Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Permintaan Maaf Raihan


__ADS_3

"Tarik napas kamu! Tenangkan hati kamu! Kamu pasti bisa! Ingat! Terlalu banyak dia menyakiti hati kamu." Killa bermonolog dalam hati. Dia berusaha untuk bersikap biasa.


Untungnya, saat Raihan ingin menghampiri Killa, Mba Audy datang. Hingga Raihan terpaksa mengurungkan niatnya untuk bicara dengan Killa. Dia akhirnya menghentikan langkahnya.


"Maafkan aku, La! Kesalahan aku padamu begitu banyak, aku selalu menyakiti hati kamu, dan sekarang aku baru menyadarinya. Kalau kamu begitu berarti untuk aku. Aku mencintai kamu," ucap Raihan dalam hati.


Raihan terus memperhatikan Killa yang sedang asyik mengobrol dengan customernya. Cara berbicara Killa sangat berbeda dengan Syila. Raihan begitu kagum dengan sosok Killa.


"Pasti anak kita, begitu bangga sama kamu. Bangga memiliki seorang ibu yang tangguh, dan tetap mempertahankannya. Walaupun harus menjalani kehamilan sendiri," gumam Raihan dalam hati.


Berbeda halnya dengan Raihan, Killa justru terlihat lebih cuek. Dia tak peduli dengan kehadiran Raihan, menganggap kalau dia tak pernah mengenal Raihan.


"Duh, lama banget si ngobrolnya," gerutu Raihan. Dia tampak gelisah menunggu Killa selesai mengobrol.

__ADS_1


"Kamu sudah menjadi orang yang sukses La," ucap Raihan.


Hingga akhirnya, Raihan sudah bisa tersenyum. Saat customer Killa pamit pulang. Setelah sang customer pergi, Killa berniat untuk pulang. Namun, Raihan menghalanginya.


"Please La, beri kesempatan aku untuk bicara sama kamu," punya Raihan dengan wajah memelas.


"Ya sudah! Apa yang ingin kamu bicarakan sama aku? Cepat katakan!" sahut Killa ketus. Kini roda dunia berputar. Raihan yang terlihat memohon kepada Killa.


Raihan pun akhirnya mengerti keputusan mantan istrinya itu. Killa mau mengikuti permintaan Raihan, untuk duduk satu meja dengannya. Namun, dengan syarat. Raihan tak boleh menyentuh dirinya. Kini mereka sudah duduk saling berhadapan.


"Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan! Waktuku tak banyak, aku ingin segera pulang," ujar Killa tegas.


Killa terlihat cuek, bersikap santai. Berbeda halnya dengan Raihan yang justru terlihat sekali penyesalan di wajahnya. Ingin rasanya dia memeluk tubuh wanita di hadapannya, dan mencium bibirnya yang begitu menggoda.

__ADS_1


Suasana sempat terasa hening. Bukannya berbicara, Raihan justru hanya diam menatap wajah Killa. Membuat Killa merasa kesal.


"Mas, cepat dong! Aku mau pulang," ucap Killa.


"Iya, mas mau minta maaf sama kamu. Mas sudah menyesali perbuatan mas dulu. Mas ingin kembali sama kamu," ucap Raihan dengan wajah memelas.


Killa justru tersenyum menanggapinya.


"Enak banget ya Mas, ngomongnya. Mas ingat enggak si dengan apa yang mas lakukan kepada aku? Sekarang, dengan mudahnya mas bilang sudah menyesal, dan ingin kembali sama aku. Aku itu butuh kekuatan untuk seperti ini mas, enggak mudah bagi aku berada di posisi dulu. Aku harus berjuang merasakan hamil sendiri. Maaf mas, aku punya hati dan perasaan. Jika mas, ingin meminta maaf. Ok lah, aku maafkan. Tapi, jika untuk kembali. Mohon maaf mas, aku enggak bisa. Luka yang mas goreskan begitu dalam," sahut Killa.


"Iya, mas sadar. Kalau mas banyak kesalahan sama kamu. Makanya mas ingin mengulang semuanya dari awal, mas ingin bahagiakan kamu, dan kita bisa berkumpul dengan buah hati kita. Merawat buah hati kita berdua," ujar Raihan.


"Tak semudah itu mas. Aku sudah tak mempermasalahkan hal itu, aku sudah memutuskan untuk mengurusnya sendiri sejak mas tak mempedulikan anak ini. Bukannya mas dulu tak mengakui anak ini?" cerocos Killa.

__ADS_1


__ADS_2