
Hari ini Killa sudah janjian dengan mantan ibu mertuanya di Mall, mereka ingin membeli perlengkapan untuk anaknya nanti. Sesuai hasil USG, Killa akan melahirkan bayi laki-laki. Rencananya Killa akan melahirkan secara normal, karena Killa ingin segera pulih, dan bisa mengurus buah hatinya sendiri.
Killa mengajak sang ARTnya juga untuk menemani dirinya berbelanja ke Mall. Agar bisa membantu dirinya membawakan barang-barang bawaan.
"Bun, Killa jalan ya sekarang dari rumah. Kita ketemu di Mall xxx," tulis Killa di pesan chat kepada sang ibu mertua.
"Iya, Bunda juga sudah di jalan kok," balas Bunda Bunga.
Killa merasa bersyukur, karena mantan ibu mertuanya begitu baik padanya. Berbeda halnya dengan sang anak yang memperlakukan dia tak baik.
Killa baru saja sampai di Mall, dan ternyata Bunda Bunga sudah sampai lebih dulu. Dia sudah menunggu Killa di sana.
"Assalamualaikum. Bunda sudah lama ya menunggu aku?" Tanya Killa lembut sambil mencium tangan Bunda Bunga.
"Enggak kok, baru juga. Wah, cucu oma sudah semakin besar ya di dalam perut," ujar Bunda Bunga sambil mengelus perut Killa, dan Killa hanya membalasnya dengan senyuman.
Bunda Bunga langsung mengajak Killa ke tempat yang menjual perlengkapan bayi.
"Kamu ada keluhan enggak selama ini? Rencananya, kamu mau lahir secara normal apa sesar?" Tanya Bunda Bunga sambil mereka melangkahkan kakinya menuju outlet perlengkapan bayi.
"Alhamdulillah enggak si Bun. Si dede pintar, ngertiin Bundanya. Aku si rencananya mau melahirkan secara normal Bun. Biar cepat pulih, bisa urus si dede," sahut Killa.
Bunda Bunga menawarkan Killa tinggal ke rumahnya, setelah Killa pulang melahirkan. Agar dia bisa membantu mengurus cucunya, dan selalu dekat dengan sang cucu. Namun Killa belum mengiyakan.
__ADS_1
Keduanya kini sudah berada di outlet perlengkapan bayi. Mereka terlihat begitu antusias memilih pakaian bayi, dan perlengkapan lainnya. Mereka terlihat kompak saat memilih.
"Lucu-lucu banget ya La pakaian bayi? Alhamdulillah banget, Bunda bersyukur bisa memiliki cucu dari kamu. Nanti, kalau kamu sudah menikah lagi. Tolong jangan pisahkan Bunda dari anak itu ya!" ujar Bunda Bunga.
Bunda Bunga membelikan semua perlengkapan bayi. Setelah selesai membeli semua yang dibutuhkan, Bunda Bunga mengajak Killa untuk makan.
"Harusnya aku pergi bersama kamu untuk menyiapkan semua keperluan anak kita lahir Mas," ucap Killa lirih. Meskipun selama ini dia sudah melupakan Raihan. Rasa kecewanya kepada Raihan tak pernah terhenti.
Mereka kini sudah berada di restoran so*laria. Killa memesan nasi ayam rica-rica, Bunda Bunga memesan bakmie ayam jamur, dan sang ART memesan nasi goreng spesial.
"Bi, saya titip Ibu Killa ya! Kalau nanti ibu Killa merasa mules atau ada tanda-tanda ingin melahirkan, tolong segera hubungi saya ya!" perintah Bunda Bunga dan sang ART mengiyakan.
"Kira-kira ada lagi yang kurang enggak La? Box, stroller, bangku untuk kamu memandikan nanti di kirim ke rumah," ujar Bunda Bunga.
"Iya, kamu seperti sama saja. Ini sudah menjadi tanggung jawab kami, sebagai bentuk tanggung jawab karena bapaknya tak tanggung jawab. Kami juga sangat menyayangi anak itu," jelas Bunda Bunga dan Killa menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Mereka berpisah di Mall.
"Killa pamit ya, Bun. Semoga Bunda dan Ayah selalu diberikan kesehatan," ucap Killa sambil mencium tangan mantan ibu mertuanya.
"Amin. Bunda dan Ayah juga berharap seperti itu, agar kami bisa melihat cucu kami sampai tumbuh dewasa," sahut Bunda Bunga.
Killa sudah sampai di rumah. Dia meminta kepada sang ART untuk mencuci semua pakaian bayi itu, agar nanti sudah bersih dan wangi. Sehingga nyaman di gunakannya.
__ADS_1
Setelah itu, Killa memilih untuk mandi, sholat, dan langsung beristirahat. Dia sudah mulai merasa tak nyaman saat itu. Perutnya sudah besar, semakin sulitnya untuk bergerak.
"Seharusnya, kamu mengelus perut aku setiap harinya. Kamu juga mengajak bicara buah hati kita, dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran," ucap Killa.
***
"Bu, jangan lupa! Hari ini, jam 16.00 ibu ada pertemuan dengan Ibu Audy di kafe xxx," jelas sang asisten. Killa kini memiliki seorang asisten. Kelak dialah yang akan menggantikan posisi Killa, selama Killa cuti melahirkan.
Tugas Almira sang asisten, mengurus penjualan secara online. Baik dalam hal promosi, maupun penjualan secara online maupun offline yang datang ke butik.
Setelah sholat ashar, Killa langsung bersiap-siap untuk berangkat menuju kafe yang di maksud. Jarak dari butik miliknya ke kafe, membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Seperti biasa, Killa akan diantar supir pribadinya.
"Al, aku jalan dulu ya! Nanti aku langsung pulang ke rumah ya, enggak balik lagi ke butik," ujar Killa dan Almira mengiyakan.
"Iya, Bu. Hati-hati di jalan," ucap Almira dan Killa mengiyakan.
Kini Killa sudah dalam perjalanan menuju kafe yang di tuju. Kecantikan Killa semakin terpancar dari wajahnya, dia semakin terlihat cantik.
"Bapak tunggu saja ya! Saya tak lama di sini. Setelah selesai, saya langsung kembali," ucap Killa kepada sang supir.
Killa langsung berjalan memasuki kafe. Alangkah terkejutnya dia, saat bertemu laki-laki yang selama ini menggoreskan luka di hatinya. Ingin rasanya dia segera pergi dari kafe itu, jika dia tak mengingat kalau dia harus bertemu dengan customernya.
Keduanya sama-sama menatap sepersekian detik, sebelum Killa memilih membuang mukanya.
__ADS_1