
Inilah, saat yang dinanti pasangan Dimas dan juga Killa. Mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat berbulan madu. Bi Sumi dan Sakha pun, ikut bersama mereka.
"Sudah di masukin semua bi, barang-barangnya? Sudah di cek kan semuanya? Enggak ada lagi yang ketinggalan kan?" Tanya Dimas kepada sang ART.
Semua barang-barang yang akan dibawa, sudah dimasukkan ke dalam mobil, dan mereka siap berangkat. Mereka terlihat bahagia. Untungnya, Sakha enggak rewel. Dia tampak tidur di pangkuan sang bunda. Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju bandara.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, mereka sampai di bandara. Mereka sampai lebih awal, karena perjalanan menuju bandara sangat lancar. Killa turun sambil menggendong Sakha. Sedangkan sang ART membantu Dimas membawa barang-barang mereka.
Mereka memutuskan untuk langsung mencari musholla, sambil menunggu waktu adzan sholat subuh. Killa merasa bangga kepada sang suami, saat sang suami menjadi imam di sholat berjamaah. Ada beberapa orang yang ikut sholat bersamanya. Sakha terlihat sedang tidur nyenyak di sebelah sang bunda sholat.
Setelah selesai sholat, mereka langsung menuju tempat duduk untuk menunggu keberangkatan mereka. Kini saatnya mereka berangkat. Killa beserta sang suami, Sakha, dan juga sang ART sudah berada di dalam pesawat. Mereka siap untuk terbang.
Killa dan Dimas tampak bermesraan di pesawat. Inilah, pertama kali bagi Killa merasakan berbulan madu. Saat menjadi istri Raihan, Raihan tak pernah mengajaknya berbulan madu. Jangankan berbulan madu, selama menjalani kehidupan berumah tangga dengan Raihan. Tak pernah sekalipun Raihan mengajak dia liburan.
__ADS_1
Pesawat yang mereka tumpangi, akhirnya mendarat dengan sempurna di bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Killa, Dimas, Sakha, dan beserta sang ART langsung turun dari pesawat. Mereka akan langsung ke hotel. Untuk kali ini, kamar hotel yang Dimas pesan dan untuk sang ART letaknya tidak bersebelahan.
Untuk kamar mereka berdua, Dimas memesan kamar untuk berbulan madu. Kamar itu sangat mewah, memiliki kolam renang sendiri, dan juga teras untuk bersantai. Hotel itu mengarah langsung ke pemandangan pantai. Pastinya, bukan nominal yang sedikit untuk menyewa kamar hotel itu. Semua dia lakukan, agar bisa bermesraan dengan sang istri. Semua di privasi.
"Kita langsung sarapan dulu ya!" Ujar Dimas dan Killa mengiyakan. Rencananya, pagi ini mereka akan langsung berjalan-jalan berkeliling bali. Mereka ingin menikmati waktu berduaan.
"Kamu mau makan apa, sayang?" Tanya Dimas sambil merangkul sang istri.
"Apa saja mas! Terserah mas saja! Aku ikut saja," sahut Killa. Mereka tak malu lagi untuk menunjukkan kemesraan mereka. Dimas mengajak sarapan di sebuah tempat yang menghadap ke arah pantai. Agar mereka bisa sambil menikmati keindahan Bali.
Makanan datang, mereka langsung akan menikmatinya. Dimas membantu sang istri mengambilkan sendok, dan juga semua yang dibutuhkan istrinya karena sang istri sambil menggendong Sakha.
"Sakha biar saya saja bu yang gendong. Biar ibu bisa makan. Nanti saya makannya, setelah ibu saja. Ibu makan duluan saja!" Ujar sang ART. Sang ART merasa kasihan melihat Killa yang kesulitan saat makan.
__ADS_1
"Bibi sambil makan saja! Ibu enggak terganggu kok, bisa sambil makan pelan-pelan," sahut Killa. Dimas merasa salut dengan Killa. Dia rela seperti itu, demi sang anak.
Killa menikmati perannya sebagai seorang ibu. Meskipun, dia suka merasa repot sendiri mengurus Sakha. Tetapi, sebisa mungkin dia melakukannya sendiri. Kecuali, saat dia benar-benar membutuhkan sang ART. Saat dia membutuhkan waktu untuk berduaan.
Mereka sudah selesai makan, Killa tampak bergandengan tangan mendekati pantai. Mereka terlihat bahagia. Tawa riang mengiringi mereka berdua. Tak lupa, mereka mengabadikannya dalam sebuah foto dan juga video. Bukan hanya berdua saja, mereka pun foto bertiga dengan Sakha. Mereka terlihat kompak, seakan Sakha anak dari Dimas. Dimas pun memfoto Killa dengan berbagai gaya.
"Kita jalan-jalan lagi yuk!" Ajak Dimas. Sepanjang perjalanan, Dimas terus menggandeng tangan Killa. Seakan dunia milik berdua. Killa masih terus menggendong Sakha.
"Makasih ya mas untuk semua ini. Aku bahagia banget. Baru kali ini, aku merasakan pernikahan sesungguhnya. Merasakan indahnya berumah tangga," ucap Killa.
"Iya, sama-sama. Aku pun bahagia hidup bersamamu. Aku mencintaimu kamu. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepadaku untuk menjadi pendamping hidup kamu," sahut Dimas dan Killa menganggukkan kepalanya.
Dimas menyewa sebuah mobil, untuk mereka berkeliling Bali ke obyek wisata yang berada di sana. Berbeda halnya dengan Killa dan Dimas yang sedang berbahagia. Raihan justru mulai merasa jenuh, karena masih harus di rumah sakit. Dia tak berdaya, hanya tidur di ranjang.
__ADS_1
Hari ini, Syila berniat mendatangi Raihan. Dia ingin melihat kondisi mantan suaminya, sekalian meminta maaf kepada Raihan dan juga kedua orang tuanya. Syila takut, kalau akhirnya dia akan pergi meninggalkan dunia.