Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Rencana menengok Baby Sakha


__ADS_3

"Bu, handphone ibu bunyi," ujar sang ART. Saat itu Killa sedang membuat kue bolu dan juga membuat macaroni schotel.


Dia sudah selesai memasukkan macaroni schotel itu ke dalam oven. Hanya tinggal menunggu matang saja. Semenjak menyusui, dia sering merasa lapar. Namun, Killa bukan tipe yang sering jajan di luar. Jika dia sempat, dia lebih suka membuat makanan sendiri. Selain bagi dia lebih hebat, rasanya pun lebih puas buat sendiri. Killa tak munafik, dia suka jajan juga. Tetapi tak sering, hanya sesekali saja.


Ternyata yang menghubungi dirinya Sinta sang sahabat. Killa langsung menerima panggilan telepon dari sahabatnya itu.


"Assalamualaikum," ucap Killa mengawali pembicaraan dengan sang sahabat.


"Waalaikumsalam." Sinta menjawab salam dari sahabatnya.


"Lo udah lahiran enggak ngasih tahu gue si? Selamat ya La, atas kelahiran putra pertama lo. Gue ikut senang. Lo sekarang sudah menjadi seorang ibu. Semoga kelak anak lo jadi anak yang sholeh, dan selalu memberikan kebahagiaan untuk lo," ucap Sinta dan diaminkan oleh keduanya.

__ADS_1


Sinta mengatakan, kalau dirinya dan mamanya ingin ke rumah Killa. Ingin menengok anaknya yang baru lahir.


"Oke, siap. Gue tunggu ya! Kebetulan banget ini, gue lagi buat kue bolu sama macaroni schotel," sahut Killa.


"Ya sudah, gue siap-siap dulu ya! Sampai ketemu nanti. Assalamualaikum," ujar Sinta. Mereka mengakhiri percakapan telepon mereka.


Killa melanjutkan membuat kuenya. Sedangkan Sinta mau bersiap-siap untuk pergi ke rumah Killa bersama sang mama dan sang kakak. Sinta tahu kalau Killa sudah melahirkan, dari sang kakak. Kelak, hubungan mereka akan semakin dekat. Jika Killa menikah dengan sang kakak.


Killa langsung masuk ke kamarnya, untuk mandi. Sebelum mandi, dia menatap dahulu wajah sang anak yang terlihat begitu tenang. Yang sedang tertidur nyenyak.


"Sakha sayang, kamu setuju 'kan kalau bunda nikah sama Papa Dimas? Meskipun Papa Dimas bukan Papa kandung kamu, bunda yakin Papa Dimas akan menyayangi kamu. Kamu akan dikelilingi orang-orang yang menyayangi kamu. Kamu akan memiliki dua orang nenek, dua orang kakek, dan dua orang papa. Bunda sayang sama Sakha," ucap Killa kepada sang anak.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan sang anak, Killa langsung mandi. Setelah mandi, memakai pakaian syar'inya. Dia juga sedikit merias wajahnya dengan riasan natural, agar terlihat segar.


Dimas, Mama Sonya, dan Sinta kini sudah dalam perjalanan menuju rumah Killa. Mama Sonya dan Sinta sudah menyiapkan kado untuk Sakha. Dimas pun sudah membeli parcel buah dan juga dua dus kue brownies untuk calon istrinya.


"Ma, Dek, nanti bantu Mas ya bicara sama Killa. Semoga saja Killa mau secepatnya menikah sama mas," ucap Dimas kepada mama dan sang adik.


"Sabar, Dim! Yang penting kalian lamaran dulu saja dan tunangan! Biar Killa selesai masa nifasnya dulu. Kamu juga harus sabar! Setelah menikah, harus tunggu sampai Killa siap melakukan hubungan suami istri. Untuk masalah anak gimana? Killa 'kan baru melahirkan, tak mungkin langsung hamil lagi. Kasihan anaknya masih kecil. Masih butuh kasih sayangnya, masa iya harus terbagi dengan adiknya nanti," ucap Mama Sonya mencoba memberi pengertian kepada sang anak.


"Iya, Ma. Dimas paham. Dimas tak akan menuntut itu. Dimas akan mencoba menahannya, yang terpenting Killa jadi istri Dimas. Biar mantan suaminya tak mengganggu dia lagi. Dimas juga mengerti, Dimas tak akan menuntut kepadanya untuk segera memiliki anak. Biar kami fokus membesarkan Sakha dulu, paling tidak sampai Sakha dua tahun. Selesai ASI. Dimas akan menyayangi Sakha seperti anak kandung Dimas," ungkap Dimas.


__ADS_1


__ADS_2