas adalah laki-laki yang tepat untuk kamu. Jujur Bunda sedih, karena Raihan tak bisa bersama kamu," ucap Bunda Bunga.
"Iya, bun. Kami tidak berjodoh," sahut Killa sambil tersenyum.
Obrolan mereka harus terhenti, karena acara ijab kabul akan segera di mulai. Dimas beserta keluarganya sudah datang, dan siap melakukan ijab kabul. Perasaan tegang Killa dan Dimas rasakan. Inilah momen sakral mereka. Berharap semuanya berjalan lancar.
Raut bahagia terpancar dari keduanya. Killa merasa pernikahan keduanya sangat berbeda dengan pernikahan pertamanya. Dulu, sejak awal pernikahan. Raihan sudah menunjukkan wajah tak suka, dia sudah tak baik kepada Killa.
__ADS_1
Acara ijab kabul sudah selesai, kini saatnya mereka bergantian memasangkan cincin di jari manis pasangan. Terlihat sekali, tatapan mereka saling mencintai.
"Makasih ya, Sayang! Kamu sudah mau menerima aku sebagai pendamping hidup kamu. Aku mencintai kamu," ucap Dimas dan Killa mengangguk kepalanya. Dimas langsung memasangkan cincin di jari manis Killa, dan Killa langsung mencium tangan Dimas. Kemudian Dimas memberikan kecupan di kening Killa. Killa pun bergantian memasangkan cincin di jari manis Dimas.
Kini saatnya acara sungkeman dan memohon doa restu kepada kedua orang tua Dimas, dan juga Ayah Abi dan Bunda Bunga. Doa terbaik mereka ucapkan untuk pasangan yang sedang berbahagia. Mereka berharap, pernikahan Killa dan Dimas kelak menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.
Saatnya mereka foto bersama, Killa dan Dimas foto bersama kedua orang tua mantan suaminya. Bersama Sakha juga. Berbeda halnya dengan Killa yang sedang berbahagia, Raihan justru sedang terpuruk. Dia terlihat stres. Dia menyambar kunci mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya saat itu sangat kacau. Dia stres seperti orang gila.
__ADS_1
"Kenapa kamu lebih memilih dia La? Aku cinta sama kamu. Kenapa kamu bersikeras untuk memilih dia? Aku ini ayahnya Sakha. Kenapa kamu enggak mau memberikan kesempatan kepada aku?" Raihan terus meracau.