
"La, kapan kamu periksa kandungan lagi?" Tanya Raihan sambil menikmati kue buatan sang mantan istri.
Memang, Killa bersikap biasa saja di dekat Raihan. Mereka duduk bersebelahan. Tapi, dia sudah bersikap tegas, kalau dia meminta Raihan untuk tidak berharap untuk kembali. Karena sampai kapanpun, dia tak akan pernah kembali dengan Raihan.
"Minggu depan. Jadwal periksa aku sudah dua minggu sekali, karena sudah menjelang kelahiran," jelas Killa.
"La, boleh enggak sekali-kali aku ikut periksa sama kamu? Aku ingin melihat anakku," ujar Raihan.
"Tapi, sama Bunda juga ya! Kalau sama Bunda, boleh. Karena kita sudah bukan pasangan suami istri, kita bukan mahram lagi," sahut Killa tegas. Membuat Raihan menelan salivanya. Dia benar-benar kena batunya, Killa benar-benar tegas. Tak sedikitpun dia bisa menggoyahkan hati Killa.
__ADS_1
Selain dia ingin melihat perkembangan cucunya, dia pun lakukan demi sang anak. Hingga akhirnya Bunda Bunga menyetujui permintaan Killa. Dia akan ikut bersama sang anak, ikut Killa periksa kandungan.
"La, kamu sudah beli perlengkapan anak kita?" Tanya Raihan.
"Sudah, semua sudah dibelikan oleh bunda kamu," sahut Killa singkat. Membuat Raihan merasa bingung. Gimana caranya, agar Killa bisa seperti dulu. Yang mau mengobrol padanya.
Kila memutuskan untuk pulang. Dia pamit kepada Bunda bunga dan juga Raihan. Raihan menawarkan diri untuk mengantarkan Killa pulang, tentu saja Killa akan menolaknya. Karena dia tadi datang bersama supirnya. Lagi pula Killa berusaha untuk menjaga jarak.
"Jangan pikir, aku mau kembali lagi seperti dulu ya Mas! Semua yang aku lakukan, hanya menghargai Bunda kamu, tak lebih," ucap Killa. Luka yang digoreskan Raihan begitu dalam.
__ADS_1
Demi bisa mengobrol dengan Killa, Raihan rela datang telat ke restoran. Dia terlihat tak bersemangat.
"Menyesal 'kan? Dulu enggak dengar si orang tua bicara. Padahal, orang tua itu niatnya baik. Bunda dan Ayah ingin melihat kamu bahagia, mendapatkan pendamping yang tepat. Tapi, kamu tak pernah dengar, selalu saja membela Syila. Sekarang, terima penyesalan kamu!" ujar Bunda Bunga. Raihan memilih untuk diam, tak menjawab ucapan sang bunda. Karena apa yang diucapkan sang bunda memang benar.
Raihan akhirnya pamit bekerja. Dia pergi dengan menggunakan ojek online, dia tak berani meminjam mobil sang bunda. Dia ingin mengambil hati orang tuanya dulu, menunjukkan kalau dia sudah berubah. Agar dia sang ayah bisa percaya lagi padanya.
Raihan memilih tetap bekerja di restoran temannya, agar dia bisa merasakan perihnya mencari uang. Tak seperti dulu yang bisanya hanya menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tak jelas.
Raihan baru saja sampai di restoran. Dia memilih langsung masuk ke ruangannya. Moodnya sedang tak baik. Dia merasa kecewa dengan sikap mantan istrinya yang tetap bersikeras menolak untuk bersatu kembali.
__ADS_1
"Semoga saja nanti saat anak kami lahir. Killa bisa memaafkan aku, dan mau kembali lagi padaku demi anak kami," ucap Raihan.
Dia benar-benar tak tahu malu, setelah apa yang dia lakukan kepada Killa. Kini dengan mudahnya, dia meminta Killa untuk kembali kepadanya, dan mengakui anak yang dikandung Killa adalah anaknya. Apa Raihan tak tahu, betapa sakitnya Killa saat dia dulu bercinta dengan Syila di kamar mereka berdua. Dengan jahatnya dia, meminta Killa membuatkan makanan untuk mereka makan. Sungguh keterlaluan.