
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Perlahan, Killa membuka matanya. Meskipun, matanya masih terasa berat. Dia tetap memaksakan untuk bangun, untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Sebelumnya, dia harus mandi wajib terlebih dahulu.
Killa beranjak turun dari ranjang, dan berjalan menghampiri sang suami yang masih terlelap. Dia mencoba membangunkan sang suami, menepuk-nepuk dengan lembut. Perlahan, Dimas pun membuka matanya. Ini adalah hari pertama mereka menjadi pasangan suami istri. Sakha masih tertidur nyenyak.
"Mandi wajib dulu yuk Mas, habis ini kita sholat berjamaah!" Ajak Killa.
"Mandi bareng yuk!" Ajak Dimas balik sambil memainkan alisnya.
Tentu saja Killa menolaknya, karena waktu mereka sudah mepet untuk sholat subuh. Dimas pun akhirnya mengerti, karena benar apa yang dikatakan istrinya itu. Mereka langsung mandi secara bergantian, dan melakukan sholat berjamaah.
Saat Killa sedang berdoa, ponselnya berbunyi. Dia tampak bingung, siapa yang menghubungi dirinya. Setelah dia selesai berdoa, Killa langsung beranjak bangkit, dan langsung mengambil ponselnya. Suara dering ponselnya yang berbunyi, membuat sang anak terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Siapa yang telepon?" Tanya Dimas kepada sang istri.
"Ayah Abi," sahut Killa. Mendengar nama ayah Abi yang menghubungi sang istri, Dimas langsung menunjukkan wajah tak suka. Dia takut, ayah Abi akan mendekatkan Killa dengan Raihan kembali. Dimas tak ingin kehilangan Killa.
Meskipun demikian, Dimas langsung mengambil Sakha dari gendongan Killa. Agar Killa tak terganggu, untuk mengobrol dengan Ayah Abi. Kini Sakha sudah dalam gendongan dia. Dia sudah tak sabar ingin tahu, apa yang ingin ayah Abi katakan kepada sang istri. Dimas menyuruh Killa untuk menghubungi balik ayah Abi.
"Waalaikumsalam. Iya, ayah," sahut Killa, saat menerima panggilan telepon dari mantan ayah mertuanya.
Killa tampak terdiam, dia bingung. Apa yang harus dia lakukan, karena dia saat ini sudah menikah dengan Dimas. Tak mungkin seenaknya dia bertemu dengan mantan suaminya itu.
"Gimana La, bisa enggak?" Tanya ayah Abi lagi, untuk memastikan. Killa melirik ke arah sang suami yang saat ini sedang menggendong Sakha, menidurkan Sakha kembali.
__ADS_1
Kenapa?" Tanya Dimas kepada sang istri.
"Yah, Killa tanya dulu ya sama suami Killa. Dia mengizinkan atau tidak. Ayah kan tahu, kalau sekarang ini Killa sudan menikah. Harus bisa menjaga perasaan dia," ungkap Killa dan ayah Abi mencoba mengerti, karena dia tak bisa memaksa Killa. Killa sudah bercerai dari Raihan, bukan istrinya Raihan lagi. Hingga akhirnya, mereka mengakhiri panggilan telepon mereka.
Setelah menutup panggilan telepon dengan Ayah Abi, Killa langsung menceritakan kepada sang suami tentang kondisi Raihan saat ini. Dia meminta izin kepada sang suami, untuk datang menemui Raihan bersama Sakha.
"Boleh enggak, mas? Kalau mas enggak mengizinkan aku, aku tak akan datang. Sekarang, aku kan istri mas. Tak bisa seenaknya saja," ucap Killa.
"Iya, aku izinkan kamu. Aku percaya sama kamu, kalau kamu enggak akan mengkhianati aku. Kamu bertemu sekarang saja. Besok kan kita berangkat bulan madu," ucap Dimas dan Killa mengiyakan.
Killa langsung menyiapkan air mandi hangat untuk Shaka, kemudian dia langsung memandikan Sakha. Setelah Sakha mandi dan sudah berpakaian rapi. Killa langsung menitipkan Sakha kepada sang ART, karena dia harus bersiap-siap dulu. Setelah itu, dia langsung kembali ke kamar. Kini Killa sudah berada di kamar.
__ADS_1